Adhyaksa FC Gelar Latihan Perdana di Karawaci demi Sambut Super League

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Adhyaksa FC bergerak cepat mematangkan persiapan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Klub promosi ini dilaporkan telah melaksanakan sesi latihan perdana mereka di Lapangan SPH Karawaci, Tangerang, pada Rabu (15/7/2026). Seperti dikutip dari Bola, latihan pembuka tersebut baru diikuti oleh 14 pemain.

Manajemen Adhyaksa FC memutuskan memulai program latihan lebih awal agar kesiapan tim lebih matang dalam mengarungi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Untuk sementara waktu, sesi latihan dipimpin oleh asisten pelatih Agus Indra. Ia didampingi oleh staf kepelatihan yang terdiri dari Aang Suparman, Arif Rizaludin, Sandi Firmansyah, Fajarrullah, dan Herman Hermawan.

Pelatih kepala Adhyaksa FC, Ade Suhendra, belum bisa hadir mendampingi anak asuhnya secara langsung. Ade masih harus menyelesaikan kursus lisensi kepelatihan A Pro yang tengah diikutinya.

Program latihan intensif Adhyaksa FC dijadwalkan berlangsung di Tangerang selama lima hari. Tim pelatih memanfaatkan dua lokasi utama untuk menggembleng fisik pemain, yaitu Lapangan SPH Karawaci dan Indomilk Arena. Setelah merampungkan agenda latihan di Tangerang, tim akan mengalihkan pusat latihan ke wilayah Jakarta Utara. Lokasi yang dipilih adalah lapangan latihan Jakarta International Stadium (JIS) serta Lapangan Pasir Ancol.

Manajemen klub juga telah menyusun rangkaian uji coba sepanjang Agustus 2026. Adhyaksa FC dijadwalkan bakal menjajal kekuatan sejumlah tim selevel seperti Persita Tangerang, Garudayaksa FC, dan Dewa United.

Rencana Perubahan Nama dan Identitas Klub

Di samping fokus mematangkan aspek teknis di lapangan, manajemen Adhyaksa FC tengah memproses perubahan identitas klub. Presiden klub, Eko Setyawan, mengonfirmasi langkah ini diambil setelah adanya nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Menurut Eko Setyawan, perubahan nama baru yang diajukan ke PSSI dirancang untuk mengangkat identitas daerah setempat.

Mereka berniat menyerap istilah lokal yang sudah akrab di telinga masyarakat Kalimantan Tengah. "Nama klub nantinya akan lebih melokal, identik dengan daerah, dan menggunakan bahasa daerah yang sudah familiar di masyarakat Kalimantan Tengah," ujar Eko.

Langkah perubahan identitas ini diharapkan mampu membangun ikatan emosional yang kuat antara klub dengan basis suporter baru. Selain itu, manajemen optimistis kebijakan ini akan berdampak positif bagi perkembangan iklim sepak bola di Kalimantan Tengah.

Saat ini berkas pergantian nama klub masih menunggu restu dari federasi. Pengesahan identitas baru tersebut ditargetkan rampung dalam kongres biasa PSSI pada 3 Agustus 2026.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed