Ajax Amsterdam Lolos ke Europa Conference League Usai Tekuk Utrecht
Ajax Amsterdam berhasil mengamankan tiket kualifikasi Europa Conference League musim depan setelah menumbangkan Utrecht lewat adu penalti dengan skor 4-3 pada laga final playoff di Kras Stadion, Volendam, Minggu (24/5/2026) malam WIB. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah hasil imbang 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu, di mana gol Davy Klaassen dari Ajax disamakan oleh pemain Utrecht Gjivai Zechiël. Dilansir dari Bola, penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes tampil sebagai pahlawan kemenangan Ajax setelah berhasil mementahkan dua tendangan penalti dari eksekutor Utrecht, Sébastien Haller dan Souffian El Karouani.
Keberhasilan ini melengkapi pencapaian individu Paes yang juga dinobatkan sebagai kiper terbaik dalam ajang PSSI Awards 2026 di Jakarta bersama Emil Audero yang meraih penghargaan penyelamatan terbaik.
Kendati tampil heroik di laga final, performa penjaga gawang yang didatangkan dari FC Dallas seharga Rp26 miliar pada Januari 2026 ini tetap mendapatkan sorotan kritis di Belanda. Pengamat sepak bola Belanda, Mike Verweij menilai penampilan Paes masih biasa-biasa saja meski baru melewati ujian berat di babak playoff tersebut.
"Paes benar-benar telah diuji habis-habisan akhir-akhir ini," kata Mike Verweij. Verweij menambahkan bahwa mantan kiper FC Dallas tersebut sempat menghadapi gelombang kritik atas performanya di atas lapangan melalui beberapa ulasan media local.
"Dia juga tidak bermain bagus, perlu ditegaskan. Bahkan muncul artikel yang mengklaim bahwa dia buruk dalam setiap aspek penjaga gawang," lanjut Verweij. Kebutuhan Ajax untuk berburu penjaga gawang baru dipicu oleh cedera panjang yang dialami kiper utama Vitezslav Jaros, yang kini harus kembali ke klub asalnya, Liverpool, menyusul berakhirnya masa peminjaman. Situasi tersebut membuat Verweij meyakini bahwa manajemen Ajax akan tetap mencari penjaga gawang utama baru untuk mengarungi kompetisi musim depan.
"Ajax tidak hanya mencari pelatih baru, tetapi juga seratus persen mencari kiper utama baru," lanjut Verweij.
Meskipun posisi utama Paes berpotensi tergeser, penjaga gawang bertinggi badan 191 cm tersebut masih memiliki komitmen jangka panjang karena terikat kontrak di Johan Cruyff ArenA hingga Juni 2029. "Dia bilang harus beradaptasi dengan gaya permainan Ajax. Paes harus melakukan itu.
Dia baru saja tiba ketika Jaros mengalami cedera serius. Dia langsung dihadapkan pada situasi sulit dan seringkali semuanya berjalan tidak sesuai rencana," tandas Verweij. Sepanjang musim ini, Maarten Paes tercatat telah mengawal gawang Ajax dalam 11 pertandingan terakhir Eredivisie serta dua laga playoff Conference League melawan Groningen dan Utrecht dengan catatan lima kali clean sheet dan kebobolan 11 gol.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow