Alasan Xiaomi Redmi 10C Tetap Diburu Meski Bukan Ponsel Keluaran Terbaru

Smallest Font
Largest Font

Menilai Xiaomi Redmi 10C pada masa sekarang memberikan perspektif yang sangat menarik mengenai bagaimana sebuah perangkat bertahan terhadap waktu. Ekspektasi awal saya terhadap ponsel yang dirilis beberapa tahun lalu ini mungkin akan terasa sangat usang dan lambat untuk standar aplikasi modern.

Namun, realitanya Xiaomi Redmi 10C masih menunjukkan taji yang cukup solid di sektor tertentu, terutama karena keputusan produsen menyematkan chipset yang efisien pada masanya. Saya melihat ponsel ini masih menjadi komoditas yang dicari di pasar sekunder atau stok cuci gudang karena harganya yang makin membumi.

Bagi konsumen yang memiliki dana sangat terbatas, perangkat ini sering kali menjadi opsi yang lebih rasional dibandingkan membeli ponsel keluaran terbaru kelas pemula yang menggunakan chipset ultra-murah dengan performa seadanya. Kita akan membedah secara kritis apa saja yang membuat perangkat ini masih bernilai dan di mana letak kelemahannya.

Saat pertama kali diluncurkan, daya tarik utama dari Xiaomi Redmi 10C adalah keberadaan Qualcomm Snapdragon 680. Chipset octa-core ini dibangun dengan proses manufaktur 6nm yang canggih pada masanya, menawarkan efisiensi daya yang sangat luar biasa.

Arsitektur CPU pada komponen ini memiliki kecepatan clock hingga 2.4GHz dan didukung oleh GPU Qualcomm Adreno 610. Menurut saya, langkah Xiaomi memasukkan chipset seri 600 dari Qualcomm ke dalam lini seri C adalah sebuah gebrakan yang merusak pasar saat itu.

Dalam penggunaan harian untuk navigasi sosial media, bertukar pesan, hingga aplikasi ojek online, performanya terasa stabil. Proses fabrikasi 6nm memastikan bahwa ponsel tidak cepat panas meskipun digunakan dalam jangka waktu lama di luar ruangan.

Teknologi Memori UFS 2.2 yang Menyelamatkan Performa

Satu hal yang sering dilupakan oleh konsumen saat melihat spesifikasi ponsel murah adalah jenis penyimpanan internal yang digunakan. Xiaomi Redmi 10C sudah dilengkapi dengan teknologi memori UFS 2.2, bukan eMMC yang lambat.

Opsi RAM dan ROM yang tersedia untuk perangkat ini terdiri dari varian 4GB+64GB dan 4GB+128GB, yang menggunakan kombinasi LPDDR4X dan UFS 2.2. Keberadaan UFS 2.2 ini berdampak langsung pada kecepatan membuka aplikasi dan proses instalasi yang jauh lebih sigap.

Bagi pengguna yang membutuhkan ruang ekstra untuk menyimpan berkas media, ponsel ini juga mendukung penyimpanan eksternal yang dapat diperluas melalui kartu microSD hingga kapasitas 1TB. Kombinasi ini membuat varian penyimpanan terendah pun masih terasa layak digunakan.

Layar Lebar Dot Drop dengan Proteksi Gorilla Glass

Beralih ke sektor visual, Xiaomi Redmi 10C hadir dengan ukuran layar yang tergolong sangat masif, yaitu 6.71 inci dengan desain Dot Drop Display. Ukuran yang besar ini tentu memberikan kepuasan tersendiri saat digunakan untuk menonton video atau membaca dokumen.

Layar ini berjalan pada resolusi 1650 x 720 HD+ dengan aspek rasio mencapai 20.625:9. Sesuatu yang harus saya kritisi adalah refresh rate layar yang masih tertahan di 60 Hz, di mana pergerakan animasi tentu tidak semulus layar dengan refresh rate tinggi yang mulai umum sekarang.

Meskipun resolusinya belum mencapai Full HD+, kualitas panel yang digunakan masih cukup tertolong oleh beberapa fitur optimasi bawaan. Panel ini sudah dilindungi oleh lapisan Corning Gorilla Glass untuk memberikan ketahanan ekstra terhadap goresan halus.

Dari spesifikasinya, menurut saya resolusi HD+ pada layar sebesar 6,71 inci memang membuat kerapatan pikselnya agak kurang rapat, tetapi ini adalah kompromi yang adil demi menjaga performa baterai dan GPU agar tetap ringan.

Xiaomi juga menyertakan fitur pendukung seperti Sunlight display, Reading mode, serta kemampuan untuk melakukan penyesuaian temperatur warna secara manual melalui menu pengaturan. Fitur Sunlight display cukup membantu meningkatkan visibilitas layar saat saya harus melihat navigasi peta di bawah terik matahari.

Murah Ngebut !! - Ini Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi Redmi 10C Indonesia | GadgetIn

Kemampuan Kamera Belakang 50MP dan Batasan Perekaman

Di sektor fotografi, Xiaomi Redmi 10C mengandalkan konfigurasi dua kamera di bagian belakang yang ditempatkan dalam modul berbentuk kotak besar. Kamera utama memiliki sensor berkekuatan 50MP dengan bukaan f/1.8 dan mengadopsi teknologi 4-in-1 pixel binning.

Teknologi pixel binning ini secara teori menggabungkan empat piksel menjadi satu piksel besar untuk menangkap cahaya lebih baik dalam kondisi minim cahaya. Kamera kedua adalah kamera kedalaman atau depth camera beresolusi 2MP dengan bukaan f/2.4 yang berfungsi untuk menghasilkan efek bokeh pada mode potret.

Untuk perekaman video, kamera belakang ponsel ini mampu merekam dengan resolusi maksimal hingga 1080p (1920x1080) pada kecepatan 30fps, serta opsi 720p (1280x720) pada 30fps. Ketidakhadiran fitur stabilisasi gambar berbasis perangkat keras maupun elektronik membuat pengguna harus menjaga kestabilan tangan secara manual saat merekam.

Kamera Depan 5MP untuk Kebutuhan Kasual

Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, Xiaomi Redmi 10C mengandalkan kamera depan yang memiliki resolusi sebesar 5M dengan bukaan lensa f/2.2. Resolusi ini memang terasa sangat pas-pasan jika dibandingkan dengan standar masa kini.

Sama seperti kamera belakang, kamera selfie ini juga mampu merekam video dengan resolusi hingga 1080p pada 30fps dan 720p pada 30fps. Hasil fotonya tergolong biasa saja dan membutuhkan pencahayaan yang sangat ideal agar gambar tidak dipenuhi oleh noise visual.

Daya Tahan Baterai 5000mAh dan Realita Pengisian Daya

Salah satu nilai jual yang paling tidak bisa didebat dari Xiaomi Redmi 10C adalah kapasitas baterainya yang mencapai 5000mAh (typ). Dipadukan dengan chipset Snapdragon 680 yang sangat hemat daya, ponsel ini dapat bertahan dengan sangat mudah hingga dua hari untuk penggunaan ringan.

Ponsel ini sudah mendukung teknologi pengisian daya cepat atau fast charging hingga daya 18W menggunakan port USB-C modern. Namun, ada satu catatan penting yang harus diperhatikan oleh calon pembeli terkait isi paket penjualan.

Xiaomi hanya menyediakan pengisi daya bawaan di dalam kotak atau in-box charger dengan kekuatan 10W saja. Artinya, untuk bisa menikmati kecepatan pengisian maksimal 18W, Anda harus membeli adapter pengisi daya 18W secara terpisah, yang merupakan sebuah kekurangan yang cukup merepotkan.

Detail Fisik, Konektivitas, dan Sensor

Secara fisik, Xiaomi Redmi 10C memiliki dimensi ukuran sebesar 169.59 x 76.56 x 8.29 mm dengan bobot total berada di angka 190 gram. Ukurannya memang bongsor, tetapi ketebalan yang berada di bawah 9 mm membuatnya masih cukup nyaman saat digenggam.

Bodi belakangnya terbuat dari bahan polikarbonat dengan tekstur garis-garis diagonal yang berfungsi dengan baik untuk menyamarkan noda sidik jari. Perangkat ini dipasarkan dalam tiga pilihan warna yang cukup menarik, yaitu Graphite Gray, Mint Green, dan Ocean Blue.

Untuk urusan konektivitas dan kelengkapan sensor, ponsel ini membawa konfigurasi yang terhitung lengkap untuk sebuah perangkat entry-level. Anda bisa melihat detail spesifikasi teknis dan sensor yang diusungnya pada tabel di bawah ini.

Spesifikasi Teknis Lengkap dan Sensor Xiaomi Redmi 10C
Komponen / FiturSpesifikasi Resmi
Sistem OperasiMIUI 13 berbasis Android 11
Slot KartuDual SIM + microSD khusus
Jaringan 4G LTE FDDBand 1/2/3/4/5/7/8/20/28
Jaringan 4G LTE TDDBand 38/40/41 (2535–2655MHz)
Konektivitas NirkabelBluetooth 5.0 & Wi-Fi 802.11a/b/g/n/ac
Sensor ProksimitasTersedia
Sensor Cahaya SekitarTersedia
AkselerometerTersedia

Satu informasi penting mengenai aspek keamanan kesehatan adalah nilai radiasi atau Specific Absorption Rate (DAS) dari perangkat ini. Menurut data resmi, nilai DAS untuk kepala adalah sebesar 0,597 W/kg, untuk tubuh sebesar 0,870 W/kg pada jarak 5 mm, dan untuk anggota badan sebesar 1,972 W/kg pada jarak 0 mm, yang semuanya masih berada dalam batas aman regulasi internasional.

Kekurangan yang Wajib Dipertimbangkan

Membeli Xiaomi Redmi 10C saat ini berarti Anda juga harus siap menerima beberapa konsekuensi logis dari sebuah ponsel lama. Sektor perangkat lunak adalah salah satu aspek yang paling krulial untuk diperhatikan secara matang.

Ponsel ini berjalan menggunakan sistem operasi MIUI 13 yang berbasis pada Android 11. Karena masa dukungannya yang sudah lewat, kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkan pembaruan versi Android ke generasi yang lebih baru, yang berpotensi membatasi kompatibilitas beberapa aplikasi baru di masa depan.

Selain itu, absennya sensor giroskop fisik juga menjadi kekurangan tersendiri bagi pengguna yang gemar bermain game kompetitif yang membutuhkan kontrol arah berbasis gerakan. Ketiadaan adapter 18W di dalam kotak juga menambah pengeluaran ekstra jika Anda tidak sabar menunggu pengisian daya dengan charger 10W bawaan.

Rekomendasi Akhir

Xiaomi Redmi 10C tetap menjadi pilihan yang sangat masuk akal jika prioritas utama Anda adalah mencari perangkat dengan performa chipset yang andal dan manajemen daya baterai yang luar biasa di kelas harga paling rendah.

Keberadaan Snapdragon 680 dan penyimpanan berjenis UFS 2.2 menjadi penyelamat utama yang membuat ponsel ini tidak terasa seperti rongsokan teknologi. Perangkat ini sangat cocok dijadikan sebagai ponsel cadangan, ponsel untuk anak sekolah, atau perangkat harian bagi para pekerja lapangan yang membutuhkan daya tahan baterai tinggi tanpa peduli dengan gengsi versi Android terbaru.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed