Amerika Serikat dan Iran Capai Kesepakatan Damai Permanen
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan damai. Langkah besar ini diharapkan mampu menghindarkan kawasan tersebut dari ancaman perang yang lebih luas.
Kabar mengenai kesepakatan ini pertama kali disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Pakistan bertindak sebagai mediator utama yang menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran, dengan dukungan dari Qatar, Arab Saudi, dan Turki.
“Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” tulis Sharif melalui akun media sosial X, dikutip dari Ulanda.
Menurut penjelasan Sharif, seluruh operasi militer di berbagai front akan dihentikan secara permanen. Penghentian ini juga mencakup ketegangan di Lebanon yang sempat memanas akibat konflik regional tersebut.
“Upacara penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada Jumat,” kata Sharif.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemudian mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social saat menghadiri jamuan makan malam keluarga.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sudah selesai,” tulis Trump.
Menyusul pengumuman tersebut, Trump langsung menginstruksikan pencabutan blokade Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital yang mengangkut hampir seperlima pasokan minyak dunia itu kini dibuka kembali.
“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin! Biarkan minyak mengalir!” ujar Trump.
Konflik sebelumnya sempat membuat harga energi global melonjak tajam setelah kapal perang AS memperketat blokade dan Iran mengancam menutup jalur pelayaran. Kondisi ini memaksa negara-negara industri menguras cadangan minyak strategis mereka.
Meski jalur pelayaran telah dibuka, pemulihan distribusi minyak diprediksi memerlukan waktu. Perusahaan minyak nasional Uni Emirat Arab, ADNOC, memperkirakan distribusi melalui Selat Hormuz baru akan pulih sepenuhnya pada kuartal pertama atau kedua tahun depan.
Badan Energi Internasional juga harus memulihkan sekitar 400 milion barel minyak yang sempat dilepas dari cadangan strategis negara anggota demi menjaga stabilitas pasar selama konflik berlangsung.
Di pihak lain, pemerintah Iran membingkai kesepakatan ini sebagai bentuk kemenangan diplomatik. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi kesepakatan tersebut melalui siaran televisi pemerintah.
“Malam ini akan diumumkan berakhirnya perang dan operasi militer secara permanen,” katanya.
Televisi pemerintah Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat terpaksa menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang melawan Iran dan kelompok Poros Perlawanan. Narasi ini penting bagi Teheran yang perekonomiannya terpukul akibat sanksi Barat.
Media semi-resmi Mehr membocorkan draf nota kesepahaman berisi 14 poin utama kesepakatan. Dokumen tersebut memuat poin-poin sensitif seperti pencabutan blokade laut AS dalam 30 hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz di bawah pengaturan Iran.
Draf tersebut juga mencantumkan rencana rekonstruksi Iran senilai sedikitnya US$300 miliar, komitmen Iran tidak memproduksi senjata nuklir, serta janji Amerika Serikat untuk tidak menambah pasukan militer di kawasan.
Walau demikian, program nuklir Iran yang menjadi pemicu utama perselisihan kedua negara dikabarkan belum sepenuhnya selesai dibahas dalam draf tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow