Arema FC Luncurkan Jersey Anyar Musim 2026/2027 Pasca Sambut Piala Presiden

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Arema FC merilis seragam bertanding terbaru yang dipersiapkan untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Perlengkapan anyar tersebut mulai diperkenalkan ke publik jelang bergulirnya ajang pra-musim Piala Presiden, seperti dilansir dari Bola.

Manajemen klub memosisikan seragam ini bukan sekadar pakaian olahraga. Setiap detail warna hingga corak bahan dikurasi untuk merepresentasikan rekam jejak sejarah, identitas, serta karakter klub berjuluk Singo Edan tersebut.

Ajang pra-musim dipilih menjadi panggung perdana memperkenalkan corak anyar ini kepada Aremania. Peluncuran ini menjadi modal awal tim sebelum berlaga di kompetisi Super League musim 2026/2027.

Chief Business & Commercial Officer Arema FC, Irma Prianti, menjelaskan arti penting rilis seragam tim kali ini. Ia menilai momentum turnamen pra-musim sangat pas untuk memamerkan semangat baru klub.

"Jersey bagi Arema FC bukan sekadar perlengkapan pertandingan. Jersey adalah representasi identitas, kebanggaan, sejarah, sekaligus semangat baru yang ingin kami bawa dalam menyambut musim kompetisi. Momentum Piala Presiden menjadi awal yang tepat untuk memperkenalkan wajah baru Arema FC kepada seluruh Aremania," ujar Irma.

Langkah strategis ini diambil guna memperkuat fondasi jati diri tim dalam masa transisi musim baru. Semua elemen desain dirancang agar selaras dengan pesan emosional yang ditujukan kepada pencinta sepak bola nasional.

Warna biru navy disepakati sebagai pilar utama untuk jersey kandang. Pilihan nuansa tersebut terinspirasi dari kostum tim pada musim 2008 yang bersejarah, namun dipadukan dengan kesan modern yang lebih anggun.

Irma menegaskan pentingnya menjaga tradisi warna kebanggaan klub dengan sentuhan yang lebih segar.

"Kami tetap mempertahankan biru sebagai identitas utama Arema FC. Kali ini kami menghadirkannya dalam nuansa navy yang lebih kuat dan elegan. Filosofinya adalah bagaimana Arema FC terus tumbuh menjadi klub yang semakin matang tanpa pernah meninggalkan sejarahnya," katanya.

Sementara untuk kostum tandang, pilihan jatuh pada warna putih tulang atau off white. Nuansa ini menghadirkan kesan anyar yang melambangkan kesederhanaan, ketenangan, nilai sportivitas, serta semangat kebersamaan.

Filosofi Warna Kiper dan Motif Bunga Lotus

Dua varian warna disiapkan bagi penjaga gawang, yakni biru muda dan merah. Pemilihan warna ini mengusung makna filosofis terkait peran penting seorang kiper di area pertahanan.

Kelir biru muda mencerminkan fokus, ketenangan, serta rasa percaya diri. Sebaliknya, warna merah menjadi lambang keteguhan hati, keberanian, dan daya juang tinggi saat berada di bawah tekanan lawan.

"Penjaga gawang bukan hanya pemain terakhir di lini pertahanan, tetapi juga sosok pemimpin yang harus mampu tetap tenang di bawah tekanan sekaligus berani mengambil keputusan pada momen-momen penting pertandingan," jelas Irma.

Keunikan menonjol pada kostum edisi 2026/2027 ini terletak pada penerapan corak kain jacquard bermotif bunga Lotus atau Teratai. Bunga khas Kota Malang tersebut melambangkan daya bangkit dan kemampuan bertahan dalam segala kondisi.

Irma menyebutkan bahwa adopsi elemen lokal menjadi fondasi utama dalam perancangan desain jersey.

"Motif Lotus menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas Kota Malang. Kami ingin jersey ini tidak hanya membawa nama Arema FC, tetapi juga memperkenalkan simbol dan kebanggaan daerah kepada masyarakat sepak bola Indonesia," tutur Irma.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow