Arsenal Gagal Juara Liga Champions Setelah Kalah Adu Penalti dari PSG

Smallest Font
Largest Font

Arsenal gagal meraih gelar juara Liga Champions 2025/2026 setelah ditundukkan Paris Saint-Germain (PSG) lewat adu penalti dengan skor 3-4 di Budapest pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. Dilansir dari Bola, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum pertandingan ditentukan melalui babak tos-tosan.

Kekalahan dalam partai puncak kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut mendatangkan kekecewaan mendalam bagi gelandang Arsenal, Declan Rice. Pertandingan final di Hongaria ini sekaligus menjadi laga ke-63 bagi skuad asuhan Mikel Arteta di semua kompetisi sepanjang musim.

“Rasanya sangat menyakitkan. Sangat menghancurkan kalah di final Liga Champions lewat adu penalti,” kata Rice kepada TNT Sports setelah pertandingan.

Pemain lini tengah berkebangsaan Inggris tersebut mencoba tetap tegar dengan melihat pencapaian dan konsistensi timnya di sepanjang musim ini. Kegagalan mengeksekusi penalti dinilainya sebagai bagian tidak terpisahkan dari drama pertandingan sepak bola profesional.

“Kami mencoba melihat perjalanan yang telah kami tempuh sebagai sebuah tim. Ini adalah musim yang luar biasa, pertandingan ke-63 kami di semua kompetisi malam ini, dan kami telah memberikan segalanya hingga titik ini."

Meskipun terpukul karena tidak mampu membawa pulang trofi, pemain nomor punggung empat tersebut memberikan pembelaan terhadap rekan-rekan setimnya. Baginya, kalah dalam drama adu penalti di babak final juga pernah dialami oleh klub-klub besar lainnya.

“Kami berhasil membawa pertandingan ke adu penalti. Saya tahu banyak orang menyebutnya seperti lotre, tetapi memang begitulah sepak bola. Anda bisa menang atau kalah lewat penalti, dan beberapa tim terbaik dalam sejarah juga pernah kalah melalui adu penalti di final.

Malam ini kami yang merasakan hal itu. Yang jelas, kami menang bersama dan kalah bersama,” imbuh gelandang Timnas Inggris tersebut.

Meski mengakhiri musim tanpa gelar juara kompetisi Eropa, Declan Rice tetap memberikan apresiasi dan rasa hormat yang tinggi kepada seluruh staf dan jajaran pemain Arsenal. Ia menilai perjuangan tim sejak awal pramusim merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.

“Saya sangat bangga dengan tim ini dan para pemain ini. Musim yang luar biasa, benar-benar luar biasa. Saya tidak bisa cukup memuji semua orang,” ujar Rice.

Mantan kapten West Ham United tersebut optimistis bahwa The Gunners akan mengambil pelajaran penting dari kegagalan ini. Dirinya memastikan bahwa Arsenal akan kembali bersaing di papan atas kompetisi musim depan.

“Tentu saja saya sangat kecewa, tetapi saya juga mencoba melihat gambaran besarnya, dari saat kami memulai musim pada Juli tahun lalu hingga posisi kami sekarang. Ini adalah perjalanan yang luar biasa sepanjang musim ini. Kami akan kembali lagi.”

Dalam jalannya pertandingan, Arsenal sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui gol cepat yang dicetak oleh penyerang asal Jerman, Kai Havertz, saat laga baru berjalan enam menit. Namun, keunggulan satu gol tersebut tidak mampu dipertahankan hingga babak kedua berakhir.

PSG berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-65 melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele, menyusul pelanggaran yang dilakukan oleh bek Arsenal, Cristhian Mosquera, terhadap Khvicha Kvaratskhelia di dalam area terlarang pada menit ke-62. Hasil ini memastikan raksasa Prancis tersebut mencetak gelar juara secara beruntun.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed