Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 di Prambanan
Ajang sport tourism unggulan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 kembali diselenggarakan oleh Bank Mandiri pada Minggu, 21 Juni 2026, di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Seperti dilansir dari Bola, pergelaran ini mengusung tema "More Than a Race" yang mengintegrasikan kompetisi lari internasional dengan pariwisata, budaya, serta dampak sosial bagi masyarakat.
Jumlah peserta MJM 2026 mencapai 10.200 pelari yang berasal dari 17 negara. Catatan ini menjadikan gelaran tahun 2026 sebagai kompetisi dengan jumlah peserta terbesar sejak pertama kali diadakan pada tahun 2017.
Perlombaan ini menyediakan empat kategori meliputi Marathon (42,195 kilometer), Half Marathon (21,097 kilometer), 10K, dan 5K Fun Run. Seluruh lintasan balap dalam ajang ini telah mendapatkan sertifikasi resmi dari AIMS.
Para pelari akan mendapatkan racepack yang berisi nomor BIB, jersey, serta medali finisher. Tambahan berupa finisher tee juga akan diberikan khusus bagi peserta kategori Half Marathon dan Marathon.
Konsep "More Than a Race" dijabarkan melalui empat pilar utama. Pilar tersebut meliputi pengalaman lari ikonik (Experience), perayaan budaya (Celebration), perjalanan wisata (Trip to Jogja), hingga dampak sosial ekonomi (Impact).
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa MJM 2026 berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan. Langkah ini diharapkan mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat dan sektor ekonomi daerah.
"MJM adalah wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race," ujar Adhika dalam Konferensi Pers MJM 2026 di Yogyakarta, Kamis (18/6/2026).
Kepala Dinas Pariwisata D.I Yogyakarta, Imam Pratanadi, memberikan penilaian positif terhadap dampak penyelenggaraan acara ini. MJM dinilai memperkuat posisi Yogyakarta sebagai tujuan utama sport tourism di Asia Tenggara.
"MJM membuktikan olahraga, budaya, dan pariwisata dapat bersinergi menggerakkan ekonomi daerah. Yogyakarta diuntungkan dari lonjakan okupansi hotel, kuliner, hingga transportasi setiap kali ajang ini digelar," kata Imam.
Data riset dari Mandiri Institute menunjukkan pelaksanaan MJM secara konsisten meningkatkan daya beli masyarakat setempat. Pada MJM 2025, pertumbuhan belanja di Provinsi D.I. Yogyakarta naik 11,6 persen secara mingguan saat acara berlangsung.
Sektor pariwisata mencatat peningkatan signifikan sepanjang pekan pelaksanaan tahun lalu. Transportasi tumbuh 21,9 persen, kuliner meningkat 10,1 persen, perhotelan naik 6,4 persen, dan belanja perjalanan bertambah 5,6 persen.
Race Director MJM 2026 dari iSport, Pandu Bagus Buntaran, menerangkan bahwa rute lari dirancang melewati berbagai titik warisan budaya. Jalur perlombaan mencakup Candi Plaosan, Monumen Taruna, hingga sejumlah kawasan desa tradisional.
Medali finisher untuk edisi kali ini menggunakan desain yang terinspirasi dari Panggung Krapyak. Situs tersebut merupakan bagian dari Sumbu Filosofis Yogyakarta yang diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2023.
"Setiap kilometer di MJM 2026 adalah perjalanan menyusuri Sumbu Filosofis, garis imajiner yang membentang dari Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, hingga Tugu Pal Putih. Pelari menempuh jarak sekaligus menapaki narasi peradaban Yogyakarta," ujar Pandu.
Faktor keselamatan peserta dipenuhi lewat kolaborasi bersama PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri). Kerja sama ini menghadirkan perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi seluruh pelari terdaftar.
Manfaat perlindungan asuransi tersebut mencakup total nilai pertanggungan yang mencapai Rp100 miliar. Fasilitas ini juga menyediakan santunan harian jika terjadi kecelakaan sepanjang perlombaan.
Bank Mandiri menyediakan program potongan harga hingga 50 persen dan tambahan 30 Livin'poin selama 1-30 Juni 2026. Penawaran ini berlaku di lebih dari 1.000 merchant Yogyakarta, termasuk area stasiun dan bandara.
Corporate Communications Visa Indonesia, Astri Abyanti, menyatakan keterlibatan Visa selaku mitra transaksi untuk memperlancar sistem pembayaran. Pemegang kartu Mandiri Visa dapat menikmati fasilitas fast track saat Race Pack Collection serta akses ke Visa Lounge.
“Ajang seperti Mandiri Jogja Marathon menunjukkan bagaimana sport tourism tidak hanya menarik kunjungan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas di tingkat lokal, mulai dari UMKM hingga sektor pariwisata,” ujar Astri.
“Di sini, peran Visa adalah memastikan setiap interaksi tersebut dapat berlangsung secara seamless, aman, dan terhubung, sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini sejalan dengan fokus kami pada passion pillar olahraga dalam menghadirkan pengalaman yang relevan dan berdampak,” tambahnya.
Gerakan ramah lingkungan diterapkan melalui program One Ticket One Climate Action pada sistem registrasi. Setiap pendaftar mendonasikan Rp1.000 untuk pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Livin' Planet.
Penyediaan 10.200 race pack memanfaatkan material tekstil daur ulang lewat program Mandiri Looping for Life. Proyek ini mengolah 1,25 ton pakaian bekas dan mengurangi emisi karbon sebesar 68 ton $CO2e$.
Proses pembuatan race pack sirkular ini melibatkan belasan penenun serta lebih dari 100 penjahit lokal. Manajemen kebersihan di lokasi acara juga menerapkan prinsip zero waste to landfill.
Kontribusi sosial diwujudkan lewat Program Mandiri Sahabat Desa yang menjangkau 28 desa di sekitar kawasan Prambanan. Agenda ini meliputi perbaikan jalan, pembuatan batas desa, serta pembagian 2.800 paket sembako.
Program Mandiri Bakti Kesehatan diselenggarakan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman, dan Puralaya Imogiri. Layanan yang disediakan berupa Mini General Check-Up serta kegiatan khitanan massal.
"MJM 2026 memperluas jangkauan sosial Bank Mandiri hingga ke 28 desa di sekitar Prambanan. Kami ingin setiap komunitas yang menjadi bagian dari perjalanan MJM merasakan manfaat nyata, dari perbaikan infrastruktur jalan hingga layanan kesehatan bagi para penggiat budaya yang menjaga warisan Yogyakarta," ujar Adhika.
Pelatihan literasi keuangan digital diberikan kepada 60 pelaku UMKM sektor makanan dan minuman pada 14 Juni 2026. Langkah ini diperkuat melalui kehadiran area Mandiri LAKU LOKAL (mLaku Lokal) di Candi Prambanan.
Fasilitas mLaku Lokal di area Race Village menampung 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM. Lokasi ini dipersiapkan sebagai pusat interaksi kuliner dan hiburan bagi pelari serta pengunjung.
Sebelum pelaksanaan lomba, rangkaian lari pemanasan Road to MJM 2026 diselenggarakan di beberapa wilayah. Promosi tiket perlombaan serta paket akomodasi ditawarkan melalui fitur Sukha di aplikasi Livin' by Mandiri.
“Melalui pendekatan yang memadukan olahraga, budaya, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri menargetkan MJM 2026 menjadi tolok ukur sport tourism nasional sekaligus perayaan kota yang hidup dan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Yogyakarta,” pungkas Adhika.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow