Baterai Samsung Galaxy S26 Ultra di Bawah Ekspektasi Saat Diuji Independen

Smallest Font
Largest Font

Hasil pengujian independen terhadap ketahanan baterai Samsung Galaxy S26 Ultra baru saja mengungkapkan fakta yang cukup mengagetkan di luar ekspektasi awal kita. Sebagai pengamat yang kritis, Saya melihat performa lini premium terbaru ini memicu diskusi sengit. Lembaga riset terpercaya UX Connect Research baru saja merampungkan pengujian ekstensif terhadap tiga model utama dari produsen asal Korea Selatan ini.

Pengujian ketahanan daya yang dilakukan oleh UX Connect Research ini berlangsung dalam rentang waktu yang cukup ketat.

Mereka melangsungkan proses pengujian tersebut antara tanggal 8 Januari 2026 hingga 30 Januari 2026. Lokasi pengujian dilakukan secara ketat di dua wilayah pasar utama, yaitu Amerika Serikat dan Inggris.

Satu hal yang menarik untuk dicermati adalah penggunaan perangkat versi pra-rilis sepanjang pengujian. Langkah ini diambil agar hasil evaluasi bisa keluar mendekati momen pengumuman resmi produk ke publik.

Metode pengujian yang diterapkan oleh UX Connect Research menggunakan pengaturan default pabrikan. Perangkat diuji secara aktif pada jaringan seluler LTE dan 5G Sub6. Penting dicatat, pengujian daya ini sama sekali tidak dilakukan pada jaringan 5G mmWave yang dikenal sangat menguras baterai.

Lembaga tersebut menguji tiga varian model spesifik dengan nomor seri resmi yang dipersiapkan oleh Samsung.

Model yang diuji meliputi SM-S948, SM-S947, dan SM-S942.

Dari spesifikasinya, menurut saya hasil pengujian performa daya ini memperlihatkan bahwa Samsung tampaknya bermain terlalu aman pada aspek manajemen daya di tahun 2026.

Langkah Samsung yang condong cari aman ini sejalan dengan ulasan mendalam yang dirilis oleh media teknologi Tweakers.net.

Mereka secara blak-blakan menyebutkan bahwa Samsung sengaja mengambil langkah konservatif untuk menjaga stabilitas perangkat.

Namun, bagi konsumen yang mendambakan lonjakan kapasitas masif, keputusan ini tentu terasa sebagai sebuah kekurangan (cons) yang nyata.

Perbandingan Model Lini Samsung Galaxy S26 Series

Pengumuman Samsung Galaxy S26 Series sendiri baru saja terlaksana pada bulan Februari 2026.

Melalui pengumuman global tersebut, raksasa teknologi ini meresmikan tiga varian perangkat sebagai andalan barunya. Ketiga model tersebut terdiri dari Galaxy S26 standar, Galaxy S26+, dan kasta tertingginya yaitu Galaxy S26 Ultra.

Setiap tipe sengaja dirancang untuk menyasar segmen pengguna yang berbeda-beda. Untuk memudahkan pemetaan perangkat, berikut adalah detail penomoran model resmi yang digunakan dalam pengujian.

Daftar Model Samsung Galaxy S26 Series dalam Pengujian Daya
Nama PerangkatNomor Model Resmi
Samsung Galaxy S26 UltraSM-S948
Samsung Galaxy S26+SM-S947
Samsung Galaxy S26 StandarSM-S942

Melihat kesesuaian data di atas, nomor model SM-S948 mengacu langsung pada performa Samsung Galaxy S26 Ultra.

Sementara itu, nomor model SM-S947 disematkan untuk Galaxy S26+ dan SM-S942 menjadi identitas bagi Galaxy S26 standar.

Kekurangan Manajemen Daya Seri Ultra

Sebagai varian tertinggi yang mengusung nama Ultra, ekspektasi publik terhadap SM-S948 tentu berada di level tertinggi. Namun, data dari pengujian default di jaringan LTE dan 5G Sub6 menunjukkan hasil yang biasa saja. Absennya pengujian pada 5G mmWave juga menyisakan tanda tanya besar mengenai ketahanan aslinya di skenario ekstrem.

Bagi saya, jika pada jaringan Sub6 saja hasilnya belum memuaskan, varian SM-S948 ini bisa keteteran di jaringan yang lebih cepat.

Posisi Varian Plus dan Standar

Model SM-S947 dan SM-S942 juga tidak memperlihatkan lompatan efisiensi yang dramatis selama pengujian Januari lalu.

Langkah produsen yang tidak merombak arsitektur baterai secara radikal membuat kedua ponsel ini terjebak dalam bayang-bayang performa generasi masa lalu.

Konsumen yang mengharapkan perubahan besar dari Galaxy S26 standar tampaknya harus menelan kekecewaan.

Saya pake HP TERBAIK Samsung selama 30 hari - Review Galaxy S26 Ultra! | Santertainment Indonesia

Pertimbangan Membeli Berdasarkan Fakta Lapangan

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli ponsel premium ini, Anda wajib melihat preferensi kebutuhan harian secara jeli.

Situs resmi seperti GSMarena dan Mobiel.nl juga telah memaparkan lembar spesifikasi lengkap yang menegaskan tidak adanya perubahan kapasitas sel baterai yang signifikan.

Berikut adalah beberapa poin evaluasi kritis yang berhasil dihimpun dari hasil pengujian independen tersebut:

  • Ketahanan daya versi pra-rilis SM-S948 belum menunjukkan keunggulan mutlak jika dibandingkan dengan kompetitor di kelas premium.
  • Pengujian belum mencakup skenario beban tinggi di jaringan 5G mmWave yang menjadi standar krusial di beberapa negara maju.
  • Keputusan teknis pabrikan terkesan stagnan dan cari aman demi mengejar kestabilan suhu perangkat.

Berdasarkan komparasi data resmi dari platform Samsung Indonesia maupun Samsung Malaysia, arsitektur internal perangkat memang lebih difokuskan pada optimalisasi perangkat lunak. Pendekatan ini dinilai kurang agresif untuk bersaing dengan jenama lain yang berani menyuntikkan densitas baterai lebih padat. Kondisi ini membuat nilai jual dari sektor daya murni menjadi agak hambar bagi sebuah ponsel flasgship tahun 2026.

Fakta pengujian dari UX Connect Research di Amerika Serikat dan Inggris mempertegas bahwa peningkatan performa di atas kertas tidak selalu berbanding lurus dengan ketahanan di dunia nyata.

Jika prioritas utama Anda adalah daya tahan baterai badak yang mampu bertahan berhari-hari dalam sekali pengisian, urungkan niat Anda untuk langsung meminang Samsung Galaxy S26 Ultra tanpa melakukan pertimbangan matang.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow