Cedera Reece James Paksa Xabi Alonso Tinjau Ulang Transfer Chelsea

Smallest Font
Largest Font

Cedera hamstring yang kembali menimpa kapten Chelsea, Reece James, saat memperkuat Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 menjadi sinyal penting bagi Xabi Alonso. Seperti dilansir dari Bola, pelatih asal Spanyol tersebut kini dinilai perlu mengevaluasi kembali strategi transfer The Blues menjelang musim 2026/2027. Chelsea sebenarnya dilaporkan hampir merampungkan kesepakatan untuk memboyong bek sayap Atalanta, Marco Palestra.

Langkah transfer ini mengindikasikan bahwa Alonso ingin memperkuat kedalaman komposisi pemain di sektor bek sayap maupun wing-back. Kondisi fisik terbaru James menjadi bukti kuat bahwa Chelsea sangat membutuhkan amunisi tambahan di sektor tersebut. Langkah ini diperlukan agar tim tidak terus-menerus bergantung pada kehadiran sang kapten di lapangan.

Sebelum turnamen Piala Dunia 2026 bergulir, keputusan pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, sempat memicu kritik. Tuchel tetap memanggil dua bek kanan yang memiliki rekam jejak cedera panjang, yakni Reece James dan Tino Livramento.

Livramento pada akhirnya terpaksa dicoret dari skuad Tiga Singa sehari menjelang pertandingan pertama. Situasi tersebut otomatis memberikan beban bermain yang jauh lebih besar kepada James untuk mengawal sektor kanan pertahanan. Pada Jumat malam, Tuchel memberikan konfirmasi resmi bahwa James menderita cedera hamstring ringan. Masalah ini memaksa sang pemain absen saat Inggris bertanding melawan Panama.

Beberapa laporan media menyebutkan bahwa bek berumur 26 tahun tersebut juga berpotensi besar melewatkan laga di babak 32 besar yang berlangsung beberapa hari setelahnya. Dalam jangka pendek, publik fokus pada taktik Inggris untuk mengantisipasi absennya James. Namun, Chelsea dituntut melihat masalah yang lebih makro mengenai alasan cedera hamstring sang pemain selalu kambuh ketika diplot sebagai bek kanan.

Melihat rekam jejak medis James, terdapat pola yang sangat konsisten. Tiga cedera hamstring terakhir yang dialaminya selalu muncul saat ia ditempatkan pada posisi bek kanan atau bek kiri. Pada November 2024, James harus menjalani masa pemulihan selama lebih dari dua bulan. Cedera itu terjadi tidak lama setelah ia kembali bermain di kedua posisi sayap tersebut pascapulih dari cedera sebelumnya.

Larangan Bermain di Sektor Bek Kanan

Kejadian serupa kembali terulang pada Maret lalu. Kala itu, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, memaksakan James bermain dalam dua laga beruntun melawan Paris Saint-Germain (PSG) dan Newcastle United hanya dalam periode tiga hari.

James dipasang penuh selama 90 menit pada kedua pertandingan tersebut. Walau mengawali laga sebagai gelandang tengah, ia digeser menjadi bek kanan di akhir laga kontra PSG dan kembali mengisi posisi serupa pada babak kedua melawan Newcastle. Imbas dari keputusan tersebut, James harus kembali menepi dari panggung Premier League selama hampir dua bulan.

Kini, skenario yang sama persis kembali terjadi di level internasional. James dipasang dua kali sebagai bek kanan dalam kurun waktu kurang dari satu minggu sebelum akhirnya tumbang karena cedera hamstring.

Kondisi ini memicu pandangan bahwa Chelsea sudah seharusnya tidak lagi menempatkan James sebagai pilihan utama di pos bek kanan maupun wing-back.

Alonso Diminta Siapkan Peran Baru

Mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, sebelumnya pernah memaparkan bahwa menempatkan James sebagai gelandang tengah dapat meminimalisasi intensitas sprint dan akselerasi. Beban fisik tersebut jauh lebih sering terjadi saat bermain di sektor luar lapangan. James juga dinilai tetap mampu memberikan dampak positif saat mengawal lini tengah. Meskipun demikian, kolaborasinya bersama Moises Caicedo diakui masih memiliki kelemahan dari segi postur tubuh.

Status James sebagai kapten utama serta kepemilikan kontrak jangka panjang membuatnya tetap menjadi pilar krusial bagi Chelsea. Kendati begitu, Xabi Alonso dituntut merancang peran baru yang lebih aman bagi pemain jebolan akademi tersebut. James dianggap memiliki kecocokan yang lebih baik jika dipasang sebagai bek tengah sebelah kanan dalam formasi tiga bek, atau sebagai gelandang tengah. Sebaliknya, peran bek kanan atau wing-back disarankan untuk ditinggalkan karena memberikan beban fisik yang terlampau berat.

Kebutuhan Mendesak Bek Sayap Tambahan

Secara komposisi skuad, Chelsea sebenarnya mengantongi beberapa pilihan di sektor bek sayap. Nama-nama seperti Marco Palestra, Malo Gusto, Josh Acheampong, Jorrel Hato, hingga Valentin Barco yang digosipkan segera merapat dari Strasbourg masuk dalam daftar. Selain nama-nama di atas, terdapat pula sosok Geovany Quenda yang memiliki karakter bermain lebih ofensif di lini depan.

Namun, jajaran opsi tersebut masih menyisakan keraguan bagi tim. Gusto dinilai belum memperlihatkan performa yang konsisten, sementara Acheampong dianggap lebih potensial jika berkembang sebagai bek tengah.

Di sisi lain, Hato merasa lebih familier bergerak di sisi kiri pertahanan. Sementara itu, Barco diprediksi memerlukan waktu adaptasi yang cukup panjang di Premier League setelah melewati periode sulit bersama Brighton & Hove Albion.

Oleh karena itu, terlepas dari bagaimana kelanjutan karier Gusto di Stamford Bridge, Chelsea wajib menempatkan perburuan bek sayap atau wing-back baru sebagai prioritas utama. Beberapa pemain dinilai potensial menjadi target buruan, termasuk mantan penggawa mereka yang kini memperkuat Newcastle United, Lewis Hall. Nama lain yang masuk bursa adalah Maxi Araujo dari Sporting Lisbon, serta pemain bertahan Leeds United, Gabriel Gudmundsson.

Di samping menambah kekuatan di sektor serang, manajemen Chelsea dituntut bergerak cepat merespons kondisi medis Reece James. Evaluasi ini penting agar tim tidak kehabisan opsi pemain pada posisi krusial dalam formasi 3-4-2-1 milik Xabi Alonso.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed