Dewa United Lepas Pelatih Jan Olde Riekerink
Manajemen Dewa United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jan Olde Riekerink pada Sabtu (4/7/2026) setelah sang arsitek mendampingi tim selama empat musim kompetisi, seperti dilansir dari Bola.
Keputusan pelepasan juru taktik asal Belanda tersebut memicu spekulasi mengenai kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, sebagai kandidat kuat suksesor di kubu Banten Warriors.
Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, memberikan pernyataan resmi mengenai kontribusi signifikan yang telah diberikan oleh mantan pelatih Galatasaray tersebut sejak awal masa pembangunan klub.
"Coach Jan datang ketika kami masih berada di tahap awal membangun klub. Dalam empat musim, beliau membantu kami bertumbuh sedikit demi sedikit," ujar Ardian Satya Negara, Presiden Dewa United.
Manajemen mengapresiasi transformasi performa tim yang berhasil keluar dari zona bawah hingga mampu menembus ketatnya persaingan kompetisi antarklub di tingkat Asia.
"Dari tim yang berjuang keluar dari papan bawah, kemudian mampu bersaing di papan atas, hingga akhirnya membawa Dewa United merasakan atmosfer kompetisi Asia untuk pertama kalinya. Perjalanan itu tentu tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras beliau bersama seluruh staf pelatih," jelas Ardian Satya Negara.
Jan Olde Riekerink mencatatkan grafik performa yang fluktuatif selama menukangi Dewa United, termasuk finis di peringkat ke-17 pada musim perdana yang terhindar dari degradasi akibat regulasi penghapusan penurunan kasta.
Memasuki musim kedua, tim menempati peringkat kelima, disusul pencapaian posisi runner-up Super League pada musim ketiga, hingga akhirnya menutup musim terakhir di posisi ketujuh BRI Super League.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua kontribusi yang telah diberikan coach Jan. Ada banyak momen yang akan selalu kami kenang bersama, termasuk ketika klub berhasil finis sebagai runner-up Liga 1 dan tampil di kompetisi Asia. Itu adalah titik penting dalam perjalanan Dewa United, dan coach Jan memiliki peran yang sangat besar di dalamnya," terang Ardian Satya Negara.
Pihak klub mendoakan yang terbaik bagi karier lanjutan sang pelatih serta menegaskan bahwa warisan taktiknya akan tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan klub sepak bola asal Tangerang tersebut.
"Dalam sepak bola, setiap perjalanan pasti memiliki akhirnya masing-masing. Hari ini kami menutup satu bab yang penuh makna dengan rasa hormat dan abraprecisasi yang tinggi," tutur Ardian Satya Negara.
Manajemen Dewa United kini tengah bersiap menghadapi masa transisi sebelum mengumumkan jajaran staf kepelatihan yang baru demi menyongsong kompetisi mendatang.
"Kami mendoakan coach Jan dan jajarannya beserta keluarga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan untuk perjalanan berikutnya. Apa yang telah beliau berikan akan selalu menjadi bagian dari sejarah Dewa United Banten FC," imbuh Ardian Satya Negara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow