Erick Thohir Respons Keresahan Presiden Prabowo Terkait Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa pembinaan atlet sepak bola membutuhkan proses jangka panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan demi menembus panggung elite dunia seperti Piala Dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir sebagai respons atas pidato Presiden RI Prabowo Subianto yang menyinggung namanya terkait kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, seperti dilansir dari Bola.

Erick Thohir menilai perhatian kepala negara terhadap sepak bola mencerminkan kepedulian yang luas bagi seluruh ekosistem olahraga nasional, termasuk cabang olahraga lain yang menorehkan prestasi di tingkat internasional.

"Tadi seperti yang saya sampaikan, Bapak Presiden secara simbolis pasti hadir, dan maksud serta tujuannya bukan hanya sepak bola, tetapi juga seluruh cabang olahraga yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi national branding dan kehormatan bangsa, yaitu salah satunya para juara Olimpiade," ujar Erick Thohir.

Mantan Presiden Inter Milan tersebut menambahkan bahwa ingatan publik terhadap prestasi setiap cabang olahraga memang berbeda, di mana sepak bola selalu diukur lewat pencapaian menuju Piala Dunia.

"Memang, mohon maaf, ini bukan bermaksud membeda-bedakan cabang olahraga. Ketika ada atlet yang berkompetisi dan menjadi juara Olimpiade, tentu prestasi itulah yang akan diingat. Itu wajar. Sementara untuk sepak bola, yang paling diingat adalah masuk Piala Dunia," jelas Erick Thohir.

Guna mencapai target besar di ajang Olimpiade maupun Piala Dunia, Erick Thohir mendorong pelaksanaan pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang yang berkesinambungan tanpa terputus demi regenerasi atlet.

"Nah, ini kami terus mendorong pelatnas jangka panjang. Tidak mungkin persiapan menuju Olimpiade 2032 baru disiapkan pada 2031, tidak mungkin. Tahun depan SEA Games tidak ada pelatnasnya tahun ini, tidak mungkin,' ucap Erick Thohir.

Menurutnya, manajemen pelatnas harus tetap berjalan dengan memprioritaskan kelompok atlet potensial serta mengalokasikan anggaran terpisah bagi atlet muda.

"Begitu pula Asian Games yang tinggal bulan September, pelatnas berhenti, tidak mungkin. Harus jalan. Cuma kami fokuskan atlet-atlet yang memiliki potensi prestasi.

Sementara atlet-atlet yang lebih muda pakai dana pelatnas yang satunya lagi. Ini mekanisme saja, mindset," tutur Erick Thohir.

Ketua PSSI tersebut juga mengapresiasi pemahaman Presiden Prabowo mengenai pentingnya investasi waktu serta anggaran tahunan untuk membentuk performa atlet yang tangguh.

"Jadi, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang mengerti apa itu manfaat olahraga sebagai bagian dari kehormatan," ujar Erick Thohir.

Erick Thohir menambahkan kembali bahwa persiapan matang menjadi kunci utama dalam peningkatan performa di ranah olahraga.

"Bapak Presiden juga mengerti bagaimana pelatnas untuk penampilan atlet itu tidak bisa sebulan, tapi tahunan, termasuk sepak bola," ucap Erick Thohir.

Sebelumnya, keresahan mengenai posisi sepak bola Indonesia di kancah dunia diutarakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara peluncuran biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026).

"Yang masih sulit bagi kita adalah masuk Piala Dunia. Ah, itu yang masih saya pikirkan. Jadi, saya terus resah, terus terang saja saya resah," papar Prabowo Subianto.

Kepala Negara menyatakan ketidakpuasannya karena pencapaian teknologi energi nasional belum berbanding lurus dengan prestasi sepak bola di kancah dunia.

"Kita bisa B-50, tetapi tidak bisa masuk Piala Dunia. Saya masih tidak puas. Bagaimana caranya masuk Piala Dunia, Saudara-saudara? Jangan anggap enteng," ungkap Prabowo Subianto.

Di sela pidatonya, Presiden sempat mencari keberadaan Erick Thohir secara berseloroh karena tidak melihatnya di lokasi acara.

"Sepak bola itu kehormatan. Ya, siapa yang bertanggung jawab? Mana Erick Thohir? Mana Erick Thohir?" tanya Prabowo Subianto.

Presiden kemudian menitipkan pesan kepada kakak Erick Thohir, Garibaldi "Boy" Thohir yang hadir di tempat, serta mempertanyakan dukungan finansial kepada Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa.

"Boy, kasih tahu adikmu, ya," kata Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto menekankan perlunya koordinasi lintas sektor guna memastikan segala kebutuhan Timnas Indonesia terpenuhi demi memuluskan jalan menuju Piala Dunia.

"Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?" terang Prabowo Subianto.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed