Erick Thohir Tegaskan Timnas Indonesia Hanya Menghadapi Tim Nasional

Smallest Font
Largest Font

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Timnas Indonesia tidak akan dijadwalkan bertanding melawan klub Eropa demi menjaga urgensi perolehan poin FIFA Matchday, seperti dilansir dari Bola.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons kepastian laga uji coba bertajuk Indonesia Super Cup 2026 antara Chelsea melawan AC Milan yang rencananya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada 8 Agustus 2026.

Erick menegaskan pentingnya mempertahankan persepsi utama bahwa skuat Garuda berfokus penuh pada laga antarnegara.

"Kalau saya dari awal, Timnas Indonesia itu bukan bertanding melawan klub. Timnas Indonesia itu bertanding melawan tim nasional. Nah, persepsi ini tidak boleh berubah lagi.

Kenapa? Di FIFA Matchday ada poin untuk tim nasional. Kalau klub tidak ada poin," ujar Erick Thohir.

Selain mengenai tim nasional, pembenahan tata kelola serta peningkatan infrastruktur dinilai sebagai fondasi mendasar dalam mendorong kenaikan mutu klub-klub domestik secara berkelanjutan.

"Nah, kami juga ingin mendorong klub-klub Indonesia menjadi klub besar di Asia Tenggara dengan cara yang baik. Kenapa? Itulah yang kami dorong.

Club licensing klub-klub Indonesia harus benar-benar diikuti. Klub-klub Indonesia harus punya fasilitas stadion yang mumpuni," tutur Erick Thohir.

Pemerintah bersama PSSI pun mengambil langkah strategis berupa kerja sama lintas kementerian untuk memaksimalkan penggunaan sarana olahraga di berbagai daerah.

"Makanya, Kemenpora juga punya perjanjian dengan Menteri Dalam Negeri dan UMKM untuk mendorong aset-aset pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa di-KSO-kan, bekerja sama dengan klub-klub olahraga, termasuk sepak bola," jelasnya.

Pertumbuhan finansial yang sehat dan profesional dipandang menjadi kunci agar klub-klub sepak bola Tanah Air mampu bersaing di tingkatan kompetisi global di masa depan.

"Nah, artinya apa? Kalau klub-klub kita makin baik secara keuangan, ini juga menumbuhkan klub-klub yang sehat di kemudian hari sehingga level pertandingannya tidak hanya melawan klub-klub Asia Tenggara, mungkin juga klub dunia," kata Erick Thohir.

Erick turut memberikan gambaran potensi laga besar di masa depan, seperti Persija Jakarta berhadapan dengan Manchester United atau Persib Bandung menjajal Paris Saint-Germain.

"Jadi, saya apresiasi kalau nanti Manchester United melawan Persija, Persib melawan PSG, wah bagus. Cuma mungkin hari ini value-nya belum."

Proses menuju level tersebut membutuhkan waktu sehingga laga persahabatan klub luar negeri yang bergulir saat ini belum melibatkan tim nasional secara langsung.

"Makanya, yang masih bertanding Chelsea melawan AC Milan, atau mungkin Aston Villa masih melawan Indonesia All-Star, tetapi bukan tim nasional," imbuhnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed