GAC Indonesia Tunda Peluncuran E9 PHEV dan Emzoom

Smallest Font
Largest Font

Rencana GAC Indonesia untuk menambah varian produk di luar kendaraan listrik murni terpaksa mengalami penundaan. Dua model baru, yakni GAC E9 PHEV dan GAC Emzoom, dipastikan batal meluncur pada ajang GIIAS 2026 yang digelar akhir Juli mendatang.

Seperti dilansir dari Moladin, keputusan pembatalan ini disampaikan oleh CEO GAC Indonesia, Andry Ciu. Langkah tersebut diambil karena situasi pasar dinilai belum tepat untuk merilis kendaraan bermesin bahan bakar fosil maupun teknologi plug-in hybrid (PHEV).

Sebelumnya, kedua tipe ini diproyeksikan menjadi andalan baru bagi GAC Indonesia. Model tersebut direncanakan untuk mendampingi lini kendaraan listrik yang sudah dipasarkan lebih dulu, seperti Aion Y Plus, Aion V, dan Hyptec HT.

Pertimbangan kondisi eksternal menjadi alasan utama bagi perusahaan sebelum memasukkan E9 PHEV serta Emzoom ke pasar domestik. Beberapa hal yang diperhatikan meliputi kenaikan harga BBM, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan pemulihan ekonomi.

"Untuk acara GIIAS, saya menunda peluncuran kendaraan E9 dan Emzoom. Saya melihat ini bukan saat yang tepat untuk melahirkan kendaraan tersebut," ujar Andry di Jakarta.

Andry menilai bahwa meluncurkan produk di tengah situasi ekonomi saat ini berisiko membuat harga jual mobil menjadi kurang kompetitif. Hal tersebut dipandang kurang menguntungkan bagi model baru yang masih mengandalkan bahan bakar minyak sebagai penggerak utama.

Pihak GAC Indonesia menyatakan bakal terus memantau pergerakan pasar otomotif dalam beberapa bulan ke depan. Proses peluncuran kedua mobil tersebut akan kembali dikaji jika kondisi pasar dirasa sudah mulai kondusif.

Spesifikasi GAC E9 PHEV dan Emzoom

Model GAC E9 sebenarnya bukan produk asing bagi pencinta otomotif di tanah air. MPV premium dengan teknologi plug-in hybrid ini sebelumnya sempat dipamerkan kepada masyarakat pada ajang GIIAS 2025.

Kendaraan ini dirancang untuk mengisi segmen MPV kelas atas di Indonesia. Di pasar, E9 PHEV berpotensi menjadi pilihan alternatif bagi konsumen yang melirik model sejenis seperti Toyota Alphard Hybrid, Denza D9, atau Xpeng X9.

Dapur pacu E9 menggabungkan mesin bensin 2.0 liter turbo dengan motor listrik. Sistem penggerak ini diklaim mampu memproduksi tenaga gabungan hingga 373 dk dan torsi puncak mencapai 630 Nm.

Mobil premium ini juga dilengkapi baterai berkapasitas 26 kWh yang dapat menempuh jarak sekitar 136 km dengan mode listrik penuh. Jika daya baterai dan tangki bensin terisi penuh, total jarak tempuhnya diklaim melebihi 1.000 km.

Sementara itu, GAC Emzoom dipersiapkan untuk bertarung di kelas SUV kompak bermesin bensin turbo. Berdasarkan spesifikasi global, Emzoom mengusung mesin 1.5 liter turbo bertenaga 170 PS dengan torsi 270 Nm yang disalurkan melalui transmisi dual-clutch 7-percepatan.

Jika resmi mengaspal di tanah air, SUV kompak ini akan berhadapan langsung dengan para kompetitor di kelasnya. Beberapa pesaing terdekatnya meliputi Chery C5, Hyundai Creta N Line, serta Honda HR-V Turbo.

Fokus Utama di GIIAS 2026

Meskipun proses perilisan E9 PHEV dan Emzoom ditangguhkan, GAC dipastikan tetap berpartisipasi dalam pameran GIIAS 2026. Manajemen menyatakan telah menyiapkan beberapa pengumuman penting untuk disampaikan selama pameran otomotif tersebut.

Hingga kini, pihak perusahaan belum memberikan detail mengenai model atau program baru yang akan dipamerkan. Fokus utama dari GAC Indonesia untuk saat ini tetap tertuju pada segmen kendaraan listrik murni yang menjadi pilar penjualan utama mereka.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: moladin.com without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow