Harga Emas Dunia Anjlok ke Bawah Empat Ribu Dolar per Ons

Smallest Font
Largest Font

Harga emas hari ini mencatatkan penurunan signifikan hingga menembus ke bawah level psikologis 4.000 dolar AS per troy ons pada perdagangan global Kamis, 25 Juni 2026. Penurunan tajam ini dipicu oleh sentimen pasar global yang menekan aset aman di bursa komoditas internasional.

Berdasarkan data komoditas terbaru, komoditas emas jatuh lebih dari 3 persen dalam kurun waktu singkat. Koreksi ini memperpanjang tren negatif komoditas logam mulia sepanjang bulan Juni.

Menurut data Trading Economics pada Rabu malam tanggal 24 Juni 2026, harga emas dunia ditutup pada posisi 3.999,60 dolar AS per troy ons. Angka tersebut menunjukkan penurunan harian sebesar 114,01 poin atau merosot sekitar 2,77 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dibandingkan perdagangan hari sebelumnya pada Selasa, 23 Juni 2026. Saat itu, nilai perdagangan emas masih bertahan di angka 4.084,26 dolar AS per troy ons, meskipun sudah turun 2,56 persen dari hari sebelumnya.

Secara akumulatif, grafik harga emas terbaru mengindikasikan penurunan yang cukup dalam selama sebulan terakhir. Dalam 30 hari ke belakang, nilai instrumen safe haven ini sudah tergerus hingga 12,47 persen.

Perbandingan dengan Performa Historis

Meskipun terjadi tren penyusutan dalam jangka pendek, harga emas dunia hari ini sejatinya masih mencatatkan pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Nilai saat ini tercatat 20,01 persen lebih tinggi daripada posisi pada periode yang sama di tahun 2025.

Sebagai perbandingan sejarah, komoditas ini pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor tertinggi emas tersebut menyentuh angka 5.608,35 dolar AS per troy ons pada Januari 2026 yang dipicu pecahnya konflik melibatkan negara Iran.

Berikut adalah rincian performa historis dan proyeksi komoditas emas di pasar global saat ini:

  • Performa harian pada 24 Juni 2026 mengalami penurunan sebesar 2,77 persen.
  • Performa bulanan mencatatkan penurunan total sebesar 12,47 persen.
  • Performa tahunan berjalan masih membukukan kenaikan sebesar 20,01 persen.
  • Prediksi Trading Economics memproyeksikan harga emas mencapai 4.161,84 dolar AS per troy ons di akhir kuartal ini.
  • Proyeksi jangka panjang dalam 12 bulan ke depan diperkirakan mampu menyentuh 4.527,47 dolar AS per troy ons.
Harga Emas Dunia Melemah ke Level US.083 per Troy Ons Imbas Sentimen The Fed | KONTAN TV

Pergerakan Komoditas Logam Lainnya

Penyebab harga emas dunia turun juga diikuti oleh pelemahan massal pada sektor komoditas logam dan energi lainnya di bursa global. Sebagian besar komoditas pendukung industri mengalami koreksi bervariasi.

Perak menjadi komoditas dengan penurunan terdalam pada perdagangan 24 Juni 2026 dengan merosot hingga 6,73 persen. Sementara itu, komoditas lithium dan platina juga terpantau bergerak di zona merah.

Berikut adalah tabel pergerakan harga berbagai komoditas global pendukung berdasarkan pembaruan data pasar komoditas:

Daftar Perubahan Harga Komoditas Pasar Global per 24 Juni 2026
Nama KomoditasHarga Penutupan (USD)Perubahan HarianPerubahan Bulanan
Perak57,41-6,73%-26,47%
Tembaga5,98-2,68%-6,13%
Platina1.581,80-4,78%-18,95%
Lithium157.500,00-0,63%-14,05%
Baja3.082,00+0,33%-3,36%
Bijih Besi100,52-0,01%-8,00%

Dampak Terhadap Investasi Jangka Panjang

Melihat fluktuasi yang terjadi, para pelaku pasar terus menimbang keuntungan investasi emas jangka panjang. Karakteristik instrumen ini dikenal tangguh menghadapi inflasi meski kerap mengalami tekanan musiman.

Berdasarkan data historis dari Pluang, emas memberikan imbal hasil yang menjanjinkan bagi para investor domestik. Selama kurun waktu 25 tahun terakhir, komoditas ini memberikan imbal hasil rata-rata sebesar 15 persen per tahun terhadap mata uang Rupiah.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Para investor lokal saat ini disarankan untuk terus memantau pergerakan nilai tukar serta cara menghitung keuntungan buyback emas secara cermat. Perhitungan matang diperlukan sebelum mengambil keputusan penambahan portofolio investasi emas batangan di tengah volatilitas tinggi ini.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih menunggu rilis data ekonomi makro terbaru dari Amerika Serikat. Data ekonomi tersebut diprediksi akan menjadi kompas penggerak utama bagi arah pergerakan harga logam mulia ke depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow