Harga Emas Pegadaian Turun Serentak Hari Ini Sentuh Angka Terendah Pekan Ini
Harga emas di Pegadaian mengalami penurunan serentak untuk semua jenama utama pada hari Minggu, 7 Juni 2026. Penurunan nilai logam mulia ini mencakup emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), serta emas pihak ketiga dari Galeri24.
Koreksi harga yang terjadi hari ini memotong keuntungan yang sempat diraih oleh para investor pada beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan data resmi Pegadaian, penurunan kali ini berkisar antara puluhan ribu rupiah per gram, menjadikannya posisi terendah sepanjang pekan berjalan.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Rincian Penurunan Harga Emas di Pegadaian
Penurunan paling signifikan terjadi pada emas pecahan komoditas UBS yang merosot hingga puluhan ribu rupiah. Penurunan serentak ini membuat harga jual di outlet Pegadaian menjadi jauh lebih murah dibandingkan perdagangan hari Sabtu kemarin.
Daftar Harga Emas Berdasarkan Jenama
Berikut adalah rincian harga emas batangan di Pegadaian per gram yang berlaku pada hari ini:
| Jenama Emas | Harga 6 Juni 2026 (per Gram) | Harga 7 Juni 2026 (per Gram) | Selisih Penurunan |
|---|---|---|---|
| Emas Antam | Rp 2.881.000 | Rp 2.848.000 | Rp 33.000 |
| Emas UBS | Rp 2.836.000 | Rp 2.759.000 | Rp 77.000 |
| Emas Galeri24 | Rp 2.773.000 | Rp 2.729.000 | Rp 44.000 |
Kuantitas dan Ukuran Varian Emas
Pegadaian menyediakan berbagai varian ukuran untuk mengakomodasi kebutuhan modal investor yang berbeda-beda. Ketersediaan ukuran ini bervariasi tergantung pada produsen logam mulia tersebut.
- Emas Antam dijual mulai dari ukuran pecahan 0,5 gram hingga ukuran terbesar 1.000 gram (1 kilogram).
- Emas pihak ketiga (Galeri24) tersedia dari ukuran pecahan 0,5 gram hingga ukuran maksimal 1.000 gram (1 kilogram).
- Emas UBS dipasarkan mulai dari ukuran pecahan 0,5 gram hingga ukuran batas atas 500 gram.
Pemicu Pelemahan dari Sektor Global
Menurut laporan finansial yang dilansir dari Liputan6, penurunan harga emas domestik ini dipicu oleh rontoknya harga emas di pasar spot global pada perdagangan Jumat malam atau Sabtu waktu Jakarta. Tekanan eksternal tersebut langsung berimbas pada penetapan harga di dalam negeri.
Kondisi Pasar Spot dan Kontrak Berjangka
Harga emas di pasar spot dunia melemah sebesar 2,2 persen menjadi USD 4.375,19 per ons. Jika dihitung secara mingguan, nilai komoditas logam mulia global ini sudah menyusut sekitar 3,6 persen.
Kondisi serupa juga menimpa kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Agustus. Instrumen keuangan tersebut merosot sebesar 2,2 persen ke posisi USD 4.405,10 per ons.
Pengaruh Data Ketenagakerjaan Amerika Serikat
Faktor utama di balik kejatuhan harga emas dunia adalah rilis data ekonomi dari Departemen Tenaga Kerja AS. Otoritas tersebut melaporkan adanya penambahan tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) sebanyak 172.000 pekerjaan sepanjang Mei 2026.
Realisasi pertumbuhan lapangan kerja ini melampaui prediksi para ekonom dalam survei Reuters yang memperkirakan penambahan hanya sebesar 85.000 pekerjaan. Selain itu, data bulan April 2026 juga direvisi naik menjadi penambahan 179.000 pekerjaan dari laporan awal sebesar 115.000 pekerjaan.
Penguatan data ketenagakerjaan AS ini memperkecil peluang penurunan suku bunga bank sentral dalam waktu dekat, sehingga membuat dolar AS perkasa dan menekan daya tarik investasi emas. Saat ini, nilai tukar terpantau berada di level Rp18.095,7 per USD dengan nilai emas global setara Rp2.518.338,37 per gram.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow