Beli iPhone 15 di Malaysia Masih Jauh Lebih Murah Dibanding Indonesia?

Smallest Font
Largest Font

Rencana meminang iPhone 15 di pertengahan tahun ini mendadak terasa lebih berat bagi para pencinta Apple di tanah air.

Saya cukup terkejut melihat pergerakan harga perangkat Apple di pasar domestik belakangan ini. Pertanyaan seperti "kenapa harga iphone di indonesia naik" kini menghujani berbagai forum teknologi dan media sosial sejak awal bulan ini.

Kenaikan harga yang terjadi di distributor resmi Indonesia per Juli 2026 memang tidak main-main. Hal ini membuat opsi membeli ponsel pintar tersebut langsung dari Malaysia kembali naik daun.

Bagi Anda yang melewatkan kabar terbaru, distributor resmi Apple di Indonesia baru saja melakukan penyesuaian harga yang cukup ekstrem.

Dilansir dari Kompas, pantauan harga per Senin, 6 Juli 2026 menunjukkan lonjakan harga yang signifikan untuk beberapa model iPhone. Kenaikan ini terjadi di berbagai lini, mulai dari model lama hingga model yang lebih baru.

Saya mencatat lonjakan paling drastis terjadi pada varian penyimpanan besar dari generasi sebelumnya yang masih sangat dicari.

Daftar Kenaikan Harga iPhone 15 di Indonesia

Mari kita bedah angka-angka riil kenaikan harga yang terjadi di pasar Indonesia saat ini agar Anda mendapat gambaran yang jelas.

iPhone 15 128 GB yang pada akhir Juni 2026 masih bisa ditebus seharga Rp12.249.020, kini harganya melambung menjadi Rp14.499.000. Ada kenaikan sekitar Rp2,2 juta hanya dalam hitungan hari.

Nasib yang lebih tragis menimpa Anda yang mengincar kapasitas penyimpanan ekstra besar.

iPhone 15 512 GB kini dibanderol seharga Rp21.499.000 di Indonesia. Padahal, sebelumnya varian ini bisa dibawa pulang dengan dana Rp14.454.020. Kenaikan harga sekitar Rp7 juta ini tentu membuat calon pembeli berpikir dua kali.

Kenaikan harga hingga Rp7 juta untuk kapasitas penyimpanan yang sama terasa kurang masuk akal bagi konsumen yang mencari nilai fungsional terbaik.

Mengapa Harga iPhone di Indonesia Meroket Tajam?

Banyak pihak berspekulasi mengenai penyebab utama di balik kebijakan penyesuaian harga yang mendadak ini.

Faktor fluktuasi nilai tukar rupiah dan beban pajak impor kerap dituding sebagai biang keladi utama di balik mahalnya perangkat elektronik di Indonesia. Ditambah lagi, dinamika ekonomi global saat ini memang sedang tidak menentu.

Kondisi ini sangat kontras dengan negara tetangga kita, Malaysia, yang memiliki stabilitas harga perangkat teknologi yang jauh lebih konsisten.

Kebijakan subsidi domestik yang kuat di Malaysia juga turut andil dalam menjaga daya beli masyarakat di sana.

Sebagai contoh perbandingan subsidi di sektor lain, Perdana Menteri Malaysia baru-baru ini mengklaim bahwa harga bensin di negaranya jauh lebih murah dibandingkan dengan Arab Saudi. Kebijakan ekonomi makro yang stabil seperti ini secara tidak langsung ikut memengaruhi harga barang konsumen termasuk gadget.

Perbandingan Harga iPhone 15 Indonesia vs Malaysia

Mari kita bandingkan secara langsung harga di kedua negara ini untuk melihat apakah selisihnya memang sepadan dengan usaha Anda untuk menyeberang selat.

Mengingat harga di Indonesia sudah menyentuh angka Rp14,499 juta untuk model dasar iPhone 15 128 GB, pasar Malaysia menawarkan alternatif yang sangat menggiurkan.

Di Malaysia, harga iPhone 15 128 GB stabil di kisaran RM 4.399 atau jika dikonversi berada di kisaran Rp14,8 jutaan pada saat rilis awal, namun kini harganya di Apple Store Malaysia seperti TRX Kuala Lumpur sudah mengalami penurunan harga resmi (price cut) yang jauh lebih bersahabat seiring berjalannya waktu siklus produk.

Berikut adalah perbandingan harga terstruktur dari data pergerakan harga terbaru yang berhasil dihimpun.

Perbandingan Harga iPhone di Indonesia per Juli 2026
Model PerangkatVarian MemoriHarga Resmi Indonesia (Rupiah)
iPhone 16e128 GBRp12.749.000
iPhone 15128 GBRp14.499.000
iPhone 15512 GBRp21.499.000
iPhone Air256 GBRp21.249.000

Sangat kontras, bukan?

Selisih harga untuk varian penyimpanan tinggi bahkan bisa digunakan untuk membeli tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Kuala Lumpur dan memesan hotel berbintang untuk berakhir pekan di sana.

Cek Harga iPhone Terbaru di Apple Store TRX Malaysia | Mks Salim Reza

Kalkulasi Pajak IMEI: Apakah Masih Untung Beli di Malaysia?

Membeli ponsel dari luar negeri tidak sesederhana melakukan transaksi di kasir lalu membawanya pulang ke rumah begitu saja.

Saya harus mengingatkan Anda tentang kewajiban pendaftaran International Mobile Equipment Identity (IMEI) di Bea Cukai bandara saat tiba di Indonesia.

Aturannya jelas: setiap penumpang mendapatkan pembebasan pajak untuk barang bawaan pribadi senilai hingga 500 USD per orang.

Jika harga iPhone 15 yang Anda beli di Malaysia melebihi nilai pembebasan tersebut, selisihnya akan dikenakan bea masuk sebesar 10%, PPN 11%, dan PPh sebesar 10% hingga 20% tergantung kepemilikan NPWP Anda.

Mari kita hitung secara kasar.

Untuk model dasar iPhone 15 128 GB yang dibeli di Malaysia, setelah dikurangi batas 500 USD, sisa nilai yang dikenakan pajak umumnya menghasilkan pungutan bea cukai sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta.

Jika harga beli di Malaysia sudah menyusut banyak ditambah biaya pajak IMEI tersebut, total pengeluaran Anda kemungkinan besar masih berada di bawah angka Rp14,499 juta.

Namun, jika Anda berniat membeli iPhone 15 512 GB yang di Indonesia kini dihargai Rp21.499.000, opsi membelinya di Malaysia dan membayar pajak resmi di bandara justru akan jauh lebih menguntungkan karena selisih harga dasarnya yang sangat tinggi.

Kekurangan Membeli iPhone 15 dari Malaysia

Meskipun secara kalkulasi matematis Anda bisa menghemat ratusan ribu hingga jutaan rupiah, ada beberapa konsekuensi yang wajib dipahami.

Pertama, Anda harus meluangkan waktu ekstra untuk mengantre di pos Bea Cukai bandara saat kedatangan untuk mendaftarkan IMEI secara resmi.

  • Proses pendaftaran IMEI memerlukan dokumen paspor, tiket pesawat, dan nota pembelian asli dari toko Apple di Malaysia.
  • Garansi perangkat yang dibeli di Malaysia adalah garansi regional/internasional, yang terkadang membutuhkan penanganan ekstra jika Anda harus melakukan klaim di penyedia layanan resmi di Indonesia.
  • Risiko tertundanya aktivasi sinyal jika terjadi kendala pada sistem registrasi IMEI pasca-pembayaran pajak di bandara.

Bagi saya, kenyamanan jaminan garansi lokal dan kemudahan klaim tanpa drama registrasi IMEI tetap menjadi nilai tambah yang dimiliki oleh unit resmi dari distributor tanah air.

Namun, jika selisih anggaran menjadi prioritas utama Anda saat ini, maka melakukan perjalanan singkat ke Kuala Lumpur untuk membeli iPhone 15 adalah langkah logis yang sangat masuk akal.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed