Harga iPhone XS Max Turun Menembus Kisaran Rp3 Juta pada Juli 2026
Pasar ponsel sekunder di Indonesia mencatat penurunan harga signifikan untuk perangkat iPhone XS Max yang kini menembus kisaran Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per Sabtu (18/7/2026). Penurunan harga ini terjadi seiring hilangnya dukungan pembaruan sistem operasi teranyar Apple serta hadirnya berbagai model ponsel baru di pasar lokal.
Pergerakan nilai jual ini menjadi titik terendah bagi seri flagship Apple keluaran 2018 tersebut yang pada masa rilisnya sempat menyentuh angka Rp20 juta. Penurunan harga ini dipengaruhi oleh posisi perangkat yang tidak lagi masuk dalam daftar kompatibilitas sistem operasi terbaru Apple seperti iOS 27 yang rilis versi beta publiknya dilaporkan oleh Bloomberg Technoz baru-baru ini.
Rincian Harga Pasaran Perangkat Berdasarkan Kapasitas Memori
Berdasarkan pantauan di berbagai platform perdagangan elektronik dan pusat penjualan ponsel bekas di Jakarta, harga perangkat ini sangat bergantung pada kondisi fisik, kesehatan baterai, serta fungsionalitas komponen seperti Face ID dan True Tone. Unit dengan kondisi fungsional penuh atau dikenal dengan istilah 'Ex-Inter' resmi maupun 'Ex-Resmi TAM' memiliki selisih harga tipis.
Pihak pedagang menyatakan bahwa varian memori internal terkecil kini menjadi yang paling banyak dicari karena harganya yang sangat terjangkau bagi konsumen kelas menengah ke bawah.
| Varian Kapasitas Memori | Kisaran Harga Eks-Internasional (Rp) | Kisaran Harga Eks-Resmi TAM (Rp) |
|---|---|---|
| 64 GB | 2.300.000 – 2.500.000 | 2.600.000 – 2.800.000 |
| 256 GB | 2.700.000 – 3.000.000 | 3.100.000 – 3.300.000 |
| 512 GB | 3.200.000 – 3.500.000 | 3.600.000 – 3.900.000 |
Faktor Penyebab Penurunan Nilai Jual di Pasar Sekunder
Penurunan nilai ekonomi dari perangkat ini tidak lepas dari aspek teknis pendukung yang kian terbatas. Pengguna harus memperhatikan beberapa hal penting sebelum memutuskan membelinya pada tahun ini.
- Ketiadaan pembaruan sistem operasi membuat aplikasi perbankan dan media sosial perlahan membatasi akses pada versi iOS lama.
- Komponen baterai pada unit bekas mayoritas sudah mengalami penurunan kapasitas (battery health) di bawah 80 persen sehingga memerlukan biaya penggantian tambahan.
- Suku cadang original yang makin langka di pasaran resmi memaksa pengguna beralih ke komponen pihak ketiga jika terjadi kerusakan layar atau mesin.
Meskipun demikian, kualitas panel layar Super Retina OLED berukuran 6,5 inci serta material bodi baja tahan karat (stainless steel) yang mewah tetap menjadi daya tarik utama dibandingkan ponsel pintar baru kelas entri di rentang harga serupa.
Tren perdagangan ponsel bekas di pusat perbelanjaan elektronik luar jaringan diperkirakan akan tetap stabil menempatkan seri ini pada rentang harga tersebut hingga kuartal akhir tahun ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow