Hp Gaming Xiaomi Black Shark 2 Masih Layakkah Dipakai Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Pertanyaan apakah hp gaming Xiaomi Black Shark 2 masih layak pakai hari ini langsung melintas di kepala saya begitu melihat kembali perangkat kokoh ini di meja kerja. Ekspektasi awal saya tentu skeptis mengingat rilisnya yang sudah lama berlalu. Namun, realitas material premiumnya langsung membungkam keraguan awal tersebut.

Pasar ponsel gaming saat ini memang sudah dibanjiri oleh teknologi super cepat dengan arsitektur chipset terbaru yang arloji clock-nya luar biasa tinggi. Namun, melihat kembali perangkat yang sempat menjadi raja di kelasnya selalu memberikan perspektif yang berbeda, terutama bagi para pencinta komponen lawas yang masih mencari performa andal dengan harga miring.

Saat pertama kali menggenggam Xiaomi Black Shark 2, hal pertama yang langsung menyita perhatian saya adalah bobotnya yang mantap di tangan. Perangkat ini memiliki berat 205 gram.

Bagi sebagian orang, bobot di atas 200 gram mungkin terasa melelahkan untuk penggunaan harian, tetapi untuk sebuah gawai gaming, berat ini memberikan rasa solid dan kestabilan tinggi saat digunakan dalam posisi lanskap. Material yang digunakan oleh produsen asal Tiongkok ini bukan plastik murah yang gampang lentur.

Xiaomi menggunakan paduan aluminium atau aluminium alloy yang menyelimuti hampir seluruh bodi belakangnya. Desain arsitektur bodinya memiliki dimensi presisi 75.01 x 163.61 x 8.77 mm, atau jika dibulatkan memiliki ketebalan sekitar 8.8mm. Di era sekarang, di mana banyak produsen berlomba-lomba membuat ponsel setipis mungkin hingga mengorbankan sistem pendingin, ketebalan bodi Xiaomi Black Shark 2 justru menjadi keuntungan tersendiri untuk meredam panas. Pilihan warna yang tersedia di pasaran saat masa jayanya mencakup tiga varian utama:

  • Black (Hitam)
  • Silver (Perak)
  • Blue (Biru)

Varian Black dan Silver menjadi yang paling populer karena menonjolkan lekukan bodi futuristis yang mirip dengan mobil sport. Menurut saya pribadi, guratan kosmetik di bodi belakang aluminium ini bukan sekadar pajangan, melainkan taktik cerdas untuk meningkatkan cengkeraman jari tangan agar tidak mudah licin saat telapak tangan mulai berkeringat.

Menakar Kenyamanan Ergonomi Layar Bermain

Dimensi bodi yang memanjang memberikan ruang yang cukup bagi tangan untuk memegang ponsel tanpa takut menutupi area visual utama layar.

Sisi ergonomi inilah yang sering dilupakan oleh ponsel modern tanpa bezel. Layar Xiaomi Black Shark 2 tidak memiliki poni atau lubang kamera yang mengganggu, sehingga visual game terlihat utuh sepenuhnya. Bodi aluminium yang tebal juga membantu mendistribusikan panas secara merata ke seluruh permukaan, bukan menumpuk di satu titik dekat modul kamera saja.

Ulasan Xiaomi Black Shark 2 | GSMArena Official

Fakta Riwayat dan Nilai Jual Pasar

Mari kita segarkan ingatan mengenai garis waktu kehadiran perangkat gaming yang satu ini agar tidak kehilangan konteks historisnya.

Xiaomi merilis gawai ini pada Maret 2019. Status keberadaan perangkat ini sekarang tercatat masih tersedia atau available di pasar sekunder, meski tentu saja statusnya bukan lagi barang baru dari pabrik.

Berdasarkan data harga dari wilayah tetangga, harga pasar Xiaomi Black Shark 2 di pasar Malaysia saat peluncurannya dibanderol mulai dari RM2499. Nilai tersebut mencerminkan posisi perangkat ini sebagai produk kelas atas pada masanya, yang menargetkan para gamer kompetitif yang membutuhkan stabilitas performa tinggi tanpa kompromi. Untuk memudahkan pemahaman mengenai detail fisik utamanya, saya telah merangkum data spesifikasi fisik resmi yang bersumber dari dokumen Gizmochina dan TechNave ke dalam bentuk visual yang ringkas.

Spesifikasi Fisik dan Dimensi Resmi Xiaomi Black Shark 2
Parameter FisikDetail Spesifikasi
Dimensi Lebar75.01 mm
Dimensi Panjang163.61 mm
Ketebalan Bodi8.77 mm
Berat Perangkat205 gram
Material UtamaAluminium Alloy
Pilihan WarnaBlack, Silver, Blue

Angka-angka di atas menunjukkan bahwa sejak awal dirancang, perangkat ini memang diproyeksikan sebagai mesin tempur game yang mengutamakan durabilitas material di atas estetika minimalis.

Sisi Kritis Kekurangan yang Wajib Diketahui

Sebagai reviewer senior, saya tentu tidak akan hanya memberikan pujian semata karena mengulas gawai tanpa membedah kelemahannya adalah sebuah kesalahan besar.

Kekurangan utamanya terletak pada bobot bodi.

Angka 205 gram akan terasa sangat mengintimidasi jika Anda terbiasa menggunakan ponsel kasual yang beratnya hanya berkisar di angka 170 gram.

Bodi aluminium alloy yang kokoh memang menjamin durabilitas tinggi saat tidak sengaja terjatuh, namun konsekuensinya adalah beban pergelangan tangan yang lebih berat saat sesi bermain game berdurasi panjang.

Selain masalah beban bodi, ketebalan yang mencapai 8.8mm membuat gawai ini terasa mengganjal secara masif saat dimasukkan ke dalam saku celana jins yang ketat. Sektor kosmetik bodi belakang yang penuh dengan lekukan tajam juga menjadi sarang debu yang ideal jika Anda jarang membersihkannya menggunakan sikat halus atau kain mikrofiber.

Kompromi Sektor Kamera untuk Fitur Gaming

Hal lain yang harus Anda korbankan saat melirik gawai gaming lawas seperti ini adalah performa kameranya yang tergolong standar.

Fokus pengembangannya jelas bukan untuk fotografi lanskap malam hari atau perekaman sinematik.

Berdasarkan ulasan teknis dari DXOMARK, sistem pemrosesan gambarnya bekerja cukup baik pada kondisi cahaya melimpah, namun langsung kewalahan saat menghadapi skenario minim cahaya atau low light. Detail gambar akan menurun drastis dan noise digital mulai bermunculan di sudut-sudut foto karena algoritma perangkat lunaknya memang dioptimalkan untuk menghemat daya demi kebutuhan pemrosesan grafis game.

Rekomendasi Akhir

Mempertimbangkan semua data fisik, material aluminium alloy yang kuat, serta rekam jejak rilisnya, gawai ini memiliki posisi unik di pasar saat ini.

Bagi Anda yang mencari ponsel utama untuk kebutuhan kasual harian, lupakan saja perangkat ini.

Namun, jika Anda adalah kolektor atau gamer dengan dana terbatas yang mendambakan kenyamanan genggaman bodi tangguh tanpa peduli pada tren bezel tipis, Xiaomi Black Shark 2 masih menawarkan pesona rekayasa perangkat keras yang sangat memikat untuk dikoleksi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed