Indra Sjafri Sebut Piala Dunia 2026 Jadi Ruang Belajar Pelatih
Mantan pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri, menyoroti pesatnya perkembangan kualitas kepelatihan sepak bola modern setelah menyaksikan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, seperti dilansir dari Bola.
Pengamatan tersebut disampaikan dalam acara nonton bareng yang berlangsung di Jakarta, di mana ia melihat hampir seluruh tim yang menembus fase akhir turnamen memiliki organisasi permainan yang tertata rapi dan cenderung serupa. Kondisi ini membuat keberadaan pemain berbakat individu menjadi pembeda utama.
"Banyak pembelajaran yang kita dapatkan dari pertandingan mulai babak grup, babak 16 besar, hingga semifinal. Kita melihat kualitas para pelatih sekarang sangat bagus. Organisasi permainan hampir semuanya mirip-mirip, tinggal bagaimana sebuah tim memiliki pemain yang bisa memecahkan kebuntuan," ujar Indra Sjafri.
Indra kemudian memberikan contoh konkret mengenai ketergantungan tim pada sosok pemain kunci yang memiliki kapasitas individu tinggi di dalam lapangan pertandingan resmi.
"Contohnya Argentina punya Lionel Messi. Tadi kita lihat Kylian Mbappe tidak berjalan maksimal, akhirnya menjadi persoalan. Pemain-pemain yang memiliki kemampuan individu akan menjadi solusi bagi pelatih untuk mencari kemenangan," jelas Indra Sjafri.
Menurutnya, ajang sebesar Piala Dunia memegang peran krusial sebagai referensi utama tren sepak bola global yang selalu dinanti oleh para insan sepak bola di seluruh dunia.
"Tentu saja Piala Dunia sangat berharga bagi para pelatih maupun pemain. Di akhir turnamen nanti FIFA akan membuat technical report dan itu bisa menjadi acuan untuk melihat seperti apa tren sepak bola masa kini atau tren sepak bola pada 2026," ucap Indra Sjafri.
Kegiatan nonton bareng ini dinilai positif karena mampu mempertemukan berbagai elemen pencinta sepak bola dengan sudut pandang yang beragam dalam mendiskusikan jalannya pertandingan.
"Bagus. Tidak hanya di sini, banyak tempat juga mengadakan nonton bareng. Saya pikir setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda.
Pelatih punya pandangan, pengamat punya pandangan, begitu juga suporter. Masing-masing tentu memiliki kesimpulannya sendiri," tutur Indra Sjafri.
Acara publik tersebut juga dihadiri oleh figur publik lain yang turut merasakan atmosfer keseruan sepanjang jalannya pertandingan babak empat besar turnamen akbar tersebut.
"Seru nobar di sini. Tempatnya nyaman. Suasananya asyik.
Kedua kubu terbagi rata tidak ada yang dominan. Jadi lebih enak nontonnya," ucap Dustin Tiffani.
Pihak penyelenggara lokasi acara menyatakan bahwa momentum turnamen ini dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman menonton yang maksimal sekaligus memfasilitasi diskusi antarpengunjung.
"Piala Dunia adalah salah satu momen yang mampu menyatukan banyak orang seperti hanya sedikit peristiwa lainnya. BAR 30 memberikan Jakarta tempat yang tepat untuk menikmatinya dengan tayangan resmi, suasana yang dirancang dengan matang, dan pengalaman yang sepadan untuk didatangi, dari mana pun tamu berasal," imbuh Jennifer Suryadi, General Manager Le Meridien Jakarta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow