Kalah Sengketa Kontrak dari Daisuke Sato Jadi Penyebab Persib Bandung Dihukum FIFA
Sanksi larangan registrasi pemain baru dari FIFA kepada Persib Bandung diduga kuat bersumber dari kekalahan klub dalam sengketa kontrak melawan mantan pemainnya, Daisuke Sato. Perselisihan hukum ini diselesaikan di Pengadilan Arbitrasi Olahraga atau CAS.
Dikutip dari Bola, dokumen putusan CAS setebal 24 halaman yang dirilis pada 16 Maret 2026 menolak poin-poin keberatan dari manajemen Persib Bandung. Pengadilan menyatakan bahwa Sato memiliki dasar hukum kuat untuk memutus kontraknya pada Januari 2024.
Keputusan dari CAS tersebut kemudian menjadi landasan hukum yang mewajibkan pihak klub Maung Bandung untuk memberikan dana kompensasi kepada pemain yang bersangkutan.
Awal mula permasalahan ini terjadi ketika manajemen melakukan perombakan susunan pemain asing pada bursa transfer paruh musim BRI Liga 1 2023/2024. Status Sato menjadi tidak pasti setelah klub mendatangkan Stefano Beltrame dan Kevin Mendoza.
Dalam pertimbangan hukumnya, majelis arbitrase memaparkan bahwa Sato sudah berulang kali meminta konfirmasi tertulis kepada manajemen mengenai kejelasan status pendaftarannya di kompetisi BRI Liga 1.
Namun, pihak manajemen dinilai tidak pernah memberikan jawaban konkret terkait status pendaftaran pemain berkebangsaan Filipina tersebut. CAS melihat bukti-bukti yang ada menunjukkan nama Sato memang telah dihapus dari daftar resmi.
Langkah Persib Bandung yang tetap melengkapi kuota enam pemain asing setelah mendaftarkan Kevin Mendoza menjadi salah satu poin pertimbangan krusial bagi panel hakim CAS.
CAS menarik kesimpulan bahwa pencoretan nama Sato dari registrasi liga dilakukan pada atau setelah tanggal 28 November 2023. Tindakan ini membuat sang pemain kehilangan hak serta kesempatan untuk bertanding di lapangan.
Arbiter tunggal, James Kitching, menegaskan bahwa hak seorang pesepak bola profesional tidak melulu soal menerima hak gaji bulanan dan mengikuti agenda latihan tim. Pemain juga mempunyai hak mutlak untuk dilibatkan dalam kompetisi resmi.
"Atlet profesional memiliki hak dasar sebagai pribadi untuk menjalankan profesinya di bidang olahraga," kata James Kitching.
"With mencoret registrasi seorang pemain, klub pada dasarnya menutup akses pemain tersebut untuk berkompetisi," kata James Kitching.
Ketidakpastian Status Pemain
Kondisi kerja yang diberikan oleh manajemen kepada Sato kala itu dipandang oleh CAS sebagai tindakan yang tidak bisa dibenarkan secara hukum dan etika olahraga. Meski hak gajinya dipenuhi, Sato tetap tidak bisa berkarier secara utuh.
Melalui berkas putusannya, arbiter memberikan kritik tajam terhadap sikap manajemen yang dinilai sengaja membiarkan masa depan karier Sato berada dalam pusaran ketidakpastian.
Atas pertimbangan berlapis tersebut, CAS menetapkan bahwa Sato mengantongi just cause atau alasan yang sah demi hukum untuk menyudahi jalinan kontraknya pada tanggal 3 Januari 2024.
Melalui ketetapan ini, klub asal Jawa Barat tersebut dinyatakan secara sah sebagai pihak yang melakukan tindakan pelanggaran terhadap kesepakatan kontrak kerja.
Rincian Nilai Ganti Rugi
Walakin, pihak CAS bersedia mengabulkan sebagian dari permohonan banding yang diajukan oleh manajemen terkait nominal ganti rugi. Nilai denda awal dari FIFA sebesar Rp3,09 miliar akhirnya mendapatkan pemotongan.
Pengurangan nominal dilakukan setelah CAS menghitung pendapatan baru yang diperoleh Sato bersama klub asal Filipina setelah ia resmi berpisah dengan skuad Maung Bandung.
Pada keputusan akhir, pihak klub diwajibkan membayar dana kompensasi bersih senilai Rp2.719.878.000. Angka ini ditambah beban bunga sebesar lima persen per tahun yang dihitung sejak 3 Januari 2024.
Akumulasi bunga berjalan sampai saat ini diperkirakan sudah menembus angka Rp327,5 juta. Hal tersebut membuat total kewajiban finansial yang mesti diselesaikan klub kini membengkak menjadi Rp3.047.381.118.
Hasil sidang di tingkat CAS ini sekaligus memperkuat posisi hukum Daisuke Sato. Kekalahan di meja hijau inilah yang diyakini menjadi pemicu utama keluarnya hukuman berat dari FIFA kepada pihak klub.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow