Karier Mario Lemos Warnai Perjalanan Persijap Jepara Lolos Degradasi

Smallest Font
Largest Font

Kompetisi sepak bola Indonesia memberikan kesan mendalam bagi pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos. Atmosfer persaingan yang ketat dan fanatisme suporter menjadi pengalaman tidak terlupakan pada musim pertamanya berkarier di tanah air.

Perjalanan juru taktik asal Portugal tersebut bersama Laskar Kalinyamat dipenuhi dinamika. Seperti dikutip dari Bola, Persijap sempat mencatat awal mengesankan di kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Persijap berhasil menumbangkan juara bertahan Persib Bandung dengan skor 2-1. Hasil positif kemudian berlanjut saat mengalahkan Persis Solo 2-1 dalam laga bertajuk Derbi Jawa Tengah.

Laskar Kalinyamat juga mampu menahan imbang PSM Makassar 1-1 dan Arema FC 0-0. Sepanjang lima laga awal, skuad asuhan Mario Lemos hanya menelan satu kekalahan dari Borneo FC dengan skor 1-3.

Namun, performa Persijap setelah itu mengalami penurunan drastis. Mario Lemos harus melewati tujuh kekalahan beruntun hingga posisinya sebagai pelatih kepala sempat digantikan oleh Divaldo Alves, sementara ia digeser menjadi Direktur Teknik.

Manajemen kembali memercayakan posisi pelatih kepala kepada Mario Lemos pada Februari 2026. Di bawah arahannya pada putaran kedua, Persijap tampil menjadi salah satu tim papan bawah dengan performa paling impresif.

Dari 13 pertandingan yang dijalani, Persijap mengemas lima kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya dua kali kalah. Tim bahkan sempat mencatat delapan laga beruntun tanpa kekalahan hingga dipastikan lolos dari degradasi.

Mario Lemos mengakui bahwa kompetisi kasta tertinggi Indonesia menyajikan tantangan yang berat karena dihuni banyak tim berkualitas. Kendati demikian, ia sangat menikmati atmosfer pertandingan berkat dukungan luar biasa dari para suporter.

"Kompetisi yang sangat bagus dengan banyak tim hebat dan suporter yang luar biasa. Saya benar-benar menikmati berkompetisi di liga ini," kata Mario Lemos saat dihubungi Bola.com, Selasa (9/6/2026).

Atmosfer Derbi Jawa Tengah

Pertandingan tandang melawan Persis Solo pada pekan ke-5 menjadi momen yang paling melekat dalam ingatan pelatih berusia 40 tahun tersebut. Laga bertajuk Derbi Jawa Tengah itu dipadati oleh suporter dari kedua kesebelasan.

Menurut Mario Lemos, kehadiran penonton yang memenuhi stadion menjadi bukti nyata dari gairah dan kecintaan besar masyarakat terhadap klub sepak bola mereka.

"Saya tak akan melupakan pertandingan di Solo. Dua tim yang berada di papan bawah klasemen, namun stadionnya penuh sesak. Hal itu menunjukkan betapa besarnya semangat para suporter terhadap klub mereka," kata dia.

Kesulitan Laga Tandang

Selain faktor persaingan, melakoni pertandingan tandang menjadi ujian terberat bagi Persijap sepanjang musim 2025/2026. Laskar Kalinyamat mencatat rekor kurang impresif saat bermain di markas lawan.

Dari 17 laga tandang, Persijap hanya mampu mengamankan tiga kemenangan. Dua kemenangan krusial diraih menjelang akhir kompetisi saat mengalahkan Semen Padang 2-0 dan Persita Tangerang 3-0, yang sekaligus menjadi penentu kelolosan dari zona merah.

"Tantangan terbesar adalah pertandingan tandang. Sangat sulit untuk menang di kandang lawan. Tentu saja ada faktor perjalanan yang cukup melelahkan dan biasanya memakan waktu berjam-jam untuk sampai ke sana, tetapi setiap tim harus melewatinya," kata dia.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed