Keterangan Waktu Bukan Cuma Hari Ini, Mengapa Banyak yang Salah Pilih

Smallest Font
Largest Font

Menentukan pernyataan dibawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah persoalan dasar tata bahasa yang sering kali memicu kekeliruan akibat kurangnya ketelitian. Saya sering menemukan banyak orang terjebak saat membedakan durasi, momentum situasional, bahkan penempatan posisi adverbia ini di dalam sebuah kalimat lengkap. Sebagai pengulas bahasa, saya melihat kesalahan ini bukan karena materinya yang rumit, melainkan karena pemahaman kita yang cenderung instan.

Mengetahui bentuk fisik dari keterangan waktu, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing, sangat krusial untuk menyusun logika berpikir yang runtut. Keterangan waktu memiliki karakteristik yang sangat spesifik dan terikat langsung pada sebuah peristiwa. Unsur ini memegang kendali penuh dalam memberikan konteks kapan sebuah tindakan di dalam klausa terjadi secara presisi.

Berdasarkan ulasan pakar bahasa Djoko Saryono dalam buku Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia, bentuk kata keterangan waktu tidak berdiri tunggal secara monoton. Beliau membaginya ke dalam tiga struktur kelompok utama yang wajib Anda pahami agar tidak salah mengidentifikasi pernyataan penanda waktu.

Struktur Kata Tunggal

Bentuk pertama merupakan kata tunggal yang sudah memiliki makna temporal secara mandiri tanpa memerlukan imbuhan atau kata bantu tambahan. Contoh yang paling sering kita gunakan sehari-hari antara lain kata "kemarin", "besok", "sekarang", atau "nanti".

Kelemahan penulisan dengan kata tunggal ini adalah sifatnya yang terlalu umum jika tidak didukung oleh konteks kalimat yang kuat. Namun, kekuatannya ada pada kesederhanaan struktur yang membuat kalimat menjadi lebih efisien dan langsung pada inti informasi.

Struktur Frasa Nominal

Bentuk kedua adalah frasa nominal, di mana penanda waktu bergabung dengan kata benda atau penjelas lain untuk membentuk kesatuan makna. Struktur ini jauh lebih spesifik dibandingkan kata tunggal karena mampu menunjuk pada momen atau unit penanggalan tertentu.

Jam 8 pagi merupakan contoh nyata dari frasa nominal yang sering digunakan untuk menunjukkan waktu operasional sebuah tempat.

Contoh konkret penggunaan frasa nominal ini bisa kita lihat pada kalimat: Toko buku itu mulai beroperasi jam 8 pagi. Di sini, keterangan tersebut tidak bisa dipisahkan karena merujuk pada satu titik koordinat waktu yang pasti.

Struktur Frasa Preposisional

Bentuk ketiga adalah frasa preposisional yang memanfaatkan kata depan sebagai pengantar sebelum masuk ke inti penanda waktunya. Kata depan seperti "pada", "sejak", "selama", atau "menjelang" menjadi aktor utama dalam membangun struktur frasa ini.

Penggunaan preposisi membuat keterangan waktu menjadi sangat fleksibel untuk menggambarkan durasi maupun situasi spesifik yang dinamis. Dari pengamatan saya, kesalahan fatal sering terjadi ketika penulis salah memilih kata depan yang tidak selaras dengan unit waktu di belakangnya.

Fungsi Durasi dan Titik Awal dalam Kalimat

Bergeser ke ranah tata bahasa yang lebih universal, fungsi penanda waktu juga membagi perannya untuk menjelaskan rentang atau momen mulainya sebuah peristiwa. Pemahaman ini sangat penting, terutama ketika Anda dihadapkan pada struktur kalimat yang melibatkan durasi nyata.

Berdasarkan materi panduan dari EF Co Id, terdapat perbedaan mendasar saat kita menggunakan kata tugas untuk menunjukkan rentang waktu tertentu dengan titik awal waktu. Dua kata yang paling sering diperbandingkan dalam konteks ini adalah kata "for" (selama) dan "since" (sejak).

Mari kita bedah beberapa contoh durasi spesifik yang sering muncul sebagai representasi keterangan waktu dalam studi kebahasaan formal:

  • Durasi menginap singkat, seperti contoh tinggal di Swiss selama 3 hari.
  • Durasi liburan berjangka menengah, misalnya masa liburan selama 1 minggu.
  • Durasi panjang yang bersifat akumulatif, seperti menunggang kuda selama beberapa tahun.
  • Durasi historis berskala besar, contohnya masa kekuasaan monarki Prancis selama beberapa abad.
  • Titik awal momentum masa lalu, seperti contoh kalimat sejak tahun 1996 saat memulai sekolah.
  • Titik awal karier profesional, misalnya contoh kalimat sejak tahun 1997 saat Jim mulai bekerja.

Semua contoh di atas secara mutlak merupakan bentuk keterangan waktu karena berfokus pada kuantitas durasi dan kepastian momentum temporal. Anda tidak boleh mengacukannya dengan keterangan cara atau keterangan intensitas.

cara menggunakan kata keterangan waktu dalam bahasa inggris | CNN Indonesia

Aturan Posisi yang Membentur Keterangan Tempat

Masalah klasik yang sering membuat pembaca bingung menentukan pilihan pernyataan waktu adalah letak posisinya di dalam susunan kalimat majemuk. Banyak penulis pemula meletakkan keterangan ini secara acak dengan dalih kebebasan gaya bahasa berekspresi. Padahal, ada pakem baku yang mengatur hierarki penempatan unsur adverbia ini ketika bersanding dengan keterangan tempat dalam satu kalimat tunggal. Menurut Ridwansyah dalam buku Mastering English Grammar, sebuah aturan universal berlaku cukup ketat di sini.

Beliau menyatakan bahwa baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, jika ada keterangan waktu dan tempat dalam satu kalimat, maka keterangan waktu harus berada di belakang keterangan tempat. Aturan ini sangat rigid untuk menjaga kelogisan informasi yang ditangkap pembaca. Mari kita lihat perbandingan struktur penempatan tersebut dalam sebuah tabel analisis visual di bawah ini agar Anda mendapatkan gambaran konkrit yang lebih jelas.

Analisis Penempatan Posisi Keterangan Waktu Berdasarkan Aturan Tata Bahasa Baku
Jenis KeteranganContoh FrasaPosisi Ideal dalam KalimatFungsi Utama
Keterangan Tempatdi pelabuhan penyeberangan MerakSebelum keterangan waktuMenunjukkan lokasi fisik peristiwa
Keterangan Waktu10 hari menjelang lebaranSetelah keterangan tempatMenunjukkan momentum situasional

Jika kita aplikasikan aturan Ridwansyah ke dalam kalimat utuh, maka bentuknya akan menjadi: Arus mudik mulai memadat di pelabuhan penyeberangan Merak pada 10 hari menjelang lebaran. Struktur seperti inilah yang dinilai memenuhi standar baku kebahasaan yang logis.

Cara Instan Membedakan Keterangan Waktu dari Unsur Lain

Langkah paling kritis untuk menjawab pertanyaan mengenai pernyataan mana yang berfungsi sebagai keterangan waktu adalah dengan melakukan pengujian mandiri menggunakan kata tanya pembuktian. Metode ini menurut saya adalah cara paling aman dan minim risiko keliru. Anda hanya perlu mengajukan pertanyaan "Kapan?" atau "Berapa lama?" terhadap predikat atau kata kerja utama yang ada di dalam kalimat tersebut.

Jika bagian frasa yang Anda curigai mampu menjawab pertanyaan itu dengan logis, maka fix itu adalah keterangan waktu. Kekurangan dari metode pengujian ini adalah ketika kalimat menggunakan keterangan waktu situasional yang samar, seperti "ketika badai datang" atau "sebelum fajar menyingsing". Pembaca yang kurang jeli sering kali mengira frasa tersebut sebagai keterangan keadaan atau klausa kondisi.

Namun, jika Anda kembali pada prinsip dasar bahwa fungsinya adalah membatasi atau menerangkan aspek temporal dari tindakan, Anda pasti bisa langsung mengidentifikasinya dengan mudah. Kuncinya terletak pada kepekaan Anda melihat hubungan sebab-akibat temporal di dalam kalimat.

Jangan pernah terkecoh oleh kemunculan angka di dalam frasa kalimat. Tidak semua angka merujuk pada penanda waktu, karena bisa jadi angka tersebut merupakan penunjuk nominal mata uang, kuantitas barang, ataupun jarak geografis suatu tempat. Cara terbaik untuk mengasah kemampuan ini adalah dengan konsisten membedah struktur fungsi subjek, predikat, objek, dan keterangan pada setiap teks bacaan formal yang Anda temui sehari-hari. Pemahaman mendalam terhadap konsep tata bahasa Djoko Saryono dan Ridwansyah akan menjadi fondasi kuat yang mencegah Anda melakukan kesalahan mendasar dalam penulisan maupun analisis bahasa ke depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed