Liam Rosenior Akui Bawa Pelajaran Penting Usai Dipecat Chelsea

Smallest Font
Largest Font

Mantan manajer Chelsea, Liam Rosenior, akhirnya angkat bicara mengenai masa kerjanya yang singkat di Stamford Bridge. Pria berusia 42 tahun tersebut kini resmi memulai babak baru dalam karier kepelatihannya di Prancis bersama Paris FC.

Seperti dikutip dari Bola, Rosenior mengaku memetik banyak pengalaman berharga dari masa lalunya yang kurang beruntung bersama klub London Barat tersebut. Paris FC menunjuknya sebagai juru taktik baru pada awal Juli 2026 dengan komitmen proyek jangka panjang.

Manajemen Chelsea sebelumnya mendatangkan Rosenior di tengah musim saat tim sedang mengalami masa-masa sulit. Kendati demikian, masa baktinya tergolong singkat karena ia diberhentikan pada 22 April 2026 setelah melatih selama tiga setengah bulan.

Rekor pertandingan Rosenior bersama skuad The Blues mencatatkan 11 kemenangan dan dua hasil imbang dari total 23 laga. Penurunan performa yang signifikan di akhir masa jabatannya, termasuk kegagalan mencetak gol dalam lima laga Premier League berturut-turut, menjadi pemicu pemecatannya.

Kesempatan berbicara secara terbuka ini didapatkan Rosenior saat momen pengenalan dirinya kepada media Prancis. Ia merefleksikan kembali situasi menantang yang dihadapinya saat pertama kali mengemban tugas di Chelsea.

"Kami datang ke klub di tengah musim dan dalam situasi yang sulit. Saya belajar banyak hal."

Rosenior juga secara ksatria mengakui adanya beberapa kekurangan yang ia miliki selama memimpin skuad di Stamford Bridge.

"Ada beberapa hal yang seharusnya bisa saya lakukan dengan lebih baik dan saya bisa mengambil tanggung jawab lebih besar. Namun, saya juga merasa ada sisi positif dari apa yang telah kami lakukan."

Dukungan untuk Xabi Alonso

Rosenior menegaskan bahwa pemecatan yang lebih awal dari kontraknya tidak menyisakan rasa kecewa atau sakit hati. Ia justru memberikan dukungan penuh kepada suksesornya di Chelsea saat ini.

"Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka. Saya pikir mereka memiliki manajer yang fantastis dalam diri Xabi Alonso dan saya akan terus mengikuti hasil pertandingan mereka."

Pengalaman berharga di kompetisi Inggris dipandang Rosenior sebagai modal utama untuk mengangkat performa Paris FC di masa depan.

"Pelajaran yang saya dapatkan di Chelsea akan membantu saya menjalani peran ini dan semoga membantu Paris FC berkembang menjadi klub besar di sepak bola dunia."

Ambisi Baru Bersama Paris FC

Meski reputasinya di Inggris sempat merosot, Rosenior masih memiliki posisi tawar yang tinggi di sepak bola Prancis. Rekor kepelatihannya di Strasbourg terbilang cukup sukses dengan raihan 31 kemenangan dari 63 pertandingan.

Strasbourg bahkan mampu dibawa finis di peringkat ketujuh Ligue 1 pada musim penuh pertamanya. Kini, tugas baru menantinya bersama Paris FC yang menyudahi kompetisi musim lalu di peringkat ke-11 klasemen.

Manajemen Paris FC menaruh harapan besar agar Rosenior mampu mengembalikan reputasinya sebagai pelatih muda potensial di Eropa. Pengalaman pahit di Chelsea diharapkan menjadi batu loncatan untuk membawa klub barunya bersaing di papan atas.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed