Liverpool Pecat Arne Slot Setelah Penurunan Performa Tim

Smallest Font
Largest Font

Manajemen Liverpool resmi mengumumkan pemberhentian Arne Slot dari kursi pelatih pada Sabtu malam WIB menjelang pertandingan final Liga Champions di Budapest. Keputusan ini diambil menyusul penurunan performa tim yang signifikan pada akhir kompetisi domestik, seperti dilansir dari Bola.

Klub berjuluk The Reds tersebut menyudahi kompetisi Liga Inggris musim ini dengan menempati posisi kelima setelah meraih hasil imbang 1-1 kontra Brentford di Stadion Anfield. Meski berhak tampil di fase liga Liga Champions musim depan, tim Merseyside ini tertinggal 25 poin dari Arsenal yang keluar sebagai juara.

Mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard, memberikan tanggapan mengenai keputusan manajemen tersebut saat bertugas sebagai pundit untuk stasiun televisi olahraga. Pria berusia 46 tahun itu mengaku kecewa terhadap pemberhentian sang pelatih, namun tidak terkejut melihat perkembangan situasi internal klub.

"I am not surprised. I am very disappointed for Arne Slot because in his first year he did an unbelievable job," kata Gerrard.

Gerrard memberikan apresiasi terhadap keberhasilan manajer asal Belanda itu yang langsung memberikan gelar juara Liga Inggris pada musim perdananya. Menurutnya, mengemban tugas setelah era kepemimpinan Jurgen Klopp merupakan sebuah tanggung jawab yang sangat besar bagi seorang pelatih.

"Taking over from Jurgen Klopp is not an easy task. It's a big pair of shoes to fill and he stepped into them and handled it with minimal fuss," imbuh Gerrard.

Legenda hidup publik Anfield tersebut menekankan bahwa pencapaian mempersembahkan trofi Premier League pada musim pertama bukan perkara mudah. Ia meyakini nama Slot akan tetap dihormati dan tertulis dalam sejarah perjalanan klub sepak bola tersebut.

"It's very difficult to win the Premier League, and I probably understand that more than most. The fact he delivered that in his first season shouldn't be forgotten. I think his name will always be etched in history and remembered fondly," kata Gerrard.

Kendati melayangkan pujian terhadap pencapaian awal, Gerrard menyoroti adanya kemunduran performa kolektif tim yang cukup mengkhawatirkan sebelum keputusan pemecatan dibuat. Ia menilai gaya permainan tim dalam sejumlah laga terakhir sudah kehilangan identitas aslinya.

"But, over the last 10 games of last season and pretty much the whole of this season, we didn't look like Liverpool," ujarnya.

Pria yang kini berkarier sebagai manajer itu menambahkan bahwa organisasi permainan di lapangan tampak kacau dan tidak menyatu. Hal tersebut membuat pertandingan-pertandingan yang dijalani Liverpool menjadi sangat sulit untuk dinikmati oleh para pendukung.

"The style of play... at times it was heavy weather to watch. It looked disconnected, disorganized and lacking rhythm," ulasnya.

Gerrard memaparkan bahwa dirinya sempat merasa kaget saat pertama kali mendengar pengumuman resmi dari pihak manajemen. Namun, setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap dinamika tim, ia menyimpulkan bahwa langkah ini diambil pada momen yang tepat.

"When I first heard the news, of course your initial reaction is shock and surprise. But, when you let the dust settle and think about it properly, I think it's probably the right time."

Mantan gelandang tim nasional Inggris ini meyakini jajaran direksi klub sudah mempersiapkan strategi matang sebelum memecat pelatih. Ia sangat meragukan jika keputusan strategis sebesar ini diambil tanpa adanya kandidat pengganti yang sudah dihubungi sebelumnya.

"We've all been around football long enough to know how these processes work," katanya.

Gerrard menegaskan bahwa manajemen level atas di tubuh organisasi mantan klubnya itu memiliki reputasi yang sangat profesional dalam menyusun rencana jangka panjang. Tindakan impulsif dinilai sangat bertolak belakang dengan budaya kerja yang ada di sana.

"I'd be very surprised if they made that decision and then thought, 'Right, who are we going to get now?'"

Struktur kepengurusan klub dinilai selalu terorganisasi dengan sangat rapi dari waktu ke waktu dalam mengelola transisi teknis. Oleh karena itu, pencarian arsitek tim yang baru dipastikan sudah berjalan secara rahasia sebelum pengumuman resmi dirilis ke publik.

"Liverpool don't operate like that. Liverpool are a very well-run organization at the top and have been for a very long time," ungkapnya.

Momentum akhir musim dianggap sebagai periode terbaik bagi pergantian nakhoda tim agar proses adaptasi berjalan maksimal. Pelatih anyar nantinya memiliki waktu yang cukup selama masa pramusim untuk merombak komposisi pemain sesuai filosofi sepak bolanya.

"I think it's the right time because the season is done. The new manager will get a full pre-season and a transfer window."

Gerrard menambahkan bahwa kehadiran juru taktik baru akan memberikan atmosfer segar bagi seluruh elemen klub untuk bergerak ke arah yang lebih baik. Langkah ini penting untuk menyatukan kembali visi bermain para anggota skuad yang sempat hilang.

"If you're coming in as a new manager, this is the best time to clean the slate, get everyone unified, and push forward," tutur pria berusia 46 tahun itu.

Ia kembali menegaskan spekulasi mengenai kapan pencarian sosok pengganti tersebut dimulai oleh otoritas tertinggi klub. Menurutnya, proses penyaringan nama tidak mungkin baru berjalan sesaat setelah Arne Slot dibebastugaskan dari posisinya.

"I'd be very surprised if the powers that be at Liverpool only started looking for a replacement three or four hours ago," ucapnya.

Mengenai rumor yang beredar di media, nama manajer Bournemouth, Andoni Iraola, muncul sebagai salah satu kandidat kuat untuk mengisi kekosongan posisi tersebut. Gerrard menilai performa Iraola selama menangani klub berjuluk The Cherries itu sangat menjanjikan.

"Potentially, yeah. I think he's done a fantastic job at Bournemouth. I also think his style of football would suit Liverpool," ujarnya.

Meski menganggap Iraola memenuhi kriteria dasar, Gerrard menyatakan bahwa posisi manajer di kubu Liverpool merupakan salah satu jabatan paling prestisius. Hal ini membuat banyak pelatih kelas dunia lainnya dipastikan tertarik untuk mengajukan diri ke Merseyside.

"We don't need to dress it up, Liverpool is a massive draw for any elite manager around the world."

Kedekatan hubungan historis di level direksi antara kedua klub tersebut dinilai menjadi faktor yang membuat nama Iraola mencuat dengan cepat. Para petinggi klub diyakini sudah memiliki pemahaman mendalam mengenai karakter kerja sang manajer asal Spanyol tersebut.

"I don't think he'll be the only name on the table. But, because of the connection between Bournemouth and Liverpool, with certain people in the hierarchy who have spent time at Bournemouth, they will know him very well," lanjutnya.

Gerrard menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali daya tarik luar biasa dari posisi pelatih utama di Stadion Anfield. Kendati persaingan ketat, ia memvalidasi bahwa manajer Bournemouth tersebut sangat layak masuk ke dalam daftar pertimbangan manajemen.

"But there will be other names, I'm sure, who are licking their lips at the prospect of the Liverpool job. It's one of the biggest seats in world football."

"To answer your question, yeah, I think he deserves to be in the conversation and considered," kata Gerrard lagi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed