Liverpool Pecat Manajer Arne Slot Usai Gagal Lolos Liga Champions
Liverpool resmi memberhentikan manajer Arne Slot pada Sabtu (30/05/2026), tepat 12 bulan setelah ia mempersembahkan gelar juara Liga Inggris, akibat merosotnya performa tim hingga finis di peringkat kelima musim ini. Keputusan mendadak tersebut diambil langsung oleh CEO Fenway Sports Group (FSG) Michael Edwards bersama Direktur Olahraga Richard Hughes, seperti dilansir dari Bola dari laporan pakar transfer Fabrizio Romano. Pihak manajemen FSG menegaskan bahwa langkah ini diambil demi kebutuhan arah baru tim ke depan, bukan karena kurangnya rasa hormat terhadap kontribusi sang pelatih asal Belanda tersebut.
"Ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk diambil. Kontribusi Arne bagi Liverpool sangat besar, bermakna, dan yang terpenting sukses," bunyi pernyataan resmi klub FSG.
Pihak manajemen menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh setelah kompetisi berakhir menunjukkan perlunya perubahan pendekatan strategi permainan yang lebih agresif dan berorientasi menyerang demi perkembangan tim yang lebih baik. "Kesimpulan yang kami ambil didasarkan pada keyakinan bahwa perkembangan tim akan lebih baik melalui perubahan arah. Hal itu tidak mengurangi kualitas maupun pencapaian Arne selama berada di sini," tambah keterangan tersebut FSG.
Pemecatan ini terjadi tidak lama setelah klub menelan kekalahan 2-4 dari Aston Villa di Villa Park pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB, yang sekaligus menutup peluang skuad The Reds untuk lolos ke kompetisi Liga Champions. Arne Slot sempat memberikan komentar mengenai akhir masa jabatannya setelah membawa klub memenangkan trofi Liga Inggris ke-20 pada musim perdana di Anfield.
"Ini adalah perjalanan yang luar biasa bersama Liverpool," kata Arne Slot. Mantan juru taktik Feyenoord yang kini berusia 47 tahun itu menyatakan rasa terima kasihnya atas kesempatan melatih klub Merseyside tersebut selama satu musim penuh. "Saya sangat bersyukur bahwa kami mampu memenangkan liga musim lalu," ungkap Arne Slot.
Penilaian mengenai performa tim juga sempat diutarakan oleh penyerang sayap Mohamed Salah, yang merasa bahwa klub telah kehilangan identitas permainan menyerang seperti era Jurgen Klopp setelah rentetan hasil mengecewakan pada akhir musim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow