Manchester City Ungguli Manchester United dalam Perburuan Elliot Anderson
Persaingan ketat terjadi di bursa transfer musim panas 2026 untuk memperebutkan gelandang muda berbakat, Elliot Anderson. Pemain Nottingham Forest tersebut kini menjadi komoditas panas di Premier League. Seperti dilaporkan oleh Bola, Manchester City saat ini memimpin perburuan tanda tangan pemain berusia 23 tahun tersebut.
Langkah agresif terus dilakukan demi mengamankan sang gelandang. Keinginan kuat juga datang dari sisi sang pemain, di mana Anderson dikabarkan lebih memilih untuk merapat ke Etihad Stadium. Pilihan ini membuatnya mengabaikan ketertarikan dari rival sekota, Manchester United.
Kabar yang beredar di Inggris menyebutkan bahwa Anderson hampir pasti akan meninggalkan Nottingham Forest pada musim panas ini. Manchester United sebenarnya sempat memantau situasi, namun enggan terlibat dalam proses negosiasi yang berbelit-belit atau membayar nilai transfer yang terlalu tinggi.
Meskipun Manchester City bergerak cepat, kesepakatan resmi antara kedua belah pihak masih belum tercapai. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan yang cukup besar mengenai valuasi nilai transfer sang pemain. Nilai pasar Elliot Anderson diperkirakan melonjak tajam setelah penampilan impresifnya sepanjang musim 2025/2026. Biaya kepindahannya bahkan diprediksi mampu melampaui rekor transfer pemain Inggris termahal.
Saat ini, status pemain Inggris termahal masih dipegang oleh Declan Rice. Arsenal menggelontorkan dana sebesar 105 juta poundsterling untuk memboyong Rice dari West Ham United pada tahun 2023 lalu. Manajemen Nottingham Forest menyadari betul nilai jual aset berharganya tersebut sedang tinggi. Nilai ini berpotensi meroket lebih jauh jika Anderson tampil memukau bersama Timnas Inggris di ajang Piala Dunia 2026, yang membuat Forest berada di posisi kuat saat bernegosiasi.
Faktor Kegagalan Nottingham Forest
Manajer Nottingham Forest, Vitor Pereira, sebenarnya memiliki rencana besar untuk mempertahankan pilar pentingnya, termasuk Anderson dan Morgan Gibbs-White untuk mengarungi musim depan.
Namun, kegagalan Nottingham Forest menembus kompetisi Eropa menjadi faktor penentu. Tim tersebut hanya mampu menyudahi kompetisi Premier League musim lalu dengan finis di peringkat ke-16.
"Saya percaya jika ingin bersaing untuk target yang lebih besar, kami harus mempertahankan pemain terbaik. Jika setiap musim terus berubah, sulit membangun sesuatu yang kuat dan konsisten," Pereira menuturkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow