Menyesal Beli iPhone 12? Ini 5 Kekurangan Fatal di Tahun 2026

Smallest Font
Largest Font

Membeli ponsel lama sering kali dianggap sebagai langkah cerdas untuk menghemat anggaran belanja teknologi Anda. Namun, Anda harus menyadari betul apa saja kekurangan iphone 12 sebelum memutuskan untuk meminangnya saat ini.

Sebagai peninjau yang sudah mengamati pergeseran teknologi selama bertahun-tahun, saya melihat ponsel ini mulai kehilangan taringnya. Beberapa spesifikasi yang dulunya tampak mewah kini terasa sangat usang.

Jangan sampai Anda menyesal karena hanya tergiur oleh emblem logo buah apel di bagian belakang bodi. Mari kita bedah secara objektif kelemahan perangkat rilisan akhir tahun 2020 ini.

Apakah Masih Layak Membeli iPhone 12 di Tahun 2026 | Putu Reza

Layar OLED yang Terjebak di Angka 60 Hz

Layar Super Retina XDR OLED berukuran 6,1 inci pada perangkat ini sebenarnya memiliki reproduksi warna yang sangat tajam. Resolusi sebesar 1170 x 2532 piksel dengan kepadatan 460 ppi membuat tampilan teks dan gambar terlihat begitu detail. Masalah terbesarnya terletak pada tingkat penyegaran layar yang masih tertahan di 60 Hz saja.

Di zaman sekarang, navigasi antarmuka terasa kurang mulus jika dibandingkan dengan standar modern. Pergerakan animasi saat menggulir media sosial terasa agak tersendat lho. Menurut saya, absennya fitur ProMotion atau refresh rate tinggi menjadi salah satu kekurangan iphone 12 yang paling terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Material kaca keramik Ceramic Shield memang memberikan perlindungan ekstra dari benturan. Namun, itu tidak mengubah kenyataan bahwa layarnya kurang responsif untuk standar aplikasi masa kini.

Tingkat kecerahan tipikal yang hanya menyentuh 625 nits juga menyulitkan keterbacaan di bawah terik matahari langsung. Meskipun mampu mencapai kecerahan maksimal hingga 1200 nits saat memutar konten HDR, dalam skenario penggunaan harian luar ruangan layarnya terasa redup. Daya tahan baterai selalu menjadi momok menakutkan bagi para pengguna perangkat besutan Apple generasi ini. Kapasitas baterai fisik yang tertanam di dalamnya tergolong sangat minimalis untuk ukuran standar saat ini.

Berdasarkan laporan pengujian dari salah satu kreator konten teknologi di YouTube yang dilansir oleh Carisinyal, baterainya hanya bertahan selama 6 jam 41 menit saja. Pengujian tersebut mencakup aktivitas harian biasa seperti bermain game ringan, memutar video YouTube, dan membuka Instagram. Bagi saya, angka ini sangat mepet untuk menemani aktivitas produktif seharian penuh tanpa membawa pengisi daya portabel. Anda pasti akan sering merasa cemas mencari stopkontak di sore hari.

Daya tahan baterai yang minim membuat mobilitas pengguna menjadi sangat terbatas tanpa bantuan powerbank.

Kecepatan pengisian dayanya pun tidak bisa dibilang instan. Sistem pengisian nirkabel melalui MagSafe dibatasi pada kecepatan daya hingga 15W saja.

Jika Anda sedang terburu-buru, proses pengisian daya ini tentu akan terasa sangat menjemukan. Teknologi pengisian daya cepat nirkabel pada perangkat kompetitor kini sudah jauh melompat melampaui angka tersebut.

Sensor Kamera Utama yang Mulai Kekecilan

Apple membekali perangkat ini dengan sistem dual kamera di bagian belakang. Kamera utama beresolusi 12 MP dengan aperture f/1.6 berdampingan dengan kamera ultra lebar beresolusi 12 MP. Masalahnya, ukuran sensor fisik kamera utamanya hanya berkisar 1/3.6 inci.

Sensor sekecil ini membuat kemampuan menangkap cahaya dalam kondisi temaram menjadi kurang optimal. Hasil foto malam hari sering kali dipenuhi oleh gangguan bintik hitam atau noise. Detail pada sudut-sudut gambar juga cenderung menurun drastis saat pencahayaan di sekitar Anda kurang mendukung.

Kamera depan beresolusi 12 MP yang didukung sensor 3D SL untuk pengenalan wajah memang masih bekerja dengan sangat baik untuk keperluan swafoto. Hanya saja, keterbatasan sensor belakang tetap menjadi kompromi besar bagi Anda yang menyukai fotografi ponsel.

Spesifikasi Teknis Apple iPhone 12

Untuk melihat gambaran lengkap mengenai komponen fisik yang tertanam di dalam ponsel ini, saya telah menyusun tabel spesifikasi resmi berdasarkan data pengujian tepercaya.

Spesifikasi Utama Apple iPhone 12 Berdasarkan Data Pengujian
KomponenSpesifikasi iPhone 12
Layar6,1 inci Super Retina XDR OLED
ChipsetApple A14 Bionic
Kerapatan Piksel460 ppi
Kecerahan Tipikal625 nits
Kecerahan Maksimal1200 nits
Sensor Kamera Utama1/3.6 inci
Berat Perangkat164 gram
Skor Geekbench Multi-core4008 poin

Apakah Chipset Apple A14 Bionic Masih Relevan?

Sektor dapur pacu ponsel ini digerakkan oleh chipset Apple A14 Bionic. Di atas kertas, performanya memang masih terdengar cukup menjanjikan untuk menangani beberapa tugas komputasi kasual. Berdasarkan pengujian performa sintetis, chipset ini mencatatkan skor Geekbench single-core sebesar 1589 poin dan multi-core sebesar 4008 poin.

Namun, angka benchmark di atas kertas sering kali tidak mencerminkan beban kerja nyata dari aplikasi modern yang semakin rakus sumber daya. Suhu bodi ponsel ini juga tergolong cepat hangat ketika dipaksa bekerja keras dalam waktu lama. Peningkatan suhu tersebut secara otomatis memicu penurunan performa secara drastis untuk mencegah kerusakan komponen internal.

Menurut analisis performa yang dipublikasikan oleh CNBC Indonesia, pengelolaan suhu pada bodi tipis berbobot 164 gram ini memang kurang efisien. Ketika bodi mulai panas, Anda akan merasakan penurunan bingkai gambar atau frame drop yang cukup mengganggu saat bermain game.

Ketiadaan Adaptor Pengisi Daya dalam Kotak Penjualan

Salah satu kebijakan Apple yang paling banyak menuai kritik sejak peluncuran seri ini adalah pemangkasan aksesori di dalam kotak kemasan. Anda tidak akan lagi menemukan kepala adaptor pengisi daya maupun penyuara kuping kabel di dalamnya.

Langkah ini memaksa Anda untuk mengeluarkan dana tambahan demi membeli adaptor pengisi daya original yang kompatibel. Membeli adaptor pihak ketiga yang murah lho sangat berisiko merusak kesehatan baterai ponsel dalam jangka panjang.

Berikut adalah beberapa komponen penting yang hilang atau dipangkas dari paket penjualan standar:

  • Kepala adaptor pengisi daya dinding (charger)
  • Penyuara kuping kabel (EarPods)
  • Peningkatan kapasitas penyimpanan dasar yang masih tertahan di 64 GB

Kapasitas penyimpanan dasar sebesar 64 GB juga sangat tidak realistis untuk penggunaan jangka panjang saat ini. Ukuran sistem operasi dan pembaruan aplikasi yang semakin membengkak akan membuat ruang penyimpanan Anda cepat habis dalam hitungan bulan.

Sertifikasi Ketahanan Air yang Memiliki Batasan Jelas

Perangkat ini memang sudah mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu IP68. Berdasarkan klaim teknisnya, ponsel ini mampu bertahan di kedalaman air hingga 1,5 meter selama 30 menit. Namun, garansi resmi dari pihak produsen sama sekali tidak menanggung kerusakan akibat kemasukan cairan. Ini berarti perlindungan IP68 tersebut hanyalah fitur darurat, bukan lisensi untuk membawa ponsel ini berenang secara sengaja.

Seiring berjalannya waktu, perekat tahan air pada bodi ponsel dipastikan akan mengalami penurunan kualitas atau aus. Kelemahan segel fisik ini membuat risiko kerusakan akibat air menjadi jauh lebih tinggi pada unit yang sudah berumur beberapa tahun. Memilih ponsel berumur tua seperti ini menuntut kompromi yang sangat besar dari sisi ketahanan baterai, teknologi layar yang lambat, serta keterbatasan kapasitas penyimpanan internal. Keputusan untuk membelinya harus didasari oleh pertimbangan matang terhadap batasan fungsionalitas yang akan Anda hadapi setiap hari.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed