Milomir Seslija Ungkap Kunci Sukses Persis Solo Kembali ke Kasta Tertinggi

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Mantan pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, secara resmi menyampaikan kalimat perpisahan setelah menyelesaikan masa baktinya bersama tim pada penghujung musim 2025/2026. Juru taktik asal Bosnia-Herzegovina ini juga membagikan pandangannya mengenai langkah strategis yang perlu diambil klub agar bisa kembali bersaing di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, pelatih yang akrab disapa Milo tersebut merefleksikan perjalanannya bersama Laskar Sambernyawa. Dikutip dari Bola, Milo mengaku sudah menyadari besarnya tanggung jawab dan tantangan yang ada sejak pertama kali ditunjuk menangani tim di pertengahan musim.

Milo menegaskan keyakinan pribadinya bahwa Persis Solo memiliki kapasitas besar untuk segera bangkit dan meraih tiket promosi pada musim kompetisi mendatang. Dirinya menitipkan sejumlah pesan penting agar target kembali ke Super League dapat terealisasi dengan baik.

"Semua stakeholder harus bersatu. Harus melakukan pemilihan dan seleksi pemain yang bagus, dan mereka harus bersabar dalam bekerja membangun tim. Saya yakin Persis Solo akan kembali ke Super League musim depan," kata Milo kepada Bola.com.

Dalam pesan perpisahannya, arsitek strategi berusia 62 tahun ini memberikan penghormatan mendalam kepada seluruh jajaran manajemen, ofisial, dan para pemain yang telah berjuang bersama-sama melewati masa-masa sulit.

"Untuk semua ofisial, pemain, dan kalian, fans setia Persis. Waktunya telah tiba untuk mengucapkan perpisahan. Ketika saya mengambil alih jabatan sebagai pelatih kepala, saya tahu bahwa saya bergabung dengan klub yang memiliki sejarah panjang dan semangat yang luar biasa, tetap apa yang saya alami di sini melampaui semua harapan saya," tulisnya, Selasa (9-6-2026).

Rasa terima kasih secara khusus juga diarahkan kepada kinerja para penggawa Laskar Sambernyawa di atas lapangan. Menurut pandangan Milo, performa yang ditunjukkan oleh Andrei Alba dan kolega sudah sangat maksimal sepanjang musim berjalan, kendati hasil akhir menuntut tim harus menerima kenyataan turun kasta.

"Terima kasih kepada para pemain saya atas setiap sesi latihan, setiap tetes tenaga yang kalian berikan di lapangan. Kalian bukan hanya sekadar pemain, tetapi juga keluarga olahraga saya," tulis pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu.

Dukungan Suporter Jadi Motivasi Terbesar

Milo menilai keberadaan barisan pendukung setia Persis Solo merupakan elemen krusial yang selalu memberikan suntikan moral berharga bagi tim saat melakoni pertandingan.

"Terima kasih khusus kepada para suporter, kalian adalah angin di punggung kami saat situasi paling sulit. Suara kalian terdengar jauh dan karena kalianlah sepak bola ini dimainkan," ucap pelatih berusia 62 tahun itu.

Persis Solo diakui meninggalkan kesan mendalam secara personal di dalam perjalanan karier kepelatihannya. Milo berharap Laskar Sambernyawa mampu melewati fase transisi ini dengan cepat demi menyongsong kompetisi baru dengan target prestasi yang lebih tinggi.

'Saya mendoakan yang terbaik bagi klub di masa depan, banyak kemenangan dan trofi, yang memang pantas kalian dapatkan. Persis Solo akan selalu memiliki tempat istimewa di hati saya. Terima kasih untuk segalanya," katanya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed