Persib Bandung Masuk Daftar Larangan Pendaftaran Pemain FIFA
Persib Bandung secara mengejutkan tercantum dalam FIFA Registration Ban List atau Daftar Larangan Pendaftaran FIFA. Kabar ini muncul hanya beberapa hari setelah tim berjuluk Maung Bandung tersebut mencetak hattrick juara BRI Super League. Seperti dilansir dari Bola, FIFA Registration Ban List berisi informasi mengenai klub-klub global yang sedang menjalani sanksi larangan pendaftaran pemain.
Hukuman ini biasanya diberikan akibat adanya sengketa keuangan atau pelanggaran regulasi tertentu. Klub yang berada dalam daftar ini untuk sementara waktu dilarang mendaftarkan penggawa baru. Persib Bandung menjadi tim Indonesia kedelapan yang masuk dalam daftar sanksi tersebut.
Sebelumnya, sejumlah klub tanah air telah lebih dulu tercantum dalam daftar serupa. Mereka adalah Persiwa Wamena, PSBS Biak, PSCS Cilacap, Kalteng Putra, PSM Makassar, Semen Padang, dan PSIS Semarang.
Sanksi bagi Maung Bandung mulai berlaku sejak Jumat (29/5/2026). FIFA menetapkan hukuman ini tanpa batas waktu tertentu, atau sampai federasi internasional tersebut mencabut sanksinya. Dampak dari hukuman ini tergolong berat bagi masa depan tim. Jika persoalan ini tidak kunjung selesai hingga musim depan, Persib tidak dapat mendaftarkan pemain baru untuk mengarungi kompetisi 2026/2027.
Hingga kini, alasan mendasar mengenai sanksi tersebut belum benderang. FIFA sendiri tidak menyebutkan secara spesifik jenis sengketa atau pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Persib Bandung. Situasi ini tergolong mengejutkan bagi publik sepak bola nasional. Selama ini, Persib Bandung dikenal sebagai salah satu klub domestik yang memiliki kondisi finansial sangat sehat.
Manajemen klub bahkan kerap bergerak agresif dan jor-joran dalam mendatangkan pemain bintang. Di lapangan, prestasi mereka juga sangat mentereng dalam beberapa musim terakhir. Persib baru saja mengunci gelar juara BRI Super League 2025/2026.
Angkat piala ini menjadi gelar ketiga mereka secara beruntun setelah sebelumnya menjadi kampiun pada musim 2024/2025 dan 2025/2026. Di tengah munculnya sanksi internal dari FIFA, dinamika di kursi kepelatihan tim juga sedang berubah. Pelatih Bojan Hodak memutuskan bergeser peran menjadi penasihat teknis klub.
Guna mengisi kekosongan nakhoda tim, manajemen Maung Bandung mengambil langkah internal. Jabatan pelatih kepala kini dipercayakan kepada Igor Tolic yang sebelumnya bertugas sebagai asisten pelatih.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow