Persija Jakarta Ganti Mauricio Souza dengan Shin Tae-yong
Manajemen Persija Jakarta melakukan perombakan besar di kursi kepelatihan menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2026/2027. Mauricio Souza yang baru semusim menjabat resmi digantikan oleh mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Langkah ini diambil demi ambisi mempersembahkan gelar juara bertepatan dengan momen bersejarah ulang tahun Jakarta yang ke-500 pada 22 Juni 2027. Informasi pergantian juru taktik Macan Kemayoran ini dilansir dari Bola.
Keputusan manajemen tersebut tergolong mengejutkan mengingat performa Persija di bawah asuhan Souza mengalami peningkatan. Pelatih asal Brasil itu membawa Persija finis di peringkat ketiga pada musim BRI Super League 2025/2026, lebih baik dari musim sebelumnya saat ditangani Carlos Pena yang hanya finis di posisi ketujuh.
Perubahan mendadak ini turut memicu respons dari mantan Ketua Umum The Jakmania, Tauhid Indrasjarief, atau yang akrab disapa Bung Ferry. Melalui diskusi di kanal YouTube "Gue Anak Jakarta", Ferry mengaku tidak menyangka kontrak Souza tidak diperpanjang.
Bung Ferry mengungkapkan keterkejutannya karena sempat menerima informasi bahwa masa kerja Souza akan diperpanjang oleh pihak manajemen.
"Ya, saya sebenarnya jujur agak kaget. Walaupun urusan tim memang bukan ranah saya, saya cukup terkejut karena beberapa hari sebelumnya saya dapat informasi kalau kontraknya akan diperpanjang," kata Ferry.
Indikasi bertahannya Souza sebelumnya menguat setelah klub memperpanjang kontrak beberapa pemain yang menjadi pilihan utama sang pelatih asal Brasil tersebut.
"Persija juga sudah memperpanjang kontrak beberapa pemain pilihan Souza seperti Van Basty Sousa dan Fabio Calonego. Jadi, saya pikir Souza masih bertahan karena pemain-pemain itu kan pilihan dia semua. Tiba-tiba muncul kabar Souza tidak diperpanjang. Jujur saya kaget dan itu di luar ekspektasi saya," lanjutnya.
Kendati demikian, Ferry berharap keputusan ini merupakan bagian dari strategi besar manajemen untuk mendongkrak performa tim.
"Saya berharap ketika kontraknya habis dan tidak diperpanjang, Persija memang sudah punya skenario yang lebih dahsyat untuk menutupi kekurangan musim kemarin. Harapan saya sih seperti itu. Itu yang sedang saya tunggu," ujarnya.
Catatan Evaluasi dan Persoalan Lapangan JIS
Ferry membeberkan tiga kelemahan utama Mauricio Souza yang dinilainya perlu menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim.
"Kalau bicara ke depan, kita harus lihat kekurangan Souza apa. Menurut saya, ada tiga," kata Ferry.
Faktor komunikasi menjadi sorotan pertama karena kendala bahasa yang dihadapi Souza selama melatih.
"Kekurangan pertama adalah komunikasi. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan selalu menyampaikan semuanya menggunakan bahasa Portugis."
Namun, Ferry menilai kedatangan Shin Tae-yong belum tentu menjadi solusi instan untuk masalah komunikasi ini.
"Kalau diganti STY, ya sama. Dia juga tidak bisa bahasa Inggris. Berarti persoalannya masih sama, yaitu komunikasi."
Aspek kedua yang disorot adalah masalah kontrol emosi di lapangan pertandingan.
"Yang kedua, kekurangan Souza adalah emosi. Ketika dia emosi, pemainnya ikut emosi. STY juga emosional, temperamennya tinggi, darahnya panas juga. Jadi, dua hal ini menurut gua mirip," lanjutnya.
Poin ketiga berkaitan dengan keluhan berulang dari Souza mengenai kualitas infrastruktur stadion kandang mereka.
"Nah, yang ketiga ini yang saya ingin cari tahu. Setiap kali main di JIS selalu ada komplain. Alasannya, permainan tidak berjalan karena kondisi lapangan. Padahal, yang bermain di JIS bukan cuma Persija, lawan juga main di lapangan yang sama," ujar Ferry.
Ferry menyatakan sempat ingin berdiskusi langsung dengan Souza mengenai kecocokan strategi taktiknya dengan kondisi lapangan di Indonesia.
"Jawabannya yang sering muncul adalah permainan Souza tidak cocok diterapkan di lapangan JIS. Nah, permainan seperti apa yang dimaksud? Itu yang sebenarnya ingin saya tahu," ucapnya.
"Beberapa pertanyaan sudah saya siapkan kalau kontraknya diperpanjang. Saya ingin datang, mau podcast atau apa pun, pokoknya pengin ngobrol langsung dengan Souza tentang rencananya di tahun kedua, termasuk soal strategi."
Menurutnya, kendala kondisi lapangan merupakan hal yang umum dijumpai pada berbagai stadion di tanah air.
"Kalau memang strateginya tidak cocok dengan kondisi lapangan seperti itu, lapangan di Indonesia hampir sama semua. Coba lihat beberapa stadion di daerah lain. Banyak juga yang permukaannya tidak sempurna dan terdapat bercak-bercak."
Ferry menilai opini negatif mengenai kualitas rumput stadion kandang tersebut sudah telanjur terbentuk di kalangan publik.
"Image JIS sudah terlanjur kuat. Rumput dianggap sebagai masalah utama. Akhirnya itu menjadi alasan ketika tim kalah atau hanya seri di sana."
Apresiasi Taktik Terbuka dan Harapan Kedepan
Ferry ingin mengetahui apakah Souza memiliki rencana alternatif untuk menyesuaikan taktik dengan kondisi lapangan yang ada jika bertahan.
"Kalau memang strateginya tidak cocok dengan lapangan seperti itu, apakah strateginya akan berubah atau tidak? Itu yang ingin saya tahu."
Di sisi lain, gaya bermain menyerang yang diterapkan Souza selama melatih tetap mendapat pujian dari banyak pencinta sepak bola nasional.
"Dari banyak orang yang saya ajak bicara, termasuk di Bandung, mereka suka melihat permainan Persija karena berani bermain terbuka."
"Mau sedang unggul 2-0 atau tertinggal 0-1, Persija tetap berani menyerang. Model permainan seperti itu sekarang jarang," ucapnya.
Banyak pendukung mengharapkan adanya pembaruan identitas permainan setelah beberapa musim dinilai cenderung monoton.
"Banyak yang berharap Persija menang karena ingin melihat perubahan. Setelah sekian tahun, sejak era juara bersama Teco (Stefano Cugurra), pola permainannya terasa mirip-mirip saja."
Ferry menegaskan pentingnya keselarasan antara strategi pelatih baru dengan komposisi skuad yang sudah terbentuk saat ini.
"Nah, kalau memang Souza diganti, berarti jangan cari pelatih yang sama. Cari pelatih dengan gaya bermain berbeda."
"Tapi, ketika mencari gaya bermain yang berbeda, harus dipikirkan juga bagaimana dengan pemain-pemain yang sudah ada sekarang," ulasnya.
"Jadi, kalau mau menentukan kriteria pelatih, lihat dulu karakter pemain yang dimiliki Persija. Lalu cari pelatih dengan strategi yang berbeda dari Souza. Itu saja sebenarnya. Tinggal cari siapa orang yang tepat," imbuh Ferry Indrasjarief.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow