Persik Kediri Tunjuk Direktur Olahraga Baru Menjelang Liga Musim Depan
Persik Kediri bersiap melakukan pembenahan besar menjelang kompetisi Super League 2026/2027 dengan mendatangkan sosok profesional baru untuk mengisi jabatan strategis sebagai Direktur Olahraga.
Langkah ini diambil demi meningkatkan prestasi tim berjuluk Macan Putih agar mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola modern Indonesia, seperti dilansir dari Bola.
Pemilik saham mayoritas Persik Kediri, Arthur Irawan, menegaskan bahwa lembaga ini baru pertama kali dibentuk sejak dirinya mengambil alih kepemilikan klub pada paruh kedua musim 2022/2023.
"Untuk mengelola tim ini lebih profesional, musim depan secara teknis kita bakal ada sport director baru. Kita akan segera umumkan. Menurut saya sports director merupakan posisi strategis untuk langkah Persik bisa berprestasi," kata Arthur Irawan, Owner Persik Kediri.
Pihak manajemen menilai perubahan regulasi dan dinamika kompetisi yang bergerak cepat menuntut klub untuk beradaptasi demi menjaga daya saing.
"Sepak bola sekarang berubah sangat cepat. Jika tak mau ketinggalan, kita harus ikuti tren itu. Kita akan pilih figur yang sangat kompeten dan mengerti sepak bola modern secara analis maupun seleksi pemain," jelas Arthur Irawan, Owner Persik Kediri.
Kendati demikian, manajemen Macan Putih masih merahasiakan identitas sosok yang akan menduduki posisi Direktur Olahraga tersebut demi menghormati jajaran tim teknis yang saat ini masih bertugas.
"Rencana itu sedang dimatangkan. Tapi sekarang saya belum bisa ngomong. Yang pasti kita sudah punya namanya.
Tapi maaf, saya belum bisa sebut dulu ya. Nanti saya pasti umumkan. Karena saya harus menghormati tim teknis saat ini," ucap Arthur Irawan, Owner Persik Kediri.
Direktur Olahraga baru tersebut nantinya memiliki tanggung jawab penuh dalam menentukan struktur kepelatihan serta menyusun komposisi pemain untuk musim mendatang.
"Kalau sudah resmi, dia nanti yang bakal mengevaluasi dan memutuskan seperti apa skuat Persik musim depan. Siapa pelatihnya dan stafnya. Siapa pemain lama yang bertahan dan siapa yang akan didatangkan sesuai kebutuhan tim," tutur Arthur Irawan, Owner Persik Kediri.
Bersamaan dengan rencana perombakan manajemen, lini pertahanan Persik juga dipastikan mengalami perubahan menyusul keputusan hengkangnya penjaga gawang utama mereka.
Kiper asal Brasil, Leo Navacchio, resmi mengumumkan perpisahan dengan klub setelah mencatatkan 56 penampilan selama dua musim membela tim kebanggaan warga Kediri tersebut.
"Sudah tiba waktunya bagi saya untuk mengucapkan perpisahan dengan klub ini yang akan selalu terkenang dalam ingatan saya. Saya tinggalkan di sini rasa kasih, terimakasih, dan rasa hormat saya. Terimakasih banyak dan salam hangat untuk semuanya," tulis Leo Navacchio, Mantan Pemain Persik Kediri.
Selama membela Persik, pemain kelahiran 28 Desember 1992 itu mencatatkan statistik 84 kali kebobolan dan 13 kali nirbobol, dengan rincian kemasukan 35 gol pada musim pertama dan 49 gol pada musim kedua.
Performa lini belakang yang kurang solid membuat perjuangan kiper berpostur 1,92 meter ini terasa berat hingga laga terakhirnya yang berakhir dengan kekalahan telak lima gol tanpa balas dari Persebaya.
"Ada 56 pertandingan yang saya jalani dengan mengenakan warna ungu melalui perjuangan yang tidak mudah untuk membela sebuah klub dan kota ini," ucap Leo Navacchio, Mantan Pemain Persik Kediri.
Meski menghadapi banyak tekanan dari suporter selama masa-masa sulit, penjaga gawang berusia 33 tahun ini menegaskan komitmen yang telah diberikannya untuk tim selama ini.
"Saya pernah menjadi sosok penting. Pernah gagal, pernah mendapat kasih sayang, dan juga tuntutan. Di saat-saat paling sulit bagi klub ini, saya selalu berusaha hadir untuk membantu dengan cara apapun," tutur Leo Navacchio, Mantan Pemain Persik Kediri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow