Xiaomi TV Box S Gen 3 Layak Beli atau Sekadar Gimmick Angka Spesifikasi

Smallest Font
Largest Font

Ekspektasi saya runtuh saat menyadari bahwa perangkat hiburan ruang keluarga sering kali hanya menjual angka muluk di atas kertas tanpa membawa perubahan nyata yang revolusioner. Pasar perangkat pemutar media digital saat ini dipenuhi oleh jargon pemasaran yang membingungkan calon pembeli yang sekadar ingin menonton tayangan favorit tanpa gangguan. Melalui pembahasan ini, saya akan membedah secara kritis perangkat box tv xiaomi untuk melihat apakah peningkatan komponen di dalamnya benar-benar sebanding dengan kebutuhan Anda atau justru sebaliknya.

Sebagai seorang pengulas yang terbiasa melihat jeroan perangkat keras, saya tidak akan membiarkan klaim sepihak dari pabrikan meloloskan sebuah produk begitu saja tanpa kritik tajam. Konsumen berhak mengetahui batas kemampuan perangkat yang mereka beli agar tidak menyesal di kemudian hari. Mari kita langsung melihat apa yang sebenarnya ditawarkan oleh raksasa teknologi ini pada lini pemutar media digital mereka yang paling populer di pasaran.

Pabrikan perangkat ini mengklaim adanya peningkatan performa yang cukup signifikan pada model teranyar mereka.

Jantung pacu dari Xiaomi TV Box S (3rd Gen) kini mengandalkan prosesor 64-bit dengan CPU quad-core A55 yang mampu beroperasi dengan kecepatan clock maksimum mencapai 2.5GHz. Angka kecepatan clock ini di atas kertas memang terlihat sangat menjanjikan untuk sebuah perangkat pemutar media digital di kelasnya. Namun, Anda harus ingat bahwa performa tinggi dari CPU quad-core A55 dengan clock 2.5GHz ini merupakan hasil komparasi data kinerja Xiaomi Internal Labs yang membandingkannya secara langsung dengan performa milik Xiaomi TV Box S 2nd Gen.

Apakah peningkatan kecepatan clock ini akan langsung terasa secara dramatis dalam penggunaan sehari-hari oleh pengguna awam? Saya meragukannya, karena dalam skenario navigasi standar antarmuka, perbedaan kecepatan tersebut sering kali tidak sekasar angka di atas kertas.

Meskipun demikian, peningkatan arsitektur ini setidaknya memberikan napas yang lebih lega bagi perangkat untuk memproses data kompresi video yang semakin padat dan kompleks.

Konektivitas Nirkabel yang Jauh Lebih Modern Berkat Standar Baru

Satu hal yang menurut saya patut diapresiasi dari model Xiaomi TV Box S (3rd Gen) adalah pembaruan pada sektor penangkap sinyal internet nirkabelnya.

Perangkat ringkas ini sudah mendukung standar nirkabel Wi-Fi 6 yang membawa teknologi mutakhir seperti OFDMA dan MU-MIMO ke dalam sistem transmisinya. Kehadiran Wi-Fi 6 dengan teknologi OFDMA dan MU-MIMO ini sangat krusial bagi Anda yang memiliki banyak perangkat pintar yang terhubung ke satu router yang sama di dalam rumah.

700rban udah 4K. Dolby Vision, HDR10+ | Xiaomi TV Box s Gen 3 | Mr Bibbo

Dengan teknologi tersebut, pembagian jalur data internet menjadi jauh lebih efisien dan meminimalkan gejala putus-putus atau buffering saat Anda sedang asyik menonton tayangan beresolusi tinggi.

Bagi saya, ini adalah peningkatan yang jauh lebih berguna dalam kehidupan nyata ketimbang sekadar menaikkan angka clock prosesor yang sering kali tidak terpakai secara maksimal.

Dilema Kapasitas Memori yang Sangat Terbatas untuk Aplikasi Modern

Sekarang mari kita bicara tentang kekurangan fatal yang masih terus dipertahankan oleh produsen ini pada lini produk pemutar media digital mereka. Jika kita melihat ke belakang pada spesifikasi Xiaomi TV Box S (2nd Gen), perangkat tersebut hanya dibekali dengan kombinasi memori berupa 2GB RAM dan 8GB ROM.

Menurut saya, kapasitas penyimpanan internal yang hanya sebesar 8GB ROM itu adalah sebuah lelucon buruk untuk ukuran standar kebutuhan aplikasi modern saat ini. Fakta yang lebih menyakitkan adalah kapasitas aktual yang tersedia untuk pengguna dipastikan jauh lebih kecil karena terpotong oleh sistem operasi dan program bawaan perangkat yang tidak bisa dihapus. Hal ini tentu saja membatasi ruang gerak Anda secara drastis dalam memasang berbagai macam aplikasi hiburan tambahan.

Kombinasi memori yang sempit ini memaksa pengguna untuk terus-menerus mengelola sisa penyimpanan dan menghapus aplikasi lama demi menyisakan ruang bagi pembaruan sistem yang semakin membengkak setiap tahunnya.

Sangat disayangkan mengapa ruang penyimpanan internal yang lapang masih menjadi barang mewah bagi lini perangkat TV box dari brand ini.

Ekosistem Google TV dengan Koleksi Aplikasi yang Melimpah

Meskipun dihantui oleh keterbatasan ruang penyimpanan internal yang sempit, perangkat Xiaomi TV Box S (3rd Gen) ini setidaknya diselamatkan oleh integrasi sistem operasi yang sangat kaya fitur.

Perangkat ini mendukung pencarian dan akses ke lebih dari 10,000 aplikasi serta ratusan saluran gratis melalui platform Google TV. Kehadiran lebih dari 10,000 aplikasi ini memberikan kebebasan yang luar biasa bagi pengguna untuk mempersonalisasi pusat hiburan mereka sesuai selera masing-masing. Mulai dari aplikasi layanan streaming video premium, platform pemutar musik, hingga game-game ringan bisa Anda temukan dengan mudah di dalam ekosistem ini.

Namun, kembali lagi ke kritik saya sebelumnya, angka puluhan ribu aplikasi tersebut akan terasa sia-sia jika Anda tidak bisa memasang banyak aplikasi sekaligus akibat terkendala oleh kapasitas ROM bawaan sistem yang sangat minim.

Berikut adalah perbandingan data teknis spesifikasi yang berhasil dihimpun dari hasil pengujian internal pihak pabrikan untuk kedua model perangkat tersebut.

Perbandingan Spesifikasi Teknis Perangkat Keras Pemutar Media Xiaomi
Fitur Utama PerangkatSpesifikasi Model 2nd GenSpesifikasi Model 3rd Gen
Arsitektur CPUQuad-core64-bit Quad-core A55
Kecepatan Clock Maksimum2.5 GHz
Kapasitas Memori RAM2 GB
Kapasitas Penyimpanan ROM8 GB
Standar Konektivitas Wi-FiWi-Fi 6
Teknologi Nirkabel TambahanOFDMA dan MU-MIMO
Ekosistem Sistem OperasiGoogle TV
Jumlah Akses Aplikasi10.000

Pertimbangan Utama Sebelum Anda Memutuskan untuk Membeli Perangkat Ini

Menilai sebuah produk elektronik tidak boleh hanya terpaku pada brosur penjualan yang manis melainkan harus melihat fungsionalitas riil yang ditawarkan kepada konsumen. Berdasarkan data performa dan spesifikasi yang merupakan hasil uji internal Xiaomi, peningkatan pada model ketiga memang berfokus pada efisiensi jaringan dan kecepatan pemrosesan data mentah.

Jika Anda adalah tipe pengguna yang hanya membuka satu atau dua aplikasi streaming utama dan tidak suka mengotak-atik sistem, perangkat box tv xiaomi dengan dukungan Google TV ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hiburan standar Anda sehari-hari. Sebaliknya, bagi para pengguna bernafsu besar yang gemar mengoleksi puluhan aplikasi pihak ketiga dan menyimpan file film lokal berukuran raksasa di dalam memori internal, keterbatasan ruang penyimpanan aktual pada perangkat ini dipastikan akan memicu rasa frustrasi yang mendalam dalam beberapa bulan pemakaian ke depan. Keputusan akhir kini berada di tangan Anda untuk menimbang apakah fitur Wi-Fi 6 dan CPU 2.5GHz yang ditawarkan mampu menutupi borok sempitnya ruang penyimpanan internal yang disediakan oleh pihak pabrikan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow