Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Level Rp17.859 per Dolar AS Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis sebesar 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp17.859 per dolar AS pada perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi. Melemahnya mata uang garuda ini terjadi seiring dengan indeks dolar AS yang terpantau merangkak naik ke posisi 101,02 berdasarkan data TradingView terbaru.

Kondisi pembukaan pagi ini memperpanjang tren fluktuasi rupiah setelah pada hari sebelumnya juga mengalami tekanan. Pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026, rupiah di pasar spot sempat dibuka melemah 9 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp17.813 per dolar AS, sementara indeks dolar AS saat itu masih stagnan di posisi 100,84.

Data dari Bloomberg di pasar spot exchange pada awal pekan kemarin bahkan menunjukkan koreksi yang sedikit lebih dalam pada pukul 09.05 WIB. Ketika itu, rupiah melemah hingga 15 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.819 per dolar AS akibat tekanan eksternal global.

Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah & Rupiah Anjlok ke Rp 17.800/USD | SINDOnews

Dampak Keperkasaan Indeks Dolar AS

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi menuturkan bahwa pergerakan mata uang rupiah saat ini memang masih dibayangi oleh keperkasaan indeks dolar AS. Menurutnya, penguatan signifikan greenback sudah mulai terlihat sejak akhir pekan sebelumnya dan terus berlanjut hingga kini.

"Pergerakan rupiah masih dibayangi oleh keperkasaan indeks dolar AS yang menguat signifikan sejak akhir pekan sebelumnya," kata Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya terkait dinamika pasar valuta asing terkini.

Tekanan geopolitik dan ekonomi global dinilai menjadi pemicu utama yang membuat investor cenderung beralih ke aset aman seperti dolar AS. Akibatnya, nilai tukar mata uang negara berkembang termasuk Indonesia harus rela tertahan di zona merah dalam beberapa waktu terakhir.

Pelemahan rupiah pada hari ini terjadi di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia Pasifik yang cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Beberapa mata uang regional berhasil rebound, namun sebagian lainnya masih betah berada di zona depresiasi.

Kondisi Pasar Regional Hari Ini

Berdasarkan data perdagangan pagi ini, yen Jepang tercatat mengalami depresiasi sebesar 0,01 persen dan rupee India melemah hingga 0,37 persen. Sebaliknya, ringgit Malaysia melaju positif dengan menguat 0,31 persen diikuti oleh yuan China yang terapresiasi tipis 0,03 persen terhadap dolar AS.

Kondisi Pasar Regional Kemarin

Situasi hari ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan pembukaan pasar pada 22 Juni 2026 kemarin, di mana mayoritas mata uang Asia kompak melemah secara bersamaan. Kemarin pagi, yen Jepang terdepresiasi sebesar 0,16 persen, won Korea Selatan melemah 0,43 persen, ringgit Malaysia turun 0,24 persen, dan yuan China melemah 0,05 persen.

Sementara itu, jika menengok data RTI Infokom pada penutupan pekan sebelum tanggal 22 Juni 2026, pergerakan mata uang Asia Pasifik juga memperlihatkan hasil yang beragam sebagai berikut:

  • Won Korea Selatan menguat +0,68%
  • Yen Jepang menguat +0,06%
  • Dolar Hong Kong melemah -0,01%
  • Dolar Taiwan melemah -0,02%
  • Dolar Singapura melemah -0,09%
  • Baht Thailand melemah -0,18%
  • Yuan China melemah -0,32%

Posisi Kurs Perbankan Nasional dan Historis Rupiah

Meskipun pasar spot bergerak dinamis, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di sejumlah perbankan domestik masih mengacu pada penutupan perdagangan sebelumnya. Di Bank BRI misalnya, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.797 per dolar AS, merujuk pada hasil penutupan yang sempat menguat 0,24 persen menjelang awal pekan.

Jika ditarik secara historis, posisi rupiah saat ini sebenarnya masih berada dalam rentang tekanan global yang terjadi sejak bulan lalu. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah tercatat sempat tertekan hebat hingga menyentuh level Rp17.855 per dolar AS pada 28 Mei 2026 yang lalu.

Untuk keperluan transaksi internasional, perbankan di Indonesia memfasilitasi penukaran berbagai mata uang asing. Bank Mandiri tercatat mencakup belasan mata uang dalam sistem kurs resminya, termasuk USD, EUR, GBP, AUD, CAD, JPY, CNY, SGD, MYR, THB, SAR, CHF, DKK, NOK, SEK, dan NZD. Di sisi lain, Bank Indonesia mematok cakupan yang lebih luas guna mendukung perdagangan global.

Bank Indonesia mencatat transaksi internasional di tanah air mencakup sebanyak 26 mata uang asing resmi. Detail cakupan mata uang tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Daftar Mata Uang Asing Resmi Transaksi Internasional Bank Indonesia
NoKode Mata UangNama Mata Uang Negara
1AEDDirham Uni Emirat Arab
2AUDDolar Australia
3BNDDolar Brunei
4CADDolar Kanada
5CHFFranc Swiss
6CNHYuan China (Offshore)
7CNYYuan China (Onshore)
8DKKKrone Denmark
9EUREuro
10GBPPoundsterling Inggris
11HKDDolar Hong Kong
12JPYYen Jepang
13KRWWon Korea Selatan
14KWDDinar Kuwait
15LAKKip Laos
16MYRRinggit Malaysia
17NOKKrone Norwegia
18NZDDolar Selandia Baru
19PGKKina Papua Nugini
20PHPPeso Filipina
21SARRiyal Arab Saudi
22SEKKrona Swedia
23SGDDolar Singapura
24THBBaht Thailand
25USDDolar Amerika Serikat
26VNDDong Vietnam
Informasi perkembangan nilai tukar mata uang dan kurs dolar ini bukan merupakan saran investasi. Harga komoditas serta valuta asing dapat berfluktuasi sewaktu-waktu secara dinamis di pasar keuangan nasional maupun global.

Pelaku pasar dan masyarakat yang hendak melakukan transaksi valas diimbau untuk terus memantau pergerakan nilai tukar terkini melalui papan kurs resmi yang disediakan oleh masing-masing perbankan. Fluktuasi kurs dolar diprediksi masih akan terus berlanjut hingga penutupan pasar sore nanti tergantung pada sentimen ekonomi global yang berkembang.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow