Skor Antutu Terbaru Bikin Syok Mengapa Xiaomi 17 Ultra Gagal Jadi yang Terkencang
Skor antutu terbaru untuk jajaran perangkat elit akhirnya keluar dan hasilnya jujur saja membuat saya terkejut sekaligus geleng-geleng kepala. Sebagai orang yang menggilai performa ekstrem, saya selalu menantikan bagaimana Xiaomi meracik perangkat flagship mereka untuk merajai tangga komparasi benchmark dunia.
Ekspektasi awal saya sangat tinggi mengingat reputasi mereka yang rajin meluncurkan hp terkencang 2026 di pasar global. Namun melihat data resmi rilisan AnTuTu Benchmark per Juni 2026, realitasnya justru berbicara lain dan memicu banyak pertanyaan besar.
Pertanyaan penikmat gadget seperti "berapa skor antutu xiaomi 15t" atau varian flagship lainnya terjawab lewat peta persaingan baru yang sangat sengit ini. Xiaomi harus menerima kenyataan bahwa optimasi hardware mereka kali ini belum mampu menumbangkan dominasi mutlak dari rival abadi mereka di papan atas.
Melihat tabel performa terupdate, persaingan di kelas puncak sekarang benar-benar dikuasai oleh chipset S-8 Elite Gen 5. Namun yang menarik perhatian saya adalah bagaimana setiap brand mengoptimalkan chipset monster ini pada sistem pendingin dan manajemen daya mereka masing-masing.
Red Magic 11 Pro S-8 Elite Gen 5 sukses bertengger di posisi pertama sebagai penguasa mutlak dengan total skor yang hampir menyentuh angka empat juta. Kemampuan pendinginan aktif pada perangkat gaming tersebut tampaknya menjadi kunci mengapa skor GPU mereka melesat sangat jauh meninggalkan kompetitor lain.
Sementara itu, iQOO 15 S-8 Elite Gen 5 membuntuti di posisi kedua dengan performa UX yang sangat superior dibandingkan sang jawara. Efisiensi antarmuka mereka tampaknya jauh lebih matang untuk kebutuhan harian, bukan sekadar untuk mencetak angka tinggi saat pengujian sintetis.
Poco F8 Ultra S-8 Elite Gen 5 dan OnePlus 15 S-8 Elite Gen 5 juga tampil sangat meyakinkan di posisi ketiga dan keempat. Kedua ponsel ini menunjukkan konsistensi tinggi pada sektor CPU dan memori, menjadikannya pilihan tangguh untuk heavy user yang butuh kecepatan tanpa kompromi.
| Peringkat | Nama Perangkat | Skor CPU | Skor GPU | Skor Total |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Red Magic 11 Pro S-8 Elite Gen 5 (16+512) | 1.156.174 | 1.467.427 | 3.981.427 |
| 2 | iQOO 15 S-8 Elite Gen 5 (16+512) | 1.061.892 | 1.397.049 | 3.740.528 |
| 3 | Poco F8 Ultra S-8 Elite Gen 5 (16+512) | 1.053.794 | 1.341.650 | 3.640.351 |
| 4 | OnePlus 15 S-8 Elite Gen 5 (16+512) | 1.077.053 | 1.327.175 | 3.621.671 |
| 5 | Xiaomi 17 Ultra S-8 Elite Gen 5 (16+512) | 1.033.071 | 1.342.857 | 3.593.401 |
| 6 | Galaxy S26 Ultra S-8 Elite Gen 5 OC (12+256) | 1.043.197 | 1.378.708 | 3.515.964 |
| 7 | Mi 17 S-8 Elite Gen 5 (12+512) | 931.049 | 1.208.610 | 3.274.157 |
| 8 | vivo X300 Pro M-9500 (16+512) | 984.430 | 1.263.133 | 3.269.794 |
Analisis Kritis Mengapa Xiaomi 17 Ultra Tertahan di Peringkat Kelima
Sebagai lini premium, posisi Xiaomi 17 Ultra S-8 Elite Gen 5 dengan RAM 16 GB dan penyimpanan 512 GB di peringkat kelima jelas mengundang kritik tajam dari saya. Dengan total skor 3.593.401, ponsel kasta tertinggi Xiaomi ini terpaksa bertekuk lutut di bawah bayang-bayang Poco F8 Ultra.
Masalah utama yang saya soroti dari data benchmark ini ada pada sektor UX yang hanya mencatatkan angka 724.548. Angka ini merupakan yang terendah di antara posisi lima besar, menandakan adanya beban berat atau kurangnya optimasi software pada sistem operasi premium mereka.
Meskipun skor GPU Xiaomi 17 Ultra tergolong perkasa di angka 1.342.857, kestabilan performa secara menyeluruh tampaknya sengaja diredam oleh sistem termal internal. Xiaomi sepertinya lebih memilih menjaga suhu bodi ponsel agar tidak melepuh di tangan pengguna ketimbang membiarkan chipset bekerja brutal tanpa batas.
Langkah membatasi performa demi kenyamanan genggaman adalah kompromi yang pahit untuk sebuah ponsel dengan emblem Ultra yang berharga mahal.
Penurunan performa yang lebih drastis lagi bisa kita lihat pada Mi 17 S-8 Elite Gen 5 varian RAM 12 GB dan penyimpanan 512 GB yang tercecer di peringkat ketujuh. Dengan skor total hanya 3.274.157, perangkat ini mengalami pemangkasan skor CPU yang cukup signifikan menjadi 931.049 saja.
Dominasi Chipset Kompetitor dan Performa Lini Menengah
Pertarungan papan atas tidak hanya diramaikan oleh chipset besutan Qualcomm, tetapi juga mendapat tekanan dari MediaTek melalui seri M-9500. Kehadiran prosesor alternatif ini terbukti memberikan perlawanan sengit yang tidak boleh dipandang sebelah mata oleh tim riset Xiaomi.
Lihat saja vivo X300 Pro M-9500 yang menempel ketat di peringkat kedelapan dengan raihan skor total sebesar 3.269.794. Kemampuan pemrosesan grafis atau GPU dari chipset M-9500 ini tergolong impresif dengan angka 1.263.133, mengungguli Mi 17 secara langsung di sektor visual.
Xiaomi sendiri berusaha membalas di segmen ini dengan mengandalkan Mi 17T Pro M-9500 yang menggunakan konfigurasi RAM 12 GB dan memori internal 512 GB. Perangkat hp xiaomi paling baru rilis untuk kelas high-end terjangkau ini mengumpulkan skor CPU sebesar 919.753 dan total skor sebesar 3.207.005.
Di papan bawah sepuluh besar, kita bisa melihat pergerakan iQOO Neo11 S-8 Elite yang mengemas RAM 12 GB serta penyimpanan 256 GB dengan total skor 3.154.662. Tepat di bawahnya, HONOR Magic8 Pro S-8 Elite Gen 5 menguntit dengan total skor 3.147.042, meski nilai CPU mereka anjlok parah di angka 714.593.
Kekurangan Nyata Strategi Performa Xiaomi Tahun Ini
Dari seluruh data pengujian sintetis yang tersaji, saya melihat ada pola yang kurang sehat dalam pengembangan manajemen performa perangkat flagship Xiaomi belakangan ini. Mereka tampak terlalu fokus menyematkan sensor kamera raksasa dan mengorbankan ruang efisiensi termal yang sangat dibutuhkan oleh chipset modern.
- Skor UX yang rendah menunjukkan animasi antarmuka yang terasa lebih berat dibandingkan para pesaingnya.
- Varian non-Ultra seperti Mi 17 mengalami penurunan performa CPU yang terlalu jauh akibat keterbatasan manajemen daya internal.
- Ketidakmampuan bersaing secara konsisten dengan sub-brand sendiri seperti Poco dalam hal murni pemrosesan komputasi.
Konsumen yang mencari rekomendasi hp gaming paling cepat jelas akan langsung mengalihkan pandangan mereka ke Red Magic atau iQOO setelah melihat rilis data ini. Xiaomi harus segera berbenah dan merilis pembaruan firmware yang mampu melepas kekangan performa pada lini flagship mereka tanpa membuat perangkat mengalami overheat.
Keputusan Xiaomi untuk menggunakan strategi manajemen termal yang sangat konservatif pada Xiaomi 17 Ultra terbukti merugikan posisi mereka dalam persaingan gengsi di platform AnTuTu. Mengorbankan potensi penuh dari chipset S-8 Elite Gen 5 demi kenyamanan suhu bodi luar adalah langkah defensif yang membuat perangkat Ultra ini kehilangan taringnya di hadapan para kompetitor terdekat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow