Skor Antutu Xiaomi 12 Masihkah Layak Diandalkan Tahun 2026

Smallest Font
Largest Font

Skor Antutu Xiaomi 12 menjadi salah satu tolok ukur krusial bagi Anda yang masih melirik ponsel ringkas kelas atas ini di tahun 2026.

Sebagai mantan ponsel flagship, perangkat ini menawarkan daya tarik yang sulit diabaikan. Desainnya yang ergonomis berpadu manis dengan performa chipset papan atas pada masanya, yaitu Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1.

Namun, bagaimana realita performanya sekarang? Di tengah gempuran cip modern yang jauh lebih efisien, saya akan membedah apakah performa Xiaomi 12 ini masih bisa diandalkan untuk kebutuhan harian maupun gaming berat.

Uji Tolok Ukur Antutu Xiaomi 12 | Tech Thusiast

Mengapa Chipset Snapdragon 8 Gen 1 di Xiaomi 12 Begitu Menantang

Dapur pacu ponsel ini mengandalkan Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1. Cip ini dibangun dengan arsitektur 4 nanometer yang sangat bertenaga.

Sangat kencang.

Namun, para pencinta teknologi tentu tahu bahwa chipset ini memiliki reputasi yang cukup unik terkait suhu panas. Ketika pertama kali diluncurkan, banyak penguji mengeluhkan suhu tinggi saat ponsel dipaksa bekerja keras dalam waktu lama.

Xiaomi 12 mengemas cip monster ini ke dalam bodi yang tergolong ringkas dan tipis. Hal ini tentu memberikan tantangan tersendiri bagi sistem pendinginan internalnya. Ruang disipasi panas yang terbatas membuat manajemen termal harus bekerja ekstra keras.

Meskipun memiliki performa puncak yang luar biasa, keterbatasan ruang pada bodi ringkas Xiaomi 12 membuat performanya mudah mengalami throttling saat suhu mulai naik.

Rincian Skor Antutu Xiaomi 12 dan Pengujian Performa

Berdasarkan pengujian benchmark yang sering dilakukan oleh para pengulas, skor Antutu Xiaomi 12 mampu menembus angka yang sangat tinggi untuk standar masanya. Ponsel ini secara konsisten mencatatkan skor yang kompetitif di kelas flagship.

Berikut adalah rincian data performa Xiaomi 12 yang dirangkum dari berbagai pengujian tepercaya.

Spesifikasi Utama dan Estimasi Skor Performa Xiaomi 12
Parameter PerformaSpesifikasi dan Hasil Pengujian
Chipset UtamaQualcomm Snapdragon 8 Gen 1
Arsitektur ProsesorOcta-core (1x3.00 GHz Cortex-X2 & 3x2.50 GHz Cortex-A710 & 4x1.80 GHz Cortex-A510)
GPU Pengolah GrafisAdreno 730
Skor Antutu Benchmark (v9)~950.000 hingga 1.000.000 poin
Kapasitas RAM Dasar8 GB

Angka di atas kertas ini jelas menunjukkan taringnya. Skor yang mendekati satu juta poin pada Antutu v9 membuktikan bahwa pemrosesan CPU dan rendering grafis GPU Adreno 730 miliknya masih sangat responsif.

Hampir semua aplikasi modern bisa dilibas tanpa hambatan.

Masalahnya baru muncul ketika kita menguji konsistensi performa tersebut. Ketika aplikasi benchmark dijalankan berulang kali, skornya cenderung mengalami penurunan karena pembatasan daya demi menjaga suhu perangkat.

Untuk memberikan sudut pandang yang adil, saya merangkum beberapa poin penting mengenai performa nyata dari perangkat ringkas ini.

  • Kelebihan: Kemampuan multitasking yang sangat lancar berkat RAM berkecepatan tinggi. Rendering video pendek terasa instan, dan navigasi antarmuka MIUI atau HyperOS terasa sangat mulus pada layar 120Hz.
  • Kelebihan: GPU Adreno 730 memberikan pengalaman visual yang luar biasa pada game kompetitif populer. Game seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile dapat berjalan pada frame rate tertinggi tanpa kendala berarti.
  • Kekurangan: Bodi cepat terasa hangat bahkan saat melakukan aktivitas kasual seperti berselancar di media sosial dengan koneksi 5G.
  • Kekurangan: Daya tahan baterai terasa kurang memuaskan jika Anda adalah pengguna berat yang sering bermain game di luar ruangan tanpa akses pengisi daya.

Melihat aspek tersebut, ponsel ini tampak lebih cocok bagi pengguna kasual yang mendambakan kenyamanan genggaman dibanding gamer garis keras yang bermain berjam-jam.

Bagaimana Perbandingannya dengan Standar Performa Masa Kini

Jika kita membandingkannya dengan perangkat modern zaman sekarang, posisinya mulai bergeser. Sebagai contoh, ponsel menengah ke atas masa kini sudah menggunakan cip yang jauh lebih dingin.

Ambil contoh Xiaomi 14T Pro yang ditenagai oleh Dimensity 9300+. Perangkat tersebut mampu menghasilkan skor Antutu mencapai 2,15 juta poin, dengan dukungan GPU Immortalis-G720 MC12 yang memiliki 12 core.

Jauh melampaui kemampuan Xiaomi 12.

Selain itu, ada juga POCO X8 Pro yang meluncur dengan Dimensity 8500 Elite yang mencatatkan skor Antutu sekitar 1,97 juta poin dengan GPU Mali-G720 MC8. Dari perbandingan ini, terlihat jelas bahwa arsitektur chipset telah berkembang sangat pesat dalam hal efisiensi daya dan performa mentah.

Meski begitu, untuk kebutuhan harian, perbedaan angka jutaan poin ini tidak akan terlalu terasa jika Anda hanya menggunakannya untuk berkirim pesan, menonton video streaming, atau mengedit foto ringan.

Rekomendasi Akhir Terkait Performa Xiaomi 12

Membeli atau tetap mempertahankan Xiaomi 12 saat ini sepenuhnya bergantung pada prioritas penggunaan Anda. Jika Anda menyukai ponsel berukuran ringkas yang pas di satu genggaman tangan dengan layar melengkung yang mewah, ponsel ini masih menyajikan performa harian yang sangat gegas.

Namun, jika fokus utama Anda adalah bermain game kelas berat secara kompetitif tanpa gangguan suhu panas, mencari alternatif dengan sistem pendingin yang lebih masif atau chipset generasi terbaru merupakan keputusan yang jauh lebih bijaksana.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed