Susun RPP PJOK 1 Lembar SMP Hanya 3 Komponen Inti Sesuai Aturan

Smallest Font
Largest Font

Menyusun RPP PJOK 1 lembar SMP sering kali memicu perdebatan di ruang guru mengenai kelengkapan berkas administrasi. Banyak guru pendidikan jasmani merasa khawatir jika format yang ringkas ini justru melewatkan poin penting penilaian psikomotorik anak. Ketakutan tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi jika Anda memahami esensi penyederhanaan dokumen instruksional ini.

Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 mengatur tentang penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara resmi. Kebijakan yang lahir dalam payung program Merdeka Belajar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini menegaskan bahwa kuantitas halaman bukan indikator mutu. Fokus utama dokumen ini diubah total.

Efisiensi menjadi kunci.

Melalui aturan baru ini, komponen lama RPP yang semula terdiri dari 13 komponen dipangkas secara masif. Berdasarkan kebijakan Mendikbud melalui Surat Edaran No. 14 Tahun 2019, RPP yang disederhanakan hanya memuat 3 komponen inti saja. Guru diberikan kebebasan penuh untuk membuat, memilih, mengembangkan, dan menggunakan format yang paling efektif bagi murid.

Penyusunan berkas administrasi mengajar ini harus bersandar pada tiga pilar utama yang telah ditetapkan oleh kementerian. Dokumen satu halaman ini bukan sekadar pemotongan teks secara serampangan, melainkan sebuah proses kurasi materi esensial.

Tiga prinsip tersebut adalah efisien, efektif, dan berorientasi pada murid.

Efisien berarti penulisan dilakukan dengan tepat dan tidak menghabiskan banyak waktu serta tenaga guru. Efektif merujuk pada ketercapaian tujuan pembelajaran secara optimal di lapangan. Sementara berorientasi pada murid berarti dokumen dibuat dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar peserta didik di dalam kelas.

Mendikbud menyatakan bahwa istilah "1 Lembar" sebenarnya tidak wajib dan tidak ada persyaratan jumlah halaman, yang terpenting isinya sesuai dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi kepada murid.

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, guru olahraga justru terjebak membuat RPP yang padat teks demi mengejar target satu halaman. Ukuran fon diperkecil secara ekstrem hingga sulit dibaca saat mengajar di luar ruangan. Ini adalah kekeliruan fatal yang merusak fungsi asli dokumen sebagai panduan mengajar.

Bedah 3 Komponen Inti dalam Satu Dokumen

Untuk membuat administrasi yang sah dan siap pakai, Anda hanya perlu menuliskan tiga elemen utama di atas kertas. Menambah komponen di luar standar ini hanya akan membuat dokumen kembali gemuk dan tidak efisien.

1. Perumusan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran wajib ditulis secara konkret mengacu pada silabus yang berlaku. Untuk mata pelajaran PJOK, aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik harus melekat kuat dalam satu kalimat tujuan yang utuh.

Integrasikan aspek kompetensi modern di sini.

RPP Kurikulum 2013 telah diintegrasikan dengan literasi, keterampilan abad 21 atau 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, Collaborative), dan HOTS (Higher Order Thinking Skill). Selain itu, cantumkan pula muatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di dalam pembelajaran, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Contoh nyata: "Melalui praktik sepak bola, murid dapat menunjukkan sikap gotong royong dan menganalisis teknik menendang bola secara kritis."

2. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Bagian ini merupakan tulang punggung dari aktivitas fisik yang akan dilakukan oleh murid di lapangan atau ruang olahraga. Desain aktivitas harus runtut dan logis agar tidak menimbulkan cedera atau kebingungan pada anak.

Atur alur kelas secara ketat.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang tersusun sistematik meliputi: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Penulisan deskripsi kerja pada bagian ini harus langsung menggunakan kata kerja aksi yang jelas dan tidak bertele-tele.

3. Sistem Penilaian atau Asesmen

Komponen terakhir yang wajib ada adalah asesmen pembelajaran. Penilaian untuk mata pelajaran jasmani harus dirancang sederhana namun mampu merekam kemampuan riil siswa dengan valid.

Gunakan instrumen yang praktis.

Guru tidak perlu melampirkan lembar rubrik setebal lima halaman di dalam berkas utama ini. Cukup tuliskan jenis instrumen yang digunakan, misalnya tes unjuk kerja untuk keterampilan fisik, tes lisan atau tertulis untuk pemahaman taktik, dan jurnal sikap untuk menilai karakter PPK selama berolahraga.

Langkah Praktis Menyusun RPP PJOK SMP Berukuran Minimalis

Memulai proses penulisan memerlukan langkah terstruktur agar Anda tidak kebingungan menentukan materi mana yang harus dibuang dan mana yang harus dipertahankan.

Ikuti tahapan logis berikut untuk menyusun dokumen Anda:

  1. Analisis Kompetensi Dasar (KD) pada silabus untuk menentukan materi esensial (misalnya aktivitas permainan bola kecil atau bola besar).
  2. Tentukan target perilaku murid yang mencakup unsur 4C, HOTS, dan lima pilar PPK sebagai fondasi tujuan.
  3. Susun skenario pembelajaran lapangan yang memuat kegiatan pendahuluan (pemanasan), inti (praktik teknik dasar), dan penutup (pendinginan).
  4. Tetapkan jenis penilaian yang relevan dengan aktivitas fisik yang dipilih tanpa perlu menuliskan rubrik detail di lembar utama.
  5. Gunakan pengolah kata generik untuk mengatur tata letak agar rapi dan pas dalam satu atau dua halaman cetak.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah guru menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengatur margin dokumen agar pas satu halaman. Jika materi esensial Anda membutuhkan dua halaman karena variasi gerakan fisik yang kompleks, gunakan dua halaman. Ingat kembali penegasan Mendikbud bahwa tidak ada kewajiban mutlak mengenai jumlah halaman.

Cara Mudah dan Cepat Membuat RPP PJOK 1 Lembar | Muhammad Danial

Kelengkapan Administrasi dan Format Dokumen Guru PJOK

Meskipun berkas rencana mengajar kini jauh lebih ringkas, tanggung jawab pengelolaan dokumen mengajar secara makro tidak berkurang. Guru tetap memiliki kewajiban moral dan administratif untuk menyusun perangkat mengajar secara utuh selama satu tahun penuh.

Ada kewajiban penyerahan berkas yang harus dipenuhi.

Guru diwajibkan menyerahkan 2 RPP dalam 1 tahun pelajaran, yaitu untuk semester 1 dan semester 2. Dokumen ini diserahkan kepada kepala sekolah atau pengawas sebagai bentuk pertanggungjawaban profesionalisme kerja.

Jangan abaikan dokumen pendukung lainnya.

Sebab, administrasi guru selain RPP meliputi silabus, program semester (promes), Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dan program tahunan (prota). Semua dokumen tersebut harus saling bertautan dan konsisten dari segi penamaan materi serta alokasi waktu pelaksanaan kelas.

Dari pengalaman saya menangani pemeriksaan administrasi, kelengkapan berkas pendukung ini sering diabaikan karena guru terlalu fokus pada penyusunan lembar rencana instruksional utama. Pastikan promes dan prota Anda sudah sinkron sebelum menyusun target mingguan di berkas mengajar Anda.

Untuk keperluan digitalisasi, pastikan format berkas yang Anda simpan aman dan mudah dibuka di berbagai gawai. Sebagai contoh dokumen acuan, ukuran file contoh dokumen RPP PJOK Kelas VII Tahun 2021 adalah 2 MB dengan format pengolah kata generik yang kompatibel untuk semua sistem operasi Windows. Ukuran yang ringan ini mempermudah guru melakukan berbagi pakai dokumen melalui ponsel pintar saat berdiskusi di MGMP.

Guna memudahkan pemetaan struktur berkas lama dan berkas hasil penyederhanaan, mari amati perbedaan komponen utama yang membedakan keduanya secara struktural.

Perbandingan Komponen Administrasi Pembelajaran Guru
Aspek PerangkatSistem Komponen LamaSistem Penyederhanaan SE 14
Jumlah Komponen13 Komponen3 Komponen Inti
Fokus DokumenAdministratif RinciEfisien dan Berorientasi Murid
Kewajiban Penyerahan2 RPP per Tahun Pelajaran
Berkas Pendukung WajibSilabus dan ProtaSilabus, Promes, KKM, Prota

Optimasi Dokumen untuk Keperluan Supervisi Akademik

Menghadapi supervisi akademik dari kepala sekolah atau pengawas memerlukan strategi penyajian berkas yang bersih dan argumentatif. Anda harus mampu mempertahankan isi dokumen yang ringkas tersebut dengan argumentasi regulasi yang kuat.

Tunjukkan pemahaman regulasi Anda.

Saat pengawas mempertanyakan ketiadaan lembar materi yang panjang, jelaskan secara logis bahwa acuan mengajar Anda bersandar pada Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019. Tunjukkan bahwa tiga komponen inti, yaitu tujuan yang memuat HOTS dan 4C, kegiatan terstruktur, serta asesmen nyata sudah terakomodasi dengan baik di dalam selembar kertas tersebut.

Format yang ringkas ini justru mempermudah pengawas melakukan verifikasi cepat di lapangan saat kelas olahraga sedang berlangsung. Mereka dapat langsung mencocokkan apa yang tertulis di kertas dengan gerakan fisik yang sedang dipraktikkan oleh anak-anak di area bermain sekolah tanpa perlu membalik puluhan halaman dokumen yang melelahkan.

Penyederhanaan dokumen instruksional ini pada akhirnya mengembalikan fungsi guru dari seorang pekerja administrasi menjadi seorang pendidik sejati di lapangan. Waktu luang yang didapatkan dari pemangkasan beban tulis berkas dapat dialokasikan untuk merancang metode pemanasan yang kreatif, menganalisis perkembangan kebugaran jasmani anak, atau memberikan bimbingan personal bagi murid yang kesulitan melakukan gerakan motorik kompleks.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed