Panitia PENAS XVII Gelar Temu Usaha Agribisnis di Gorontalo
Panitia Daerah Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 sukses menyelenggarakan Temu Usaha Agribisnis selama dua hari pada 22–23 Juni 2026 di Gedung Kasmat Lahay, Limboto, Kabupaten Gorontalo. Dilansir dari GoTimes, forum strategis ini bertujuan memperkuat hilirisasi dan kemitraan antar-pemangku kepentingan sektor agribisnis.
Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Komposisi peserta meliputi petani, nelayan, pelaku usaha agribisnis, penyuluh pertanian, perikanan, kehutanan, serta perwakilan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan.
Ketua Seksi Temu Usaha Agribisnis Panitia Daerah PENAS XVII Tahun 2026, Zukri Surotinijo, melaporkan bahwa kegiatan tersebut berfungsi sebagai sarana penguatan komunikasi dan pertukaran informasi. Selain itu, agenda ini membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan kelautan-perikanan.
Pembukaan acara dihadiri oleh Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Indria Fitriani, bersama jajaran KTNA. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang III Kemitraan Usaha dan Jaringan Informasi Agribisnis Panitia PENAS XVII Tahun 2026, H. Oong Syahroni.
Pembangunan pertanian ditegaskan memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, petani, penyuluh, dunia usaha, dan pemangku kepentingan. Keberhasilan sektor ini diukur dari kemampuan menciptakan nilai tambah, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui kemitraan usaha yang berkelanjutan.
"Temu Usaha Agribisnis menjadi forum strategis untuk mempermeetukan pelaku utama dengan pelaku usaha, industri, investor, offtaker, lembaga keuangan, dan pemerintah guna membangun jejaring usaha serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Oong Syahroni, Ketua Bidang III Kemitraan Usaha dan Jaringan Informasi Agribisnis Panitia PENAS XVII Tahun 2026.
Hari pertama diisi materi hilirisasi hortikultura dan tanaman pangan dari Kementerian Pertanian RI, serta pemaparan teknologi dan kemitraan dari PT Syngenta Indonesia, PT Nufarm Indonesia, dan PT MaxAgri. Hari kedua membahas hilirisasi perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan oleh kementerian terkait, Badan Pangan Nasional, dan PT Advansia Indotani.
Forum ini juga menampilkan kisah sukses Kelompok Budidaya Udang Vaname Mutiara Laut dari Desa Ungkea, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Kelompok ini memaparkan inovasi pengembangan budidaya udang vaname menggunakan Sistem Informasi Manajemen Udang Vaname yang terintegrasi teknologi Artificial Intelligence (AI).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow