Ulasan Jujur POCO C75 HP Satu Jutaan dengan Layar Besar 120Hz yang Bikin Dilema

Smallest Font
Largest Font

Pasar ponsel murah kembali riuh dengan kehadiran Xiaomi melalui lini sub-brand mereka yang meluncurkan POCO C75 untuk bertarung di kelas harga satu jutaan rupiah. Ketika pertama kali melihat lembar spesifikasinya, perhatian saya langsung tertuju pada kombinasi kontras antara layar raksasa dengan refresh rate tinggi yang diapit oleh komponen internal kelas hemat.

Sebagai reviewer yang sudah melihat ratusan ponsel entry-level bertumbangan, saya tidak mau langsung terbuai oleh angka-angka besar di atas kertas. Pendekatan POCO kali ini tergolong berani sekaligus memicu tanda tanya besar, terutama bagi konsumen yang mencari perangkat harian jangka panjang.

Apakah perangkat ini benar-benar membawa standar baru atau sekadar melakukan daur ulang komponen lama demi menekan harga jual? Mari kita bedah secara mendalam setiap detail teknis yang ditawarkan oleh perangkat teranyar dari ekosistem Xiaomi ini.

Saya harus mengakui bahwa Xiaomi pintar dalam mengemas produk murah agar tidak terlihat murahan saat pertama kali dilihat dari belakang. Bagian punggung POCO C75 langsung menyita perhatian berkat modul kamera berbentuk lingkaran besar yang diposisikan tepat di tengah-tengah atas casing.

Varian warna Green dan Gold yang mereka tawarkan hadir dengan tekstur khusus yang menyerupai guratan batu alam, ditemani pilihan warna Black bagi konsumen yang menyukai tampilan konvensional. Bingkai bodinya dibuat datar (flat frame) mengikuti tren modern untuk memberikan genggaman yang terasa kokoh saat digunakan.

Racikan Material yang Kompromistis

Ketika melongok lembar spesifikasi material resmi dari pabrikan, barulah saya menemukan fakta menarik mengenai bahan dasar bodi perangkat ini. Penutup belakangnya merupakan kombinasi unik antara material Kaca, Fiberglass, dan Composite Board demi mengejar ketahanan sekaligus estetika visual.

Untuk meredam biaya produksi, bingkai tengah bodi menggunakan plastik PC yang diperkuat dengan 20% Glass Fiber (Polycarbonate 20% GF). Tombol-tombol fisiknya sendiri dibuat padat dari partikel plastik standar, yang menurut saya wajar untuk memangkas budget tanpa mengorbankan durabilitas mekanis.

Konsekuensi Bodi Bongsor di Tangan

Dimensi fisik gawai ini mencapai panjang 171,88 mm, lebar 77,8 mm, dan ketebalan berada di angka 8,22 mm. Profil yang sangat panjang ini otomatis membuat bobotnya merangkak naik hingga menyentuh angka 204 gram.

Dari data dimensi tersebut, bagi saya POCO C75 bukanlah ponsel yang ramah untuk penggunaan satu tangan atau diselipkan ke dalam saku celana ketat karena ukurannya yang masif.

Layar Dot Drop 6,88 Inci yang Luas Tapi Kurang Tajam

Sektor layar menjadi nilai jual utama sekaligus kompromi terbesar yang dilakukan oleh Xiaomi pada seri ini. Layar berdesain Dot Drop Display dengan panel IPS LCD ini membentang seluas 6,88 inci, sebuah ukuran yang sangat masif untuk menikmati konten video atau bermain game.

Keunggulan utamanya terletak pada dukungan refresh rate hingga 120Hz yang bersifat auto-adjusting, dipadukan dengan touch sampling rate mencapai 240Hz untuk respons sentuhan yang lebih instan. Pergerakan animasi menu memang terasa sangat mulus berkat fitur 120Hz tersebut, sesuatu yang patut diapresiasi di kelas harganya.

Kepadatan Piksel yang Terpangkas

Namun, kegembiraan saya langsung terhenti saat melihat resolusi layarnya yang hanya bertahan di level HD atau tepatnya 1640 x 720 piksel. Dengan bentang layar mencapai 6,88 inci, resolusi sekerdil itu menghasilkan kepadatan piksel yang hanya menyentuh angka 260 ppi.

Jika Anda jeli, penurunan ketajaman gambar akan terlihat pada tepian teks atau ikon aplikasi yang tampak sedikit bergerigi dibandingkan layar beresolusi Full HD. Pemasok panel layarnya sendiri bervariasi antara Truly, DJN, Txd, dan HKC, yang mengindikasikan Xiaomi menggunakan strategi multi-source untuk menjaga stabilitas pasokan komponen.

Tingkat Kecerahan dan Proteksi Mata

Tingkat kecerahan tipikal layar ini berada di angka 450 nits, namun mampu melonjak hingga 600 nits saat High Brightness Mode (HBM) aktif di bawah terik matahari. Angka ini cukup memadai agar layar tetap terbaca saat Anda berada di luar ruangan, meski jangan mengharapkan kontras warna yang luar biasa tajam.

Untuk kenyamanan mata, Xiaomi menyertakan sertifikasi TUV Flicker Free, fitur DC Dimming, Low Blue Light, serta Visible Flicker-free. Layar ini juga mendukung rasio kontras 1500:1, cakupan warna NTSC 70%, teknologi full lamination, serta pengaturan suhu warna yang fleksibel lewat fitur infinite color temperature adjustment.

Dilema Performa MediaTek Helio G81 Ultra dan Storage Lama

Dapur pacu perangkat ini digerakkan oleh chipset MediaTek Helio G81 Ultra, sebuah prosesor octa-core yang dibangun di atas fabrikasi 12nm yang sudah cukup berumur. Konfigurasi CPU di dalamnya terdiri dari dual-core ARM Cortex-A75 dengan kecepatan clock hingga 2,0 GHz untuk menangani komputasi berat, serta hexa-core ARM Cortex-A55 berkecepatan 1,7 GHz demi efisiensi daya.

Urusan pemrosesan grafis diserahkan kepada GPU Mali-G52 MC2 yang sudah sangat familiar di kelas entry-level. Di atas kertas, performanya cukup lancar untuk kebutuhan harian dasar seperti membuka aplikasi chat, berselancar di media sosial, atau menonton video streaming.

Sisi Lambat Teknologi eMMC 5.1

Hal yang membuat saya sedikit kecewa adalah keputusan Xiaomi yang masih mempertahankan media penyimpanan internal berjenis eMMC 5.1 flash. Di saat kompetitor mulai beralih ke UFS yang jauh lebih gesit, penggunaan eMMC 5.1 pada penyimpanan 128GB atau 256GB di ponsel ini menjadi bottleneck yang nyata.

Kecepatan baca dan tulis data yang lambat pada eMMC 5.1 akan terasa saat Anda memasang aplikasi berukuran besar atau melakukan restart perangkat. Untungnya, manajemen multitasking terbantu oleh opsi RAM LPDDR4X berkapasitas 6GB atau 8GB yang didukung fitur Memory Extension hingga 8GB + 8GB, serta slot MicroSD eksternal yang mendukung ekspansi hingga 1TB.

Situs teknologi terkemuka seperti Jagat Review bahkan sempat membedah langsung performa nyata dari perangkat ini untuk melihat bagaimana kemampuannya saat diadu dengan kompetitor terdekat di kelas harga setara.

Duel Smartphone Murah 1 JUTAAN: Redmi 14C vs POCO C75! feat ShopBack | review murah

Kamera Utama 50MP Sony IMX852 dengan Sentuhan AI

Beralih ke sektor fotografi, POCO C75 mengandalkan konfigurasi AI Dual Camera pada bagian belakang bodinya. Kamera utamanya dipersenjatai oleh sensor Sony IMX852 beresolusi 50MP dengan bukaan lensa f/1.8 yang sudah dilengkapi fitur Phase Detection Autofocus (PDAF).

Kamera utama ini ditemani oleh satu lensa sekunder yang berfungsi sebagai depth sensor untuk membantu pemrosesan foto potret. Seluruh pemrosesan gambar di dalam perangkat ini disokong oleh arsitektur POCO Imaging Engine guna mempercepat penangkapan fokus dan optimalisasi warna secara digital.

Kualitas Tangkapan Gambar Harian

Dalam kondisi pencahayaan yang melimpah atau siang hari, kamera 50MP ini mampu menghasilkan foto dengan detail yang cukup baik dan Dynamic Range yang lumayan lewat bantuan mode HDR otomatis. Tersedia juga fitur Film Filters bagi Anda yang gemar bereksperimen dengan warna bernuansa sinematik secara instan.

Namun, saat kondisi cahaya mulai meredup, penurunan detail dan kemunculan noise tidak dapat dihindarkan akibat keterbatasan ukuran sensor dan minimnya stabilisasi optik. Perekaman video kamera belakang tertahan di resolusi maksimal Full HD (1080p) pada kecepatan 30fps serta mendukung fitur Time-lapse.

Kamera Depan yang Cukup Responsif

Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersemat kamera depan beresolusi 13MP dengan bukaan lensa f/2.0 di area poni layar. Kamera selfie ini sudah mendukung fitur Face Unlock sebagai opsi keamanan biometrik selain sensor sidik jari di bagian samping bodi.

Fitur pendukung seperti Night mode, HDR, Portrait, dan Soft light ring hadir untuk memaksimalkan tangkapan wajah saat kondisi temaram. Kemampuan perekaman videonya pun serupa dengan kamera belakang, yakni sanggup merekam hingga resolusi 1080p @30fps.

Baterai Besar Tanpa Charger di Dalam Kotak

Xiaomi membenamkan baterai berkapasitas sedikit di atas standar harian, yaitu 5160mAh, yang diklaim oleh produsen mampu bertahan untuk memutar audio hingga 139 jam terus-menerus. Manajemen dayanya dipantau oleh fitur Smart Charging Engine yang bertugas menjaga kesehatan sel baterai agar tidak cepat aus akibat panas berlebih saat proses pengisian daya.

Sistem pengisian daya cepat yang didukung oleh perangkat ini mentok di angka 18W (Fast Charging). Untuk ukuran baterai melampaui 5000mAh, daya 18W membutuhkan waktu yang relatif lama, berkisar antara dua jam lebih dari kondisi kosong hingga terisi penuh.

Catatan Penting Paket Penjualan

Calon pembeli wajib mengetahui satu fakta penting terkait paket penjualan POCO C75 yang beredar di pasaran saat ini. Xiaomi memutuskan untuk tidak menyertakan adaptor daya atau kepala charger di dalam kotak penjualan demi alasan kelestarian lingkungan.

Anda hanya akan mendapatkan unit ponsel dan kabel USB Type-C 2.0 saja di dalam kemasannya. Pihak pabrikan merekomendasikan pengguna untuk membeli atau menggunakan charger 18W mandiri yang sudah mendukung protokol Power Delivery (PD) charging agar fitur pengisian cepatnya dapat berjalan optimal.

Konektivitas Lengkap dan Jaminan Pembaruan HyperOS

Meskipun berada di kelas entry-level, Xiaomi tidak pelit dalam urusan fitur konektivitas nirkabel pada bodi perangkat ini. POCO C75 sudah mengusung teknologi Bluetooth 5.4 yang lebih stabil dan hemat energi, serta Dual-band Wi-Fi yang mendukung Wi-Fi Hotspot dan Wi-Fi Direct.

Kabar baiknya, fitur NFC (Near Field Communication) tetap dipertahankan untuk memudahkan pengguna dalam mengecek atau mengisi saldo kartu uang elektronik langsung dari ponsel. Kelengkapan lain seperti FM Radio, jack audio 3.5mm, serta sistem navigasi GPS, GLONASS, BDS, dan GALILEO juga tersedia lengkap.

Sistem Operasi Berbasis Android 14

Saat pertama kali diaktifkan, ponsel ini langsung menjalankan sistem operasi Xiaomi HyperOS generasi pertama yang dibangun di atas basis Android 14. Antarmuka teranyar dari Xiaomi ini menyajikan visual yang lebih bersih dan manajemen RAM yang lebih agresif dibandingkan versi MIUI terdahulu.

Untuk sebuah ponsel murah, kebijakan pembaruan software yang diberikan oleh Xiaomi tergolong sangat menarik dan patut diacungi jempol. Mereka menjamin perangkat ini akan mendapatkan minimal 2 kali pembaruan major Android (hingga Android 16) serta 4 tahun pembaruan keamanan rutin.

Perbandingan Spesifikasi Detail POCO C75 4G

Untuk memudahkan Anda melihat seluruh konfigurasi komponen yang ditawarkan oleh perangkat ini, saya sudah merangkum data teknis resminya secara terstruktur.

Spesifikasi Lengkap Komponen Xiaomi POCO C75 4G
Sektor KomponenSpesifikasi Teknis Resmi
ChipsetMediaTek Helio G81 Ultra (12nm)
GPUMali-G52 MC2
RAM / Storage6GB, 8GB (LPDDR4X) / 128GB, 256GB (eMMC 5.1)
Layar6.88 inci IPS LCD, HD 1640 x 720 piksel, 120Hz
Kamera Belakang50MP (Sony IMX852) f/1.8 PDAF + AI Dual Camera
Kamera Depan13MP f/2.0
Baterai / Daya5160mAh / 18W Fast Charging (Tanpa Charger)
Sistem OperasiXiaomi HyperOS generasi pertama (Android 14)
Konektivitas4G LTE, Bluetooth 5.4, Dual-band Wi-Fi, NFC, USB-C 2.0

Kelebihan dan Kekurangan sebagai Bahan Pertimbangan

Menilai sebuah ponsel murah harus dilakukan secara adil dengan menimbang apa saja kelebihan yang didapat serta kekurangan yang harus diterima konsumen.

  • Kelebihan: Ukuran layar 6,88 inci sangat lapang dengan refresh rate 120Hz yang mulus, kapasitas baterai 5160mAh di atas rata-rata, fitur konektivitas lengkap termasuk NFC dan Bluetooth 5.4, serta komitmen pembaruan keamanan yang panjang hingga 4 tahun.
  • Kekurangan: Resolusi layar masih sebatas HD sehingga gambar kurang tajam pada bentang luas, performa chipset Helio G81 Ultra tergolong biasa saja, teknologi storage eMMC 5.1 yang lambat untuk standar masa kini, serta absennya adaptor charger dalam paket penjualan resmi.

POCO C75 adalah perangkat yang dirancang khusus bagi konsumen yang memprioritaskan ukuran layar masif dan kemudahan konektivitas NFC dengan budget yang sangat ketat. Ponsel ini sangat cocok untuk menemani aktivitas kasual seperti menonton video berjam-jam atau sekadar menjadi perangkat sekunder untuk kebutuhan ojek online.

Namun, jika Anda adalah pengguna yang sensitif terhadap ketajaman layar untuk membaca teks kecil, atau mendambakan kecepatan performa saat membuka banyak aplikasi sekaligus, keterbatasan resolusi HD dan lambatnya storage eMMC 5.1 pada perangkat ini akan menjadi kompromi harian yang cukup menguji kesabaran Anda.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed