Hp Xiaomi Redmi 4X di Tahun 2026 Masih Bisa Dipakai buat Apa

Smallest Font
Largest Font

Menemukan Xiaomi Redmi 4X di dalam laci meja kerja membuat saya terenyak tentang bagaimana waktu berjalan begitu cepat di industri teknologi. Ponsel ringkas yang dahulu menjadi primadona di kelas entri ini sekarang harus menghadapi realitas keras ekosistem digital tahun 2026 yang sudah jauh meninggalkan spesifikasi dasarnya.

Saya melihat perangkat ini bukan lagi sebagai ponsel utama yang andal, melainkan sebuah artefak yang memicu rasa penasaran. Apakah perangkat keras yang diumumkan pada 14 Februari 2017 ini masih memiliki napas untuk menjalankan tugas ringan, ataukah ia sudah sepenuhnya menjadi limbah elektronik yang tidak bernilai?

Jawabannya ternyata tidak hitam putih.

Saat pertama kali menggenggamnya kembali, dimensi Xiaomi Redmi 4X terasa sangat asing di tangan saya yang sudah terbiasa dengan ponsel modern berlayar masif. Dengan ketebalan perangkat mencapai 8,7 mm dan berat 150 gram, ponsel ini terasa padat dan sangat mudah dioperasikan dengan satu tangan saja.

Layar IPS LCD berukuran 5 inci yang tertanam di bagian depan terlihat sangat mungil jika dibandingkan dengan standar era sekarang. Mengusung resolusi HD 1280 × 720 piksel dengan aspek rasio klasik 16:9, kerapatan pikselnya berada di angka 294 ppi.

Bagaimana kualitas visualnya saat ini? Menurut saya, panel IPS LCD miliknya masih mampu menampilkan warna yang cukup baik untuk sekadar membaca teks atau melihat galeri foto. Namun, batas atas kecerahan layarnya terasa kurang bertenaga di bawah terik matahari, dan ukuran 5 inci terasa sangat sempit untuk menampung aplikasi modern yang rakus ruang visual.

Dapur Pacu dan Eksplorasi Memori Jauh di Bawah Standar Modern

Sektor performa adalah tempat di mana Xiaomi Redmi 4X harus mengakui keunggulannya yang telah sirna. Di pasar global, perangkat ini dahulu beredar dengan konfigurasi memori RAM 2 GB dengan ROM 16 GB, serta varian RAM 3 GB dengan ROM 32 GB. Menariknya, versi India mendapatkan variasi memori yang lebih masif, mulai dari RAM 2 GB + ROM 16 GB, RAM 3 GB + ROM 16 GB, RAM 3 GB + ROM 32 GB, RAM 4 GB + ROM 32 GB, hingga RAM 4 GB + ROM 64 GB.

Varian RAM 2 GB atau 3 GB sudah tidak sanggup lagi menangani aplikasi media sosial modern yang penuh dengan kompresi video berat dan animasi latar belakang.

Meskipun penyimpanan internalnya masih bisa diperluas menggunakan dukungan memori eksternal via microSD hingga 128 GB atau bahkan hingga 256 GB pada beberapa catatan regional, kecepatan baca-tulis memorinya sudah sangat tertinggal. Menjalankan sistem operasi Android bawaan pabrik di tahun ini hanya akan memicu keputusasaan akibat fenomena lag yang konstan.

Melihat Angka Benchmark yang Menjelaskan Realitas Performa

Untuk memberikan gambaran konkret mengenai keterbatasan komputasi ponsel ini, kita bisa menilik data median benchmark dari UL Benchmarks. Angka-angka ini merekam dengan jelas posisi performa grafis dan kemampuan pemrosesan dari perangkat keras yang digunakannya.

Berikut adalah rincian data pengujian performa grafis Xiaomi Redmi 4X:

Hasil Pengujian Benchmark Grafis Xiaomi Redmi 4X
Jenis Pengujian BenchmarkSkor KeseluruhanSkor Komponen PhysicsSkor Komponen Graphics
3DMark Sling Shot Extreme (OpenGL ES 3.1)3121105259
3DMark Sling Shot Extreme (Vulkan)3631635298

Jika kita membedah pengujian 3DMark Sling Shot Extreme berbasis OpenGL ES 3.1, tes grafis pertama hanya berjalan di 2 FPS, sementara tes grafis kedua merosot ke 1 FPS. Aspek pemrosesan fisik (Physics) memperlihatkan angka 17 FPS pada bagian pertama, 12 FPS pada bagian kedua, dan 6 FPS pada bagian ketiga.

Beralih ke pengujian berbasis Vulkan, kondisinya tidak jauh berbeda. Tes grafis pertama menghasilkan 3 FPS, tes grafis kedua berada di 1 FPS, sedangkan rangkaian tes fisik masing-masing mencatatkan 17 FPS, 14 FPS, dan 11 FPS. Angka-angka di bawah 5 FPS pada sektor grafis ini menegaskan bahwa mencoba memainkan game tiga dimensi modern pada perangkat ini adalah hal yang mustahil dilakukan.

Kemampuan Kamera Sederhana untuk Dokumentasi Darurat

Sektor fotografi pada Xiaomi Redmi 4X mengandalkan konfigurasi satu kamera di setiap sisi. Kamera belakang memiliki resolusi 13 MP dengan bukaan f/2.0 yang sudah dilengkapi fitur Phase Detection Autofocus atau PDAF.

Di bagian depan, terdapat kamera selfie beresolusi 5 MP dengan bukaan f/2.2. Untuk urusan perekaman video, kedua kamera ini mentok mendukung resolusi hingga 1080p pada kecepatan 30 frame per detik.

Dalam kondisi pencahayaan yang melimpah di siang hari, kamera belakang 13 MP miliknya masih bisa menghasilkan foto yang tajam untuk keperluan dokumentasi kasual. Namun, ketika pencahayaan mulai menurun, absennya teknologi pemrosesan gambar modern membuat hasil foto dipenuhi dengan noise yang mengganggu dan rentang dinamis yang sangat sempit.

Apa kabar Redmi 4X di 2025? | Zavisual

Sisi Positif yang Tersisa dari Kapasitas Baterai Besar

Satu hal yang patut diacungi jempol dari rancangan ponsel ini adalah keputusan pabrikan untuk menanamkan baterai berkapasitas besar. Perangkat ini dibekali baterai non-removable berjenis Lithium Polymer dengan kapasitas mencapai 4100 mAh.

Ukuran baterai 4100 mAh dipadukan dengan layar yang hanya beresolusi HD serta prosesor hemat daya membuat daya tahan baterainya menjadi penyelamat bagi ponsel ini. Ketika tidak dibebani oleh aktivitas berat, ponsel ini sanggup bertahan menyala dalam waktu yang sangat lama.

Karakteristik baterai yang awet ini membuka peluang pemanfaatan baru di masa sekarang. Dibandingkan membiarkannya membusuk di tempat pembuangan, kapasitas dayanya yang andal bisa dimanfaatkan untuk fungsi-fungsi statis di dalam rumah.

Sistem Operasi Alternatif Menjadi Juru Selamat Perangkat

Faktor utama yang membuat Xiaomi Redmi 4X menolak mati di komunitas hobi adalah fleksibilitasnya untuk dipasangi sistem operasi alternatif di luar Android murni milik Google. Pengembang pihak ketiga masih terus memberikan perhatian pada perangkat yang memiliki nama kode kustom "santoni" ini.

Salah satu lompatan paling menarik bagi para pencinta oprek adalah ketersediaan sistem operasi Ubuntu Touch untuk Redmi 4X (Xenial 16.04). Proyek ini memiliki catatan rilis berkala yang sangat terdokumentasi dengan baik oleh komunitas.

Varian sistem operasi Linux mobile ini dirilis melalui beberapa kanal pengembangan:

  • Kanal edge yang diluncurkan pada tanggal 21 November 2022.
  • Kanal devel yang dilepas pada 14 April 2023.
  • Kanal rc (Release Candidate) yang mendarat pada 14 April 2023.
  • Kanal stable OTA-25 yang resmi digulirkan pada tanggal 14 April 2023.

Kehadiran sistem operasi berbasis Linux murni seperti Ubuntu Touch versi stable OTA-25 memberikan kesempatan kedua bagi perangkat keras ini. Sistem operasi ini jauh lebih ringan daripada Android modern, sehingga mampu mengembalikan kelancaran navigasi antarmuka dasar tanpa terbebani oleh layanan latar belakang Google yang masif.

Pilihan Fungsi Terbaik untuk Memanfaatkan Redmi 4X Hari Ini

Berdasarkan seluruh keterbatasan spesifikasi serta potensi sistem operasi alternatif yang dimilikinya, ponsel ini sudah sepantasnya dipurnatugaskan dari peran ponsel harian. Memaksanya menjalankan aplikasi perbankan modern atau dompet digital sangat tidak direkomendasikan karena masalah keamanan sistem operasi yang sudah usang.

Pilihan terbaik yang bisa saya sarankan adalah mengubahnya menjadi perangkat fungsional khusus yang tidak membutuhkan daya komputasi tinggi. Sifat baterainya yang awet dan ukurannya yang ringkas menjadikannya kandidat ideal untuk beberapa fungsi sekunder di rumah.

Sebagai contoh, ponsel ini bisa dikonfigurasi menjadi pemutar musik digital statis yang terhubung ke pengeras suara, alat pengendali perangkat pintar (smart home remote), atau diubah menjadi jam meja digital yang menampilkan prakiraan cuaca konstan. Dengan membatasi beban kerjanya hanya pada satu fungsi spesifik, keterbatasan RAM dan prosesor lawasnya tidak akan lagi menjadi kendala yang mengganggu kenyamanan hidup Anda.

Menurut informasi yang tercatat di pasar regional seperti Malaysia, harga Xiaomi Redmi 4X saat masa edarnya dimulai dari kisaran RM518. Mengingat nilai ekonomisnya yang kini sudah turun drastis di pasar barang bekas, memanfaatkannya sebagai perangkat hobi atau alat eksperimen Linux mobile jauh lebih bernilai ketimbang mencoba menjualnya kembali.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow