Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis Gantikan Didier Deschamps
Zinedine Zidane resmi menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Prancis usai mengakhiri penantian panjang publik sepak bola negara tersebut. Seperti dilansir dari Bola, legenda Les Bleus ini menggantikan posisi Didier Deschamps yang menuntaskan masa baktinya setelah ajang Piala Dunia 2026. Penunjukan ini menjadi momen realisasi dari impian lama Zidane.
Mantan juru taktik Real Madrid tersebut mengaku sempat menolak sejumlah penawaran dari klub-klub Eropa dalam beberapa tahun terakhir demi menunggu kesempatan memimpin armada tim nasional negaranya. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) memperkenalkan Zidane secara resmi di markas besar mereka yang berlokasi di Paris pada Selasa (28/7/2026). Kehadirannya diharapkan mampu memberikan penyegaran di ruang ganti tanpa mengesampingkan kesinambungan prestasi yang telah dibangun era sebelumnya.
Perjalanan karier Zidane di kancah internasional berakar kuat dari masa mudanya. Lahir di Marseille pada 1972 dari keluarga keturunan Aljazair, ia tumbuh di kawasan La Castellane sebelum bakatnya tercium oleh Cannes dan Bordeaux.
Debutnya bersama Les Bleus terjadi pada usia 22 tahun, sebelum akhirnya berlabuh ke Juventus. Puncak karier pemainnya diukir saat membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 lewat dua gol sundulan ke gawang Brasil di partai puncak, serta trofi Euro 2000.
Rekor Kepelatihan dan Pendekatan Tim
Di level klub, Zidane mencatatkan prestasi gemilang sewaktu menukangi Real Madrid. Setelah menempuh pendidikan manajemen olahraga di Limoges dan mengantongi lisensi kepelatihan, ia sukses mempersembahkan tiga gelar Liga Champions berturut-turut dan dua trofi LaLiga. Mantan rekan setimnya, Didier Deschamps, memberikan pujian atas rekam jejak tersebut. Deschamps menilai Zidane telah membuktikan kapasitasnya secara luar biasa, baik saat masih aktif bermain maupun ketika bertransformasi di bangku cadangan.
"Sebagai pemain dia sudah luar biasa, lalu memiliki kehidupan kedua sebagai pelatih dan kini menjadi pelatih yang luar biasa," kata Deschamps. Kini, Zidane dihadapkan pada tugas meracik kekuatan skuad yang diisi talenta seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele. Target utamanya adalah mengembalikan daya saing Prancis di level tertinggi usai kegagalan menembus babak final Piala Dunia 2026.
Dalam menjalankan tugasnya, Zidane menekankan pentingnya pendekatan antarpersonal di dalam tim. Ia memilih berfokus pada manajemen pemain dibanding bergantung pada skema taktik yang rumit.
"Saya bukan pelatih terbaik dalam urusan taktik, tetapi saya memiliki hal lain. Saya sangat memahami ruang ganti dan cara berpikir seorang pemain, dan bagi saya itu sangat penting," ujar Zidane.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow