Alasan Apple Melewatkan Angka 9 dan Merilis iPhone X sebagai Kejutan Terbesar

Smallest Font
Largest Font

Keputusan Apple melompati angka sembilan demi merilis iPhone X atau yang dibaca sebagai iPhone Ten sempat memicu kebingungan besar di kalangan pencinta teknologi seluruh dunia. Saya ingat betul bagaimana suasana pasar gadget saat itu dipenuhi tanda tanya besar. Mengapa Apple sengaja mematikan garis keturunan angka sembilan dan langsung melompat ke angka sepuluh?

Langkah ekstrem ini bukan sekadar urusan takhayul, melainkan strategi pemasaran yang sangat diperhitungkan secara matang.

Bagi saya, langkah Apple melompati iPhone 9 adalah keputusan bisnis yang sangat berani sekaligus genius. Dilansir dari Readers, perjalanan sejarah ponsel pintar ini dimulai sejak tahun peluncuran pertama iPhone pada tahun 2007 silam.

Ketika waktu menunjukkan tahun 2017, Apple genap memperingati satu dekade atau sepuluh tahun kehadiran ponsel pintar mereka di industri global. Angka sepuluh memiliki nilai simbolis yang luar biasa besar untuk merayakan pencapaian historis tersebut.

Meluncurkan ponsel dengan nama iPhone 9 di tahun kesepuluh dinilai akan mengurangi efek kemegahan perayaan satu dekade inovasi mereka. Oleh karena itu, Apple memutuskan untuk langsung melompat ke angka romawi X yang merepresentasikan angka sepuluh.

Langkah melompati angka sembilan sebenarnya bukan hal baru di industri teknologi global, karena beberapa raksasa software juga melakukan trik psikologis serupa demi branding produk mereka.

Sebagai perbandingan nyata, Microsoft juga melakukan hal serupa beberapa tahun sebelumnya.

Kita tentu ingat tahun perilisan Windows 10 pada tahun 2015 yang secara langsung melompati nama Windows 9 setelah era Windows 8. Microsoft melakukan hal tersebut untuk memberikan kesan bahwa sistem operasi baru mereka membawa lompatan teknologi yang sangat masif. Apple pun mengadopsi pola pikir yang sama agar produk mereka tidak terlihat tertinggal dari segi penamaan.

Strategi Peluncuran yang Memecah Konsentrasi Pasar

Mari kita tengok kembali momentum peluncuran yang terjadi pada akhir tahun 2017 tersebut.

Apple tidak hanya merilis satu model ponsel saja kala itu. Pada tanggal peluncuran iPhone 8 dan iPhone 8 Plus di September 2017, publik disajikan ponsel dengan desain klasik yang masih mempertahankan tombol home fisik.

Namun, hanya berselang singkat, tanggal perilisan iPhone X justru jatuh pada November 2017.

Apple memperkenalkan iPhone X | Global News

Kehadiran iPhone X langsung mencuri perhatian dunia dan membuat keberadaan seri kedelapan seolah hanya menjadi produk transisi. Keputusan merilis dua generasi berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan ini tentu memicu pergeseran psikologis konsumen. Konsumen yang menginginkan teknologi masa depan rela menunggu hingga November demi mendapatkan perangkat edisi khusus sepuluh tahun tersebut.

Berikut adalah perbandingan ringkas lini produk yang dirilis Apple pada periode transisi krusial tersebut:

Perbandingan Lini Produk Utama Apple Tahun 2017
Nama ModelWaktu RilisJenis LayarSistem Keamanan
iPhone 8September 2017Retina IPS LCDTouch ID
iPhone 8 PlusSeptember 2017Retina IPS LCDTouch ID
iPhone XNovember 2017Super Retina OLEDFace ID

Dari perbandingan di atas, terlihat jelas bahwa ponsel edisi sepuluh tahun ini membawa lompatan spesifikasi yang sangat jauh meninggalkan saudaranya.

Penggunaan layar OLED dan hilangnya tombol home fisik menjadi pembeda utama yang mengubah arah industri smartphone secara keseluruhan.

Lompatan Desain yang Menghadirkan Standar Baru Industri

Menurut pandangan saya, peluncuran edisi sepuluh tahun ini adalah pertaruhan terbesar Apple sejak era Steve Jobs. Mereka membuang Touch ID yang sudah sangat dicintai pengguna dan menggantinya dengan Face ID berbasis sensor TrueDepth. Keputusan ini sempat diragukan banyak pihak karena teknologi pemindai wajah saat itu terkenal lambat dan tidak aman.

Namun, Apple berhasil membuktikan bahwa sistem keamanan biometrik mereka jauh melampaui para kompetitornya saat itu.

Meskipun demikian, perangkat ini tidak luput dari kekurangan yang cukup mengganggu kenyamanan pengguna harian.

  • Desain poni lebar di bagian atas layar sering kali memotong rasio tampilan saat menonton video layar penuh.
  • Ketidakhadiran colokan audio 3,5 mm memaksa pengguna menggunakan adaptor tambahan atau beralih ke earphone nirkabel.
  • Biaya perbaikan layar OLED pertama mereka sangat mahal jika terjadi kerusakan fisik akibat jatuh.

Kekurangan tersebut menjadi catatan penting bagi saya yang selalu melihat produk teknologi dari sisi fungsionalitas harian.

Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa desain berponi tersebut justru menjadi tren yang ditiru oleh hampir seluruh produsen ponsel Android setelahnya.

Kondisi Pasar dan Kebijakan Penamaan Produk Setelah Era Sepuluh Tahun

Setelah sukses besar dengan model sepuluh tahun tersebut, Apple menghadapi tantangan baru dalam merumuskan skema penamaan produk mereka. Banyak konsumen setuju bahwa melompati angka sembilan membuat hierarki produk Apple sempat menjadi sedikit membingungkan.

Bahkan, beberapa tahun kemudian, Apple merilis iPhone SE Generasi Kedua pada tahun 2020 untuk mengisi celah pasar kelas menengah yang merindukan desain klasik. Kehadiran lini SE ini seolah menjadi penawar rindu bagi pengguna yang tidak menyukai sistem navigasi gestur penuh pada model modern. Hingga saat ini di tahun 2026, kita bisa melihat bahwa keputusan ekstrem di tahun 2017 tersebut telah membentuk fondasi kokoh bagi portofolio produk Apple modern.

Tanpa keberanian meluncurkan edisi sepuluh tahun dengan harga premium kala itu, kita mungkin tidak akan melihat standar layar penuh yang kini menjadi hal biasa di semua kelas ponsel.

Keputusan melompati angka sembilan terbukti bukan sekadar gimik pemasaran, melainkan sebuah jembatan evolusi teknologi yang berhasil mendefinisikan ulang arti sebuah ponsel pintar premium bagi generasi berikutnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed