Misteri Absennya iPhone 9, Alasan Apple Sengaja Melewati Angka Keramat Ini

Smallest Font
Largest Font

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan teknologi, absennya iPhone 9 tentu menyisakan tanda tanya besar yang mengganjal hingga saat ini. Saya ingat betul bagaimana publik kebingungan saat Apple melompati angka sembilan begitu saja dalam penamaan produk legendaris mereka. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebuah langkah bisnis yang sangat diperhitungkan demi momentum sejarah.

Mari kita bedah secara mendalam mengapa Apple mengambil keputusan tidak biasa ini dan bagaimana dampaknya bagi industri seluler.

Untuk memahami hilangnya iPhone 9, kita harus kembali ke linimasa peluncuran produk Apple yang sangat bersejarah. Apple meluncurkan iPhone generasi pertama, yang sering dikenal sebagai iPhone 2G, pada tahun 2007 silam.

Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada September 2017, Apple menghadapi momen krusial untuk merayakan ulang tahun kesepuluh lini ponsel pintar mereka. Di sinilah strategi penamaan Apple mulai mengalami pergeseran dramatis yang membuat sebagian konsumen merasa kebingungan.

Peluncuran Ganda yang Membingungkan Pasar

Pada acara peluncuran September 2017 tersebut, Apple merilis iPhone 8 dan iPhone 8 Plus sebagai penerus langsung iPhone 7. Namun, pada panggung yang sama, mereka juga memperkenalkan perangkat premium edisi khusus yang dinamakan iPhone X. Huruf "X" di sini bukan dibaca sebagai eks, melainkan sebagai angka Romawi sepuluh (ten).

Langkah ini diambil sebagai penanda satu dekade perjalanan iPhone sejak pertama kali diperkenalkan ke dunia.

Keputusan menggunakan angka Romawi X dirancang untuk memberikan kesan futuristik sekaligus merayakan pencapaian sepuluh tahun inovasi Apple.

Melompati Angka Sembilan Demi Gengsi Teknologi

Dengan meluncurkan iPhone X (sepuluh) bersamaan dengan iPhone 8, Apple secara otomatis melompati angka 9. Menurut saya, meluncurkan iPhone 9 bersamaan dengan iPhone X akan membuat iPhone 9 terlihat usang sejak hari pertama dirilis. Konsumen tentu akan memandang angka 9 sebagai teknologi masa lalu jika disandingkan dengan angka 10 yang futuristik.

Oleh karena itu, Apple memilih untuk mengorbankan angka sembilan demi mendongkrak citra premium iPhone X.

Apa yang terjadi pada iPhone 9? | CNN Indonesia

Strategi Psikologi Pemasaran di Balik Angka Sembilan

Dalam dunia pemasaran modern, angka bukan sekadar alat penghitung, melainkan representasi dari nilai psikologis sebuah produk. Apple sangat memahami bahwa persepsi konsumen sangat dipengaruhi oleh penamaan dan penomoran perangkat yang mereka beli.

Jika mereka tetap memaksakan merilis iPhone 9 setelah iPhone X, produk tersebut kemungkinan besar akan kurang laku di pasaran. Konsumen cenderung menginginkan lompatan teknologi yang besar, dan angka sepuluh memberikan efek psikologis yang jauh lebih kuat.

Menghindari Kesan Setengah-Setengah

iPhone X hadir dengan perubahan desain paling radikal sejak iPhone generasi pertama, seperti hilangnya tombol Home fisik. Layar penuh dengan poni (notch) dan teknologi Face ID membuat perangkat ini terasa seperti lompatan besar ke masa depan. Jika Apple merilis iPhone 9 dengan desain lama berbasis bezel tebal, perangkat tersebut akan langsung kehilangan daya tariknya.

Langkah melompati angka ini terbukti sukses membuat iPhone X menjadi standar baru industri ponsel pintar global saat itu.

Bukan Cuma Apple yang Menghindari Angka Sembilan

Menariknya, fenomena melompati angka sembilan ini tidak hanya terjadi pada raksasa teknologi asal Cupertino tersebut saja.

Beberapa raksasa teknologi global lainnya juga tercatat melakukan langkah serupa untuk alasan yang hampir mirip.

Mari kita lihat perbandingan keputusan beberapa brand besar dalam menentukan penomoran produk mereka melalui data berikut.

Perbandingan Keputusan Penomoran Produk oleh Perusahaan Teknologi Global
Nama PerusahaanProduk yang DirilisProduk yang DilompatiAlasan Utama Keputusan
AppleiPhone 8 dan iPhone XiPhone 9Perayaan 10 tahun dan strategi marketing
MicrosoftWindows 8 dan Windows 10Windows 9Masalah kompatibilitas kode sistem legasi
SamsungGalaxy S10 dan Galaxy S20Galaxy S11 hingga S19Penyelarasan dengan tahun peluncuran 2020

Dari data di atas, kita bisa melihat bahwa melompati nomor seri adalah praktik yang lumrah di industri teknologi.

Microsoft melompati Windows 9 untuk menghindari masalah sistem yang mendeteksi Windows 9 sebagai Windows 95 atau Windows 98.

Sementara itu, Samsung melompati belasan angka agar penomoran seri Galaxy S sesuai dengan tahun rilisnya sejak tahun 2020.

Faktor Takhayul Angka Sembilan

Di beberapa kebudayaan, khususnya di Asia Timur seperti Jepang, angka sembilan sering kali dianggap membawa nasib buruk. Dalam bahasa Jepang, pelafalan angka sembilan (kyu) terdengar mirip dengan kata yang berarti penderitaan atau siksaan. Meskipun Apple adalah perusahaan Amerika Serikat, pasar global mereka sangat bergantung pada penjualan di kawasan Asia Timur.

Menghindari angka sembilan bisa jadi merupakan langkah preventif non-teknis untuk menjaga sentimen positif konsumen di wilayah tersebut.

Kelemahan Strategi Penamaan Acak Apple

Meskipun strategi melompati angka ini sangat sukses dari sisi penjualan iPhone X, langkah ini bukannya tanpa cela.

Saya menilai keputusan ini meninggalkan kebingungan jangka panjang bagi konsumen awam yang mencoba memahami hierarki produk Apple.

Berikut adalah beberapa kekurangan atau dampak negatif dari keputusan Apple melompati iPhone 9:

  • Kebingungan Silsilah Produk: Pengguna awam sering bingung mengapa setelah iPhone 8 mereka harus langsung beralih ke iPhone X.
  • Kesulitan Pengucapan: Banyak orang tetap menyebut iPhone X sebagai "iPhone Eks" ketimbang "iPhone Sepuluh", yang merusak pesan awal Apple.
  • Fragmentasi Lini Murah: Apple terpaksa merilis iPhone SE generasi kedua sebagai pengisi celah ponsel murah, alih-alih menggunakan nama iPhone 9 yang lebih familiar.

Kekacauan penamaan ini terus berlanjut hingga beberapa tahun berikutnya sebelum akhirnya stabil di seri iPhone 11 dan seterusnya. Namun, dari sudut pandang bisnis murni, keputusan ini tetap dipandang sebagai salah satu kemenangan pemasaran terbesar Apple.

Sebab, mereka berhasil mengalihkan fokus industri dari sekadar pembaruan tahunan menjadi sebuah revolusi desain melalui iPhone X. Keputusan melompati iPhone 9 menunjukkan bahwa bagi Apple, persepsi inovasi jauh lebih penting daripada urutan matematika yang kaku.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed