Arsenal Juarai Premier League dan Gelar Pawai Kemenangan di London
Klub sepak bola Arsenal menggelar pawai kemenangan di kawasan London Utara pada hari Minggu setelah berhasil mengamankan trofi Premier League musim 2025/2026, yang menjadi gelar liga pertama mereka dalam 22 tahun terakhir.
Dilansir dari Bola, perayaan masif yang dihadiri sekitar 750 ribu hingga satu juta pendukung ini berlangsung di tengah suasana duka tim akibat kekalahan dramatis dari Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions.
Bek tengah Gabriel Magalhaes menjadi sorotan setelah gagal mengeksekusi penalti terakhir yang membuat PSG mempertahankan gelar juara Eropa mereka, namun suporter merespons dengan meningkatkan pembelian jerseynya hingga 350 persen sepanjang akhir pekan.
Pemain asal Brasil tersebut mengekspresikan rasa emosionalnya melalui sebuah pernyataan resmi di media sosial pribadinya setelah pertandingan final usai.
"Kekalahan ini menyakitkan, tetapi saya bangga dengan tim ini dan semua yang telah kami capai sepanjang musim 2025/2026," tulis Gabriel Magalhaes.
Ia juga menambahkan apresiasi besar kepada para pendukung setia klub yang terus menemani perjuangan mereka.
"Terima kasih kepada para suporter luar biasa yang selalu mendukung kami di setiap langkah perjalanan ini. Kalian pantas merayakan perjalanan ini bersama kami. Sampai jumpa musim depan!" lanjut Gabriel Magalhaes.
Selain Gabriel, rekrutan baru Eberechi Eze juga gagal mencetak gol dari titik putih dalam babak adu penalti tersebut yang membuat ruang ganti Arsenal terpukul.
Gelandang Declan Rice langsung pasang badan membela kedua rekannya dan menegaskan bahwa mereka tidak boleh disalahkan atas kegagalan meraih trofi Liga Champions kepada TNT Sports.
"Mereka sangat terpukul karena gagal mengeksekusi penalti di final Liga Champions," kata Declan Rice.
Rice menyatakan dukungannya secara penuh dan menganggap kejadian tersebut merupakan hal yang lumrah di dalam dunia sepak bola.
"Itu bukan hal yang menyenangkan. Tetapi, kami mencintai mereka, kami mendukung mereka, dan hal seperti itu memang terjadi dalam sepak bola. Mereka bukan pemain terakhir yang gagal mengeksekusi penalti di final," tutur Declan Rice.
Ia mengingatkan semua pihak bahwa tanpa kontribusi besar Gabriel dan Eze, Arsenal dipastikan tidak akan mampu memenangkan kompetisi kasta tertinggi Inggris musim ini.
"Semua orang pernah gagal mengeksekusi penalti, dan tanpa mereka berdua musim ini, kami tidak akan memenangkan Premier League, itu sudah pasti." cetus Declan Rice.
Rice mengaku sangat mengagumi kualitas personal serta performa yang ditunjukkan oleh Gabriel dan Eze sepanjang kompetisi bergulir.
"Saya sudah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan Gabriel, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemain. Begitu juga Eze. Lihat saja gol-gol penting yang dia cetak musim ini. Ini kejam, tetapi inilah sepak bola," jelas Declan Rice.
Eze turut menyampaikan pesan refleksi diri mengenai musim perdananya bersama skuad The Gunners melalui akun Instagram pribadi saat pawai juara berlangsung.
"I love this journey and I am grateful to God for every part of it," tulis Eberechi Eze.
Statistik mencatat Gabriel tetap menjadi pilar krusial dengan tampil sebagai starter pada 30 dari 32 laga Premier League serta 11 dari 15 pertandingan Liga Champions musim ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow