Arsenal Pertimbangkan Risiko Rekrut Vinicius Junior dari Real Madrid
Arsenal dinilai memiliki kemampuan finansial untuk mendatangkan Vinicius Junior dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2026, sebagaimana dilansir dari Bola.
Peluang tersebut terbuka seiring situasi Vinicius yang memasuki 11 bulan terakhir dalam masa kontraknya di Santiago Bernabeu. Meski begitu, nilai pasar penyerang sayap Timnas Brasil tersebut diperkirakan masih menyentuh 140 juta euro atau setara Rp2,88 triliun menurut data Transfermarkt.
Langkah menebus sang pemain bakal mencatatkan rekor pembelian termahal sepanjang sejarah Arsenal. Bahkan, jika angkanya menembus lebih dari 125 juta poundsterling (Rp2,57 triliun), kepindahan tersebut resmi memecahkan rekor transfer termahal di Premier League.
Pengeluaran besar itu secara teoritis dapat diatasi melalui mekanisme amortisasi biaya transfer selama durasi kontrak. Skema akuntansi sepak bola ini memungkinkan beban transfer senilai 166 juta dolar AS dibukukan sekitar 33,2 juta dolar AS per musim, di luar tanggungan gaji.
Tambahan modal juga berpotensi didapat dari penjualan sejumlah pilar seperti Karl Hein, Jakub Kiwior, dan Leandro Trossard yang ditaksir menghasilkan 43 juta dolar AS. Gabriel Martinelli turut berpeluang dilepas demi memberikan ruang karena menghuni posisi serupa di sektor kiri penyerangan.
Tantangan utama manajemen Arsenal tidak berada pada faktor anggaran, melainkan risiko terganggunya harmonisasi internal tim.
Vinicius diproyeksikan meminta bayaran melampaui 600 ribu dolar AS (Rp10,85 miliar) per minggu. Nominal ini melonjak jauh di atas Bukayo Saka yang menempati posisi penerima gaji tertinggi di klub dengan angka sekitar 400 ribu dolar AS (Rp7,32 miliar) per pekan.
Ketimpangan pendapatan tersebut berisiko memicu gelombang tuntutan kenaikan bayaran dari pilar lain, termasuk Declan Rice yang dijadwalkan segera merundingkan kontrak baru. Pengalaman negatif terkait pemberian gaji fantastis pada masa Mesut Ozil dan Pierre-Emerick Aubameyang menjadi pelajaran berharga bagi manajemen The Gunners.
Atas pertimbangan beban finansial serta potensi riak di ruang ganti, perekrutan pemain berusia 26 tahun tersebut dinilai menghadirkan risiko yang lebih besar ketimbang keuntungan bagi Arsenal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow