Benarkah Xiaomi Redmi S2 Masih Layak Dicari dengan Harga Sekarang
Ekspektasi tinggi selalu mengiringi setiap peluncuran ponsel murah Xiaomi, tetapi realita di pasar sering kali memberikan sudut pandang yang jauh berbeda setelah beberapa tahun berlalu. Saat membicarakan Xiaomi Redmi S2 harga awalnya di Indonesia sempat memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta gadget.
Saya ingat betul bagaimana perangkat ini diposisikan sebagai jagoan selfie yang ramah kantong. Namun, melihat kondisinya saat ini, Anda mungkin akan terkejut dengan dinamika ketersediaannya.
Ponsel ini membawa lini baru yang berfokus pada kemampuan fotografi kasual. Di tengah gempuran teknologi modern, mari kita bedah secara objektif apakah perangkat lawas ini masih menyimpan nilai yang sepadan.
Ketika pertama kali meluncur secara resmi di Indonesia pada tanggal 25 Mei 2018, Xiaomi Redmi S2 dipasarkan melalui Shopee dan gerai resmi Xiaomi. Berdasarkan laporan dari Kompas, harga resmi yang disematkan saat itu adalah Rp 2,3 juta.
Angka ini menempatkannya di kelas menengah ke bawah yang sangat padat persaingan. Bagi sebagian orang, nominal tersebut terasa masuk akal demi mendapatkan sensor kamera depan yang besar.
Bagaimana dengan kondisinya sekarang?
Jika Anda menjelajahi berbagai platform belanja daring, kenyataan pahit harus diterima. Data terkini dari 91mobiles menunjukkan bahwa perangkat ini sudah tidak tersedia di toko online mana pun per 16 Juni 2026.
Lini produk ini telah sepenuhnya menyelesaikan siklus hidupnya di pasar ritel resmi, membuat unit barunya mustahil ditemukan.
Status kelangkaan ini menegaskan bahwa berburu unit baru di platform seperti Tokopedia, Blibli, atau Ralali sudah tidak lagi realistis. Anda hanya akan menemukannya di pasar barang bekas dengan harga yang fluktuatif dan kondisi yang untung-untungan.
Spesifikasi Utama yang Pernah Menjadi Daya Tarik
Untuk memahami mengapa ponsel ini sempat populer, kita harus membedah isi jeroannya secara mendalam. Xiaomi membekali perangkat ini dengan kombinasi komponen yang cukup standar untuk masanya.
Mari kita lihat rincian spesifikasi teknis resminya secara terstruktur di bawah ini.
| Komponen Teknis | Spesifikasi Resmi |
|---|---|
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 625 MSM8953 |
| Prosesor (CPU) | Octa-core 2 GHz (Cortex A53) |
| Unit Grafis (GPU) | Adreno 506 |
| Fabrikasi | 14 nm (Arsitektur 64 bit) |
| Kapasitas Baterai | 3080 mAh |
| Sistem Operasi | Android 8.1 Oreo (MIUI 9) |
| Berat Perangkat | 170 gram |
Melihat tabel di atas, penggunaan Qualcomm Snapdragon 625 MSM8953 adalah keputusan yang sangat aman dari Xiaomi. Chipset octa-core 2 GHz ini terkenal irit daya berkat fabrikasi 14 nm, meski secara performa murni tentu sudah kepayahan menangani aplikasi modern.
Sektor Layar dan Desain Tanpa Tombol Fisik
Beralih ke bagian depan, penampilan luar perangkat ini mencerminkan masa transisi desain industri ponsel pintar. Layar berukuran 5,9 inci menurut ulasan Kompas, atau terdeteksi sebesar 5,99 inci (15,21 cm) pada data 91mobiles, mendominasi area wajah dengan aspek rasio modern di zamannya.
Panel yang digunakan adalah IPS LCD dengan resolusi HD Plus (720x1440 piksel). Jujur saja, ketajaman layarnya terasa kurang menggigit jika standar mata Anda sudah terbiasa dengan resolusi yang lebih tinggi.
Desain depannya sudah mengusung konsep bezel-less tanpa ada tombol fisik sama sekali. Kombinasi ini memberikan area pandang yang luas, yang kemudian dilapisi oleh proteksi Gorilla Glass 3 untuk menahan goresan ringan.
Bobotnya yang berada di angka 170 gram terasa pas di tangan. Tidak terlalu berat, tetapi material plastiknya tidak bisa menyembunyikan kesan ekonomis saat jemari Anda mengetuk bagian belakangnya.
Kamera Ganda dan Ambisi Fotografi Selfie Berbasis AI
Nama seri "S" pada perangkat ini sejatinya merujuk pada kata "Selfie". Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Xiaomi menaruh perhatian lebih pada sensor kamera depan.
Berikut adalah detail konfigurasi kamera yang dipasangkan pada bodi perangkat ini:
- Kamera Depan: Sensor 16 MP yang dilengkapi dengan teknologi AI, lampu LED Flash terdedikasi, serta fitur beautify untuk menghaluskan kulit.
- Kamera Belakang Utama: Sensor 12 MP yang diletakkan secara vertikal di tepi kiri bodi.
- Kamera Belakang Sekunder: Sensor depth 5 MP untuk menghasilkan efek bokeh atau latar belakang buram.
- Fitur Video: Dukungan Electronic Image Stabilization (EIS) pada kamera belakang dan perekaman video maksimal Full HD @30 fps untuk kedua sisi kamera.
Lampu LED Flash Dua Warna di bagian belakang membantu pencahayaan saat kondisi gelap gulita. Fitur EIS pada kamera belakang juga menjadi nilai tambah yang krusial untuk meredam guncangan tangan saat merekam video kasual.
Menurut saya, kamera depan 16 MP miliknya memang mampu menghasilkan foto wajah yang terang berkat bantuan LED Flash depan. Namun, intervensi kecerdasan buatan (AI) pada fitur kecantikan cenderung membuat foto terlihat kurang natural dan kehilangan detail pori-pori wajah.
Keterbatasan Memori dan Konektivitas yang Tertinggal
Sektor penyimpanan menjadi titik kritis yang wajib Anda perhatikan sebelum melirik ponsel ini. Varian global sebetulnya menyediakan opsi RAM 3 GB dengan storage 32 GB, serta varian RAM 4 GB dengan storage 64 GB yang menggunakan tipe RAM LPDDR3.
Namun, varian resmi yang dimasukkan oleh Xiaomi ke pasar Indonesia hanyalah versi RAM 3 GB dengan penyimpanan internal 32 GB. Kapasitas ruang penyimpanan sekecil ini dipastikan akan langsung sesak hanya dengan memasang beberapa aplikasi media sosial utama.
Untungnya, pabrikan masih menyediakan slot khusus untuk memperluas memori internal menggunakan microSD hingga kapasitas 256 GB. Pengguna tidak perlu mengorbankan salah satu kartu SIM karena tempatnya tidak mengusung sistem hibrida.
Bicara soal kartu SIM, konektivitas seluler perangkat ini mentok di jaringan generasi keempat. Berdasarkan data teknis, perangkat ini mengusung Dual Nano SIM tetapi dengan status tegas: 5G Not Supported.
Untuk urusan keamanan biometrik, Anda harus terbiasa meraba bagian belakang bodi. Sensor pemindai sidik jari ditempatkan dengan bentuk membulat tepat di area bawah modul kamera ganda.
Kekurangan Fatal yang Wajib Dipertimbangkan
Membeli ponsel berumur delapan tahun seperti ini jelas membawa daftar kompromi yang sangat panjang. Review yang jujur tidak boleh hanya memuja kelebihan masa lalunya, melainkan wajib membongkar cacat bawaannya secara objektif.
Kekurangan paling mutakhir terletak pada ekosistem perangkat lunak yang digunakannya. Berjalan dengan Android 8.1 Oreo berselimut MIUI 9, ponsel ini sudah tertinggal jauh dari segi keamanan dan kompabilitas aplikasi terkini.
Banyak aplikasi perbankan dan hiburan populer yang sudah menghentikan dukungan untuk Android sekuno ini.
Kapasitas daya juga menjadi batu sandungan yang besar. Baterai berkapasitas 3080 mAh terasa sangat mini untuk standar masa kini, ditambah lagi tanpa adanya dukungan pengisian daya cepat yang membuat proses pengisian tangki energi memakan waktu lama.
Komponen RAM LPDDR3 yang lambat memperparah situasi saat berpindah antar-aplikasi. Gejala lag atau patah-patah akan sering Anda jumpai, bahkan saat hanya membuka menu pengaturan atau mengetik di papan kibor virtual.
Kompromi ini membuat perangkat ini sama sekali tidak cocok dijadikan sebagai ponsel utama untuk menunjang produktivitas harian Anda.
Rekomendasi Akhir untuk Calon Pembeli
Melihat seluruh kalkulasi spesifikasi dan status ketersediaannya yang nihil di toko ritel resmi, mengosongkan dompet untuk memburu Xiaomi Redmi S2 saat ini bukanlah langkah yang bijak. Ponsel ini sudah kehilangan relevansinya di tengah standar industri yang telah melonjak jauh.
Jika anggaran Anda berada di kisaran angka rilisnya dahulu, pasar saat ini sudah menyediakan alternatif yang jauh lebih bertenaga dengan layar mumpuni, baterai raksasa, dan sistem operasi yang masih mendapatkan pembaruan keamanan berkala.
Perangkat ini sebaiknya hanya dilirik jika Anda adalah seorang kolektor gadget lama atau sekadar membutuhkan ponsel cadangan darurat untuk fungsi mendasar seperti panggilan telepon dan pesan singkat, itu pun dengan catatan Anda berhasil mendapatkan unit bekas berkualitas tinggi dengan harga yang sangat murah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow