Bupati Boalemo Kukuhkan 206 Duta Anti Perkawinan Anak
Bupati Boalemo Rum Pagau mengukuhkan 206 Duta Anti Perkawinan Anak di Aula MTs Tilamuta pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sebagai langkah menekan maraknya pernikahan dini. Dilansir dari Ulanda, pengukuhan ini merupakan inisiatif Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Tilamuta untuk menjadikan remaja sebagai agen perubahan di lingkungan mereka. Langkah penunjukan ratusan remaja tersebut ditujukan untuk memutus rantai pernikahan dini yang dapat memicu masalah kesehatan hingga kemiskinan antargenerasi.
Pemerintah Daerah Boalemo menegaskan bahwa penanganan isu ini memerlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari keluarga hingga tokoh masyarakat. "Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Mereka seharusnya memegang buku dan pena untuk menggapai cita-cita, bukan memikul beban rumah tangga di usia yang masih sangat belia," kata Rum Pagau.
Pemerintah daerah menggarisbawahi bahwa dampak pernikahan di usia muda berpengaruh langsung pada sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat. Praktik ini dinilai memperbesar risiko stunting, kematian ibu dan bayi, hingga potensi timbulnya kekerasan dalam rumah tangga.
"Kita tidak boleh membiarkan masa depan anak-anak Boalemo direnggut oleh perkawinan usia dini. Ini bukan hanya soal satu keluarga, tetapi soal kualitas generasi yang akan menentukan masa depan daerah ini," ujar Rum Pagau. Edukasi sebaya menjadi fokus utama dari program intervensi ini, di mana para duta terlatih diharapkan mendampingi rekan sejawatnya. Melalui komunikasi antarremaja, kesadaran untuk menunda pernikahan hingga usia matang dapat terbangun secara alami dari tingkat komunitas.
"Pengukuhan ini bukan sekadar simbol, tetapi amanah besar untuk berdiri di garis terdepan menyuarakan hak-hak anak dan mengajak teman-teman sebaya menjauhi perkawinan usia dini," kata Rum Pagau. Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat Kementerian Agama, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta para orang tua siswa. Kehadiran lintas pihak ini memperkuat komitmen pembentukan karakter generasi muda Boalemo dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Generasi Boalemo harus menjadi generasi yang sehat, cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. Itulah fondasi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Rum Pagau.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow