Chelsea Dihantam Denda Rp242 Miliar dan Sanksi Transfer Ditangguhkan FA
Sanksi finansial berat resmi dijatuhkan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) kepada Chelsea akibat dugaan 74 pelanggaran regulasi. Seperti dilansir dari Bola, kepastian hukuman tersebut mengemuka usai rampungnya rangkaian investigasi mendalam terkait operasional internal klub. Dakwaan resmi terhadap klub yang bermarkas di London Barat ini sebenarnya telah dilayangkan sejak September 2025.
Rangkaian pelanggaran mencakup aturan agen pemain, kerja sama dengan perantara, hingga investasi pihak ketiga pada periode 2009 sampai 2022 saat klub masih di bawah kepemilikan Roman Abramovich. Laporan The Athletic menyebutkan bahwa FA mengenakan denda sebesar 10 juta paun atau sekitar Rp242,9 miliar kepada pihak klub. Selain sanksi finansial, The Blues juga dijatuhi hukuman larangan mendaftarkan pemain baru pada dua periode bursa transfer secara berurutan.
Meskipun demikian, hukuman larangan pendaftaran pemain tersebut diputuskan untuk ditangguhkan hingga 30 Juni 2027. Keputusan penangguhan ini memberikan ruang bernapas bagi manajemen klub dalam merencanakan komposisi skuad.
Pada keputusan awal, Komisi Regulasi Independen sempat memberikan hukuman tambahan berupa pengurangan enam poin yang ditangguhkan hingga pertengahan 2027. Namun, Chelsea langsung merespons dengan mengajukan banding resmi atas sanksi pengurangan poin tersebut. Dewan Banding Independen akhirnya mengabulkan permohonan banding Chelsea dan menganulir hukuman pengurangan poin. Sebagai gantinya, dewan menetapkan sanksi larangan registrasi pemain dua bursa transfer yang ditangguhkan sampai 30 Juni 2027.
Sebelum sidang independen digelar, manajemen klub telah secara terbuka mengakui 74 pelanggaran terhadap Aturan FA E1.2. Otoritas FA juga mengonfirmasi bahwa penyelidikan terhadap keterlibatan individu dalam kasus ini masih terus berjalan. Akibat sanksi terbaru ini, akumulasi denda yang harus ditanggung klub melonjak menjadi 18,6 juta paun. Angka tersebut mencakup denda terdahulu sebesar 8,6 juta paun yang sudah dijatuhkan UEFA pada 2023 atas persoalan serupa.
Sikap Manajemen Baru BlueCo
Peralihan kepemilikan klub terjadi pada 2022 ketika konsorsium BlueCo yang dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital resmi mengambil alih Chelsea. Langkah akuisisi ini dilakukan setelah pemerintah Inggris mewajibkan Roman Abramovich menjual klub tersebut. Satu di antara tindakan awal kepemilikan baru adalah melakukan audit internal dan melaporkan secara mandiri potensi pelanggaran masa lalu kepada otoritas sepak bola.
Manajemen menilai langkah proaktif ini penting untuk menegakkan integritas klub. Pihak Chelsea menyambut positif rampungnya seluruh proses peradilan regulator di tingkat FA. Manajemen menegaskan telah bersikap kooperatif, transparan, serta telah menyerahkan ribuan dokumen pendukung selama proses investigasi berlangsung.
Sebelumnya, kesepakatan penyelesaian masalah regulasi historis ini juga telah dicapai bersama pihak UEFA dan Premier League. Keputusan final dari FA ini sekaligus menutup seluruh penanganan regulasi yang dihadapi Chelsea terkait kasus tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow