Concacaf Tolak Proposal FIFA Forward Enterprise Bernilai USD 20 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) bersama seluruh asosiasi anggotanya secara resmi menolak proposal FIFA Forward Enterprise yang digagas Presiden FIFA, Gianni Infantino. Penolakan ini dikonfirmasi sebagaimana dilansir dari Bola.

Rencana tersebut mencakup pembentukan perusahaan baru senilai 20 miliar dolar AS untuk mengelola berbagai kompetisi, termasuk Piala Dunia putra dan putri. FIFA berencana menjual sebagian saham perusahaan pengelola kompetisi tersebut kepada investor modal ventura, meski menegaskan kendali atas Piala Dunia tidak akan dilepas.

Melalui proposal itu, FIFA menawarkan alokasi dana tambahan sebesar 46 juta dolar AS (sekitar 40 juta euro) untuk setiap federasi yang memberikan dukungan. Setiap siklus tiga tahunan berikutnya juga dijanjikan mendapatkan dana yang lebih besar dari proyeksi awal.

Namun, Infantino menetapkan batas waktu pernyataan dukungan hingga 19 September 2026. Batas waktu yang dinilai terlalu singkat ini memicu kebingungan di antara 211 federasi anggota FIFA mengenai detail keseluruhan rencana bisnis tersebut.

Sebelum keputusan Concacaf keluar, negara-negara anggota UEFA dengan kekuatan finansial besar sudah lebih dahulu menolak untuk membahas proposal ini. Perhatian kemudian tertuju pada sikap federasi kecil yang ditawari insentif finansial tersebut.

Concacaf Pertanyakan Urgensi dan Tata Kelola

Dalam rapat resmi pada Kamis waktu setempat, sebanyak 41 presiden asosiasi anggota Concacaf, Presiden Concacaf, anggota dewan konfederasi, hingga anggota Dewan FIFA hadir untuk membahas secara menyeluruh rencana tersebut.

Concacaf menyampaikan keprihatinan mendalam terkait minimnya proses yang semestinya dijalankan, tenggat waktu yang terburu-buru, serta belum adanya peninjauan maupun persetujuan dari badan tata kelola FIFA yang berwenang.

Organisasi tersebut mempertanyakan urgensi keterlibatan investasi ekuitas swasta. Terlebih lagi, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang baru selesai disebut-sebut sebagai edisi paling menguntungkan sepanjang sejarah FIFA.

Atas dasar itu, Concacaf menugaskan perwakilannya di Dewan FIFA untuk berdiskusi terkait pemanfaatan cadangan dana FIFA yang ada saat ini demi mendanai program FIFA Forward. Concacaf juga meminta agar seluruh kebijakan mendatangkan investasi tetap mematuhi Statuta FIFA.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow