BPS Ungkap Indikator Demografi Kota Gorontalo Sepanjang 2025
Dinamika kependudukan Kota Gorontalo sepanjang tahun 2025 terkuak melalui data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan Berita Resmi Statistik hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 Provinsi Gorontalo, dikutip dari Ulanda, terdapat empat indikator utama yang memetakan kondisi demografi di wilayah tersebut. Indikator pertama mencatat Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) Kota Gorontalo berada pada tingkat 2,13.
Rata-rata ini menggambarkan jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya di rentang usia 15 hingga 49 tahun. Untuk komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, rasio jenis kelamin atau sex ratio tercatat sebesar 99. Hal ini menunjukkan bahwa dari setiap 100 penduduk perempuan, terdapat sekitar 99 penduduk laki-laki di Kota Gorontalo.
Beban demografis daerah ini tecermin melalui rasio ketergantungan (dependency ratio) yang mencapai 43,69. Setiap 100 penduduk usia produktif antara 15 sampai 64 tahun menanggung sekitar 44 penduduk usia nonproduktif, yakni kelompok umur 0–14 tahun serta 65 tahun ke atas.
Pergerakan masyarakat juga menunjukkan dinamika yang signifikan pada indikator mobilitas penduduk. Angka migrasi masuk seumur hidup berada di tingkat 18,24, sementara migrasi keluar tercatat lebih tinggi yaitu 22,16. Proporsi tersebut mengindikasikan dari 100 penduduk Kota Gorontalo, ada sekitar 18 orang pendatang. Di sisi lain, sekitar 22 orang tercatat pernah berpindah ke luar dari daerah tersebut.
BPS menilai indikator kependudukan ini menjadi acuan penting untuk mengukur kondisi wilayah secara akurat. Pemerintah daerah dapat memanfaatkannya sebagai landasan perumusan kebijakan pembangunan, pelayanan publik, hingga penataan sektor ketenagakerjaan dan sosial ekonomi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow