POGI dan Pegadaian Gelar Program Pencegahan Stunting di Gorontalo

Smallest Font
Largest Font

Perhimpunan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menggelar Gerakan Bersama Pegadaian POGI secara serentak di 36 cabang seluruh Indonesia pada Minggu (23/8/2026). Program bertema "Merdeka Stunting" ini memfokuskan upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan, dengan Kota Gorontalo sebagai salah satu lokasi percontohan, sebagaimana dilansir dari Ulanda.

Pelaksanaan program di Kota Gorontalo menyasar kesehatan ibu secara berkelanjutan mulai dari fase awal kehamilan hingga proses persalinan. Dokter Maimun Ihsan menjelaskan bahwa agenda nasional tersebut berlangsung sepanjang Agustus 2026 dan menjadi langkah awal sebelum diterapkan secara lebih mendalam.

"Ke depannya kita berharap ibu-ibu hamil itu bebas dari stunting," ujar Maimun.

Kondisi stunting dinilai berpengaruh luas terhadap kesehatan, pertumbuhan fisik, hingga tingkat kecerdasan anak di masa depan. Oleh karena itu, pengawasan ketat dan kesiapan kesehatan perlu dilakukan sejak sebelum perempuan memasuki jenjang pernikahan maupun saat menjalani masa kehamilan.

Pada tingkat teknis di Kota Gorontalo, bidan koordinator di setiap wilayah menjaring tiga ibu hamil per kecamatan untuk mengikuti tahapan skrining medis. Para peserta yang lolos seleksi mendapatkan pendampingan intensif dari fase awal kehamilan hingga persalinan.

"Yang bisa kami lakukan sekarang adalah menjaring ibu hamil. Setiap kecamatan ada tiga ibu hamil yang sudah diskrining oleh bidan-bidan koordinator se-Kota Gorontalo," jelas Maimun.

Selain pendampingan rutin, program ini menyediakan fasilitas rujukan ke rumah sakit melalui koordinasi dengan pemerintah kota jika ditemukan gangguan kesehatan serius. Peserta juga memperoleh layanan konsultasi gratis dengan dokter spesialis Obgyn serta pasokan vitamin untuk kebutuhan selama enam bulan.

Fokus penanganan diberikan kepada ibu hamil di trimester pertama dan kedua untuk memaksimalkan waktu intervensi risiko stunting. Sebaliknya, ibu hamil pada trimester ketiga yang mengalami kendala kesehatan akan langsung dirujuk ke fasilitas rumah sakit.

"Kalau sudah trimester tiga kita sudah langsung rujuk ke rumah sakit. Jadi yang awal-awal kehamilan ini yang akan diikuti terus," katanya.

Maimun menekankan bahwa intervensi pencegahan dini ini berbeda dengan pengobatan anak yang sudah terlanjur stunting yang menjadi ranah dokter anak.

"Yang kita cegah sekarang adalah jangan dia lahir stunting. Kalau sudah stunting, kita sudah harus mengobati. Kalau ini, kita mencegah jangan stunting," pungkasnya.

Saat ini program di Kota Gorontalo masih berstatus sebagai proyek percontohan, sementara perluasan ke kabupaten dan kota lain di Provinsi Gorontalo masih menunggu arahan dari pemerintah pusat dan POGI.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed